
Dodi berdiri di tengah-tengah beberapa barisan siswa-siswi di lapangan sekolah. Dodi terlihat seperti pemimpin yang bisa diandalkan diantara adik dan kakak kelasnya. Memang saat ini Dodi duduk di kelas 8 dan menjabat sebagai ketua OSIS. Dodi yang orang tuanya adalah tukang becak dan penjual gorengan tidak menyangka bisa menjadi ketua osis di sekolah nya. Teman-teman nya jadi mengenalnya. Kenapa tidak? Sebagai seorang ketua osis dia memimpin organisasi intern sekolah pasti menjadi pusat perhatian penghuni sekolah tersebut. Siapa yang tidak mengenal ketua osis di sekolah itu?
Setelah menjadi pemimpin upacara di sekolah nya, Dodi masuk di kelasnya. Teman-teman nya mengandalkan dirinya dalam masalah- masalah sekolah. Usulan dan pendapat dari kawan-kawan nya selalu dia dengarkan lalu ia bicarakan kembali dalam rapat Osis. Semua untuk kemajuan dan kelancaran dalam kegiatan siswa-siswi di sekolah nya.
Selain tugasnya itu, Dodi juga masih seperti temannya yang lain dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Dodi diam- diam menyukai Nayla yang kebetulan adalah satu kelas dengannya. Namun Dodi tidak cukup memiliki keberanian untuk mendekati Nayla karena Nayla adalah putri dari konglomerat di kota itu.
Akhirnya setelah kelas tiga, Dodi sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua OSIS dan fokus pada pelajaran nya. Nayla pun sudah tidak satu kelas dengan Dodi. Di sekolah itu setiap kenaikan kelas selalu di acak murid-murid nya sehingga terkadang tidak selalu satu kelas terus.
Dodi akhirnya hanya bisa sekedar tertarik dan menyukai Nayla saja tanpa mampu mengungkapkan dan bersikap perhatian. Inilah yang namanya mengagumi tanpa berani mengutarakan. Hingga akhirnya kelulusan sekolah tiba, Dodi masih diam- diam menyukai Nayla walaupun sembilan mereka sudah tidak satu kelas.
Acara perpustakaan kelas 9 sudah mulai diadakan setelah pengumuman kelulusan. Dodi mulai berencana untuk memberikan kenang- kenangan untuk Nayla. Sebuah boneka Panda dengan ukuran sedang dan selembar kartu merah jambu sebagai ungkapan perasaan nya. Perasaan yang dua tahun ini dia pendam. Dodi tidak ingin menyesal nantinya karena tidak sempat mengungkapkan segala perasaan nya pada Nayla. Walaupun Dodi juga tidak pernah tahu perasaan yang dirasakan sesungguhnya oleh Nayla. Namun yang terpenting bagi dirinya, Dodi berani jujur mengatakan kepada Nayla bahwa selama ini dia menyukai Nayla.
Acara perpindahan telah diadakan. Setelah acara itu, Dodi nekat menjumpai Nayla. Dodi menunggu di depan gerbang sekolah karena Nayla biasa menunggu sopir menjemputnya.
Benar saja, Nayla sudah berdiri di sana. Dodi memberikan bingkisan yang didalamnya ada ungkapan perasaan nya yang sengaja ia tulis dengan tangannya.
" Ini apa?" tanya Nayla kaget karena Dodi tiba-tiba saja memberikan hadiah itu kepadanya. Padahal dirinya tidak sedang berulang tahun.
" Itu kenang- kenangan dari aku untuk kamu, Nayla! Setelah ini mungkin kita tidak pernah tahu akan satu sekolah kembali dan sering bertemu atau tidak. Makanya aku kasih itu untuk kamu. Biar kamu tahu juga dan menjadi lebih mengenal aku." kata Dodi yang sebenarnya malu dan merasa takut memberikan hadiah itu kepada Nayla.
__ADS_1
" Bukannya kita sudah saling kenal?" sahut Nayla.
" Maksudnya biar kamu bisa ingat aku terus ketika melihat barang yang aku beri kepadamu." kata Dodi.
