
Gubrak !!!
Pintu di dorong paksa, karena kunci gemboknya hilang.
"Lupa," alasan utama. Penyakit akut Ningsih, entah dimana ia menyimpan kunci kamar kostnya. Tas, kantong baju, celana udah di geledah tidak di temukan.
Tidak sukar bagi Ningsih mendorong pintu, ia saah satu atlit Taekwondo perempuan terbaik di sekolahnya, tingkat provinsi hadiah dan piagam penghargaan ia raih.
Cukup terkenal Ningsih di seantero sekolah antar kabupaten.
Tomboy, cuek, cenderung tidak peduli dengan lingkungan. Tapi, mudah menangis dan terharu kalau melihat kucing di jalanan menderita.
"Kasihan", ucapnya.
"Nanti kalau aku sukses, mau bikin pet shop, biar kucing jalanan tanpa tuan bisa di urus".
Sementara ini hanya si Don kucing kesayangannya. Kucing yang ia temukan di jalan korban tabrak lari manusia yang tidak beradab.
"Manusia makhluk Tuhan yang di berikan potensi akal dan insting, tapi kebiadabannya melebihi binatang atau hewan. " Ningsih menghela nafas dalam.
Kucing di siksa karena hal sepele, mencuri ikan. Padahal kalau kucing di beri dan di sediakan tingkat pencurian ikan yang di lakukan kucing tidak tinggi, dan manusia yang katanya hebat terkadang tidak berfikir juga, bagaimana supaya ikan itu tidak di curi kucing. Mungkin, posisi penyimpanan ikan tidak benar, lemari makannya sudah bolong, atau tergelatak begitu saja.
Jadi jangan hanya menyalahkan kucing, keteledoran manusia pun bisa mengakibatkan kucing mencuri.
Ada yang di lempari kayu bakar, batu, pisau, bahkan ada yang tega mengguyur kucing dengan air panas.
"Sungguh tega sekali".
Padahal kucing bermanfaat untuk mengusir tikus di dalam rumah, serangga. Selain hewan yang lucu dan menggemaskan kucing adalah binatang kesayangan Nabi Muhammad Saw, Mauza kalaw tidak salah nama kucing yang di miliki Nabi Muhammad, selalu ikut kemana nabi berdakwah, sehingga satu kisah menceritakan Nabi Muhammad tidak berani membangunkan Mauza yang tertidur pulas.
*****
Gang senggol mempertemukan dua insan beda derajat, kasta dan keturunan.
Ningsih bertemu Sultan tidak dengan kebetulan. Sudah di tentukan, di taqdir Sang Maha Pencipta.
Muka pucat pasi Sultan memohon pertolongan Ningsih.
Ningsih tidak perduli. "Aaah, hanya capung saja, takut".
"Tolong, tolongin saya". Sultan mengiba.
"Kamu laki-laki bukan, bagaimana mau membela perempuan, sama capung aja takut, lelaki macam apa!".
Ningsih berlalu tak memperdulikan Sultan yang ketakutan karena capung masih saja menempel di bajunya.
******
"Siapa sebenarnya wanita itu". Sultan bergumam.
"Cewek ini beda".
"Cuek dan angkuh" Sultan penasaran dengan perilaku Ningsih.
__ADS_1
Biasanya cewek-cewek mengejar dan salah tingkah kalau bertemu Sultan.
Ada yang berusaha sekuat tenaga mendekati Sultan, bahkan ada juga yang pura-pura pinsan, cari perhatian.
" Aneh, jangan-jangan dia cewek jadi-jadian".
Awalnya simpati, lama-lama timbul respect. Hati Sultan merasakan cinta.
"Aku harus mencari tahu, siapa gadis itu".
*****
"Ningsih ....... aku cinta padamu ". Pengeras suara gedung atlit taekwondo menggema.
Ningsih celingukan mencari suara siapa di balik pengeras suara.
Tak lama Sultan muncul membawa setangkai bunga Ros. Merah merona.
"Addduuuuuh, andai aku" Susan membayangkan.
Bukan nya simpati, Ningsih malah empati. Tidak suka dengan apa yang di lakukan Sultan, baginya itu norak, kampungan.
Di saat gadis lain mendambakan, Ningsih tidak memperdulikan Sultan.
Tidak mendapatkan respons Sultan semakin antusias mendekati dan mencari cara bagaimana menaklukan hati Ningsih.
"Kalau pake kekerasan, pasti aku yang kalah. Dia kan atlit Taekwondo ".