" Hehe. Baiklah! Aku Terima hadiahnya yah! Besok aku gantian kasih kamu juga yah! Besok hadiah dari aku akan aku titipkan ke bapak penjaga sekolah itu yah! Kamu nanti bisa mengambil nya. Aku yakin, bapak penjaga sekolah pasti sangat mengenali kamu karena kamu dulu ketua OSIS bukan?" kata Nayla sambil tersenyum dan menimang bingkisan dari Dodi.
" Baiklah! Aku besok akan ke sekolah lagi, mengambil bingkisan dari kamu untuk aku." ucap Dodi akhirnya.
*******
Besok harinya, Dodi dengan hati yang gembira pergi ke sekolah dan langsung menuju ke penjaga sekolah.
" Pak! Apakah ada titipan untuk saya pak?" tanya Dodi to the point.
" Benar pak!" kata Dodi sambil tersenyum.
Bapak penjaga sekolah itu mengambilkan bingkisan dari Nayla untuk Dodi.
" Ini dia bingkisannya! Kata non Nayla, dia akan melanjutkan sekolah di kota ini. Kamu bisa melanjutkan sekolah yang sama jika mau sering-sering bertemu dengannya." kata bapak penjaga sekolah itu.
" Benar begitu yah?" sahut Dodi bersemangat.
__ADS_1
" Kata non Nayla, dia sudah menuliskan sekolahnya di dalam bingkisan itu. Kamu bisa mengetahui nya setelah membukanya." kata Pak penjaga sekolah lagi.
" Terimakasih pak!" kata Dodi lalu permisi dan cepat- cepat pulang ke rumah supaya bisa membuka bingkisan dari Nayla.
*******
Dodi mulai membuka bingkisan dari Nayla. Dodi bukan main terkejut. Nayla memberikan nya sebuah laptop. Itu barang yang cukup berharga dan mahal bagi Dodi. Memang waktu kelas sembilan kemarin, hanya dirinya lah yang tidak memiliki laptop itu. Semua temannya memiliki nya. Akhirnya karena kebaikan salah satu guru, Dodi dipinjami laptop. Yang tidak habis pikir, kenapa Nayla bisa mengetahui kalau dirinya tidak memiliki laptop? Padahal dirinya tidak satu kelas lagi ketika di kelas sembilan.
Kini Dodi membaca satu lembar kertas di sana. Di sana tertera rencana Nayla akan melanjutkan sekolah ke mana. Dan yang membuat hati Dodi begitu senang dan bahagia, ternyata Nayla juga menyukai dirinya diam- diam.
Selama ini Nayla selalu memperhatikan dirinya walaupun sudah tidak menjabat sebagai ketua OSIS lagi.
Dodi si anak tukang becak dan tukang gorengan kecil- kecilan belum mampu membeli laptop. Kini Dodi menjadi memiliki barang itu.
" Nayla! Padahal aku hanya memberikan kamu boneka pandai saja. Kamu malah memberikan barang berharga seperti ini?" pikir Dodi.
Dalam selebaran kertas yang ditulis Nayla.
" Semoga kamu bisa memanfaatkan barang ini dengan sebaik-baiknya yah! Aku tahu kamu suka menulis cerpen dan membuat artikel. Kamu selalu pinjam laptop sana kemari. Aku tahu itu. Jadi? Sepertinya barang ini akan lebih kamu butuhkan nanti. Aku yakin kamu akan menjadi penulis atau wartawan sesuai yang kamu cita- citakan.Dan jika kamu ingin terus menerus bertemu dengan aku,kejarlah aku di Sekolah Menengah negeri XX. Aku yakin dengan nilai dan zona tempat tinggal kamu, kamu pasti akan diterima di sekolah itu. Aku akan menyusul kamu walaupun rumahku jauh dari sekolah itu. Aku akan usahakan tetap sekolah di sekolah itu. " tulisan Nayla.
" Alhamdulillah!" kata Dodi akhirnya.
__ADS_1
(Jambi, 22 Januari 2022)
Lebih baik sampai kan rasa suka kalian dibanding menyesal kemudian βΊπ