"Kasih ide doong," ujar Sultan
Jaka sebagai teman baik Sultan kebingunga. juga bagaimana caranya supaya Ningsih mau menjadi pacar Sultan.
...****************...
Sementara itu Ningsih tak bergeming. Meski aksi yang di lakukan Sultan berbagai cara.
"Takut juga lama-lama" fikir Ningsih.
Padahal Ningsih bersikap dingin karena takut sakit hati.
"Aku siapa, Sultan siapa?."
"Jangan main hati, nanti patah hati". Ningsih tetap ada pendiriannya. Apalagi setelah tahu Sultan anak orang kaya.
"Biasanya anak miskin di aniya mertua, iiihh.. serem, enggak laah". Merinding membayangkannya.
"Belum tentu Ning, siapa tahu ibu Sultan baik". Dinah memberikan pendapatnya.
"Aku enggak mau pacaran diin, dosa tahu, aku mau serius belajar dan meraih masa depan".
*****
Ibarat itulah diriku dengan Sultan anak juragan tanah. Dari namanya saja sudah jelas SULTAN ADI PATI, sudah menjelaskan identitasnya, tak mesti memberitahukan kepada khalayak ramai.
__ADS_1
Sultan anak tuan Rojak, saudagar kaya raya, tanah, sawah, kebun, kontrakan aset yang di miliki atas nama tuan Rojak, tajir melintir sedesa Sanghiang Deng dek.
Tapi, sombong. "Wajar sombong juga siiih" Ningsih berujar.
'Kalau aku yang sombong tidak pantas, apa yang ku sombongkan. Rumah aja masih mengontrak, yaa... Kontrakan Tuan Rojak". Sambil menjemur pakaian Ningsih berbicara sendiri.
Di sela libur, Ningsih pulang ke rumah, sekolah tingkat SMA jauh dari tempat tinggalnya.
Karena prestasi nya di bidang olah raga, Ningsih bisa hidup sendiri, ngekost di dekat sekolah.
Ajang perlombaan yang di raihnya ia mendapatkan uang pembinaan, beasiswa dari sekolah. Mempermudahnya belajar, meski orang tua Ningsih hidup dalam keadaan serba kekurangan.
"Din, perumpamaan aku sama Sultan antara langit dan bumi, malah antara langit dan sumur air, dalam sekali".
"Takutnya hanya mimpi di siang bolong, terus patah hati, masa depanku terbengkalai".
"Itu terlalu berlebihan, Ning, jangan parno begitu dong". Dinah nyerocos sambil menyeruput es teh.
Karena perhatian yang di lancarkan Sultan kepada Ningsih. Ada sedikit binar-binar di hati Ningsih.
"Ganteng juga yah Sultan"
"Aih... aih kemana aja selama ini....." Dinah merespon ucapan Ningsih.
"Udah mulai nih kayaknya", Dinah menggoda.
" Enggaklah Din... apaan, aku kan cuman ngomong ganteng, itu ajakan". Pipi Ningsih merona.
"Tanda-tanda gayung bersambut ini mah". Dinah terus saja menggoda Ningsih.
"Yuk lah... jadiin". hehehehe
Bukan sebuah jawaban yang di dapat Dinah, malah cubitan di tangannya yang gempal mendarat.
"Aaaadddduuuh, sakit tahu, iih kamu mah tega sama sahabat sendiri, merah niih tanganku". Sambil menyodorkan tangan Dinah ke muka Ningsih.
Ningsih beringsut pergi meninggalkan Dinah yang kesakitan. Lumayan Sampai lecet tangan Dinah
"Jangan lari, kamu harus bertanggung jawab". Dinah mengejar Ningsih yang berlari ke arah kantin sekolah.
Dug... Ningsih menabrak kuat lelaki yang ada di hadapannya, larinya yang kuat sehingga tidak bisa menahan diri.
"Awwww sakit", lalu berbalik arah.
Sultan hampir saja melempar Ningsih dengan sekuat tenaga.
Setelah tersadar beberapa detik dua insan ini tersadar. Dan saling Lempar tatapan, Mata mereka bertemu, tak berkedip untuk sesaat. Jantung berdetak kencang.
Dinah menyaksikan langsung tayangan tadi, sekilas cepat tapi penuh makna. Dua insan ini saling mencinta dan mendamba. Namun ego dan ketakutan Ningsih yang membuat semua menjadi kacau.
Sultan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. langsung sigap dengan mengatakan "aku jatuh cinta kepadamu, bidadari tak bersayap ku".
...----------------...
__ADS_1