
Kembali ke masa muda. Ingatlah saat kita masih muda? Walaupun saat ini aku masih belum mengakui kalau aku sudah tua.(Hehe). Masa anak- anak yang bermain lepas tanpa beban. Masa dimana saat itu kita bermain tali, kucing- kucingan dan berlari ke sana kemari lepas. Tertawa penuh keceriaan.
Betapa penuh canda tawa bermain bersama teman. Tidak ada beban. Ketika hujan turun tiba, betapa hati sangat riang bermandikan air hujan tanpa takut sesudahnya badan akan demam. Ketika panas terik matahari di siang hari kita menantang sinarnya dengan bermain layang- layang. Panasnya yang menyengat kulit tidak dihiraukan jika membuat hitam kulit kita. Di sana semua kita dapatkan ketika masa muda, masa anak- anak yang penuh ceria tanpa beban dan kebebasan.
Tetapi berbeda dengan sekarang bukan? Anak-anak sekarang lain dengan dahulu kala. Generasi anak sekarang adalah generasi menunduk yang terpaku pada ponsel dan bermain game. Entah semua karena modernisasi atau zaman sudah menuntut ke hal yang demikian. Anak-anak masing-masing membawa handphone nya. Terkadang ketika berbicara dengan orang tuanya pun masih tidak meninggalkan ponselnya. Seketika menjadi lupa akan empati disekitarnya. Yang ada dan terpaku pada layar di ponselnya.
Kembali ke masa muda ku akan berbeda dengan masa muda sekarang. Modernisasi dan segala teknologi merubah tradisi dan permainan baru.
__ADS_1
Suatu malam aku bermimpi. Namun mimpi itu sangat aneh sekali. Aku bertemu dan berciuman penuh kemesraan dengan laki-laki yang belum begitu aku kenali lebih dekat. Hanya tahu saja. Itupun melalui WA grup alumni Sekolah. Aku tidak pernah satu kelas dengan laki-laki ini. Dulu mengenal dekat pun tidak. Hanya tahunya saat ini ketika grup alumni Sekolah dibentuk.
Setelah mimpi itu, aku mulai menyapa di grup. Setelah itu dia mulai komentar di status aku. Tidak cukup itu, lalu kamu dan aku mulai intens chat. Namun setelah itu akulah yang memulai lebih dahulu untuk memulai chat kamu. Kamu selalu cepat jika aku sudah menghubungi kamu, kamu juga cepat untuk membalas nya.
Terus terang aku merasakan perasaan aneh ketika berhubungan dengan kamu. Jantung aku berdebar hebat jika kamu chat aku. Aku menyimpulkan kalau aku sudah jatuh cinta dengan kamu. Padahal kita sudah sama-sama tahu. Aku dan kamu tidak lagi sendiri. Kamu sudah memiliki pasangan mu yang kamu curhat dengan aku saat ini sedang bermasalah dengan pasangan mu. Katamu hanya menunggu anakmu besar, kamu akan menyudahi dengan pasangan ku. Berbeda dengan aku. Aku baik- baik saja dengan pasangan ku. Dan aku? dalam hati kecil aku tidak akan meninggalkan pasangan ku. Namun perasaan ini sulit aku tepis kan ketika aku ingin peduli dan perhatian dengan kamu.
" Apakah aku boleh merindukan kamu?" tanyaku kepada mu ketika itu.
" Itu tidak mungkin! Aku tipe orang yang setia dengan pasangan ku. Aku tidak mungkin meninggalkan pasangan ku. Namun aku juga belum bisa tidak peduli dengan kamu. Kamu spesial bagi aku." ucapku.
" Kamu bohong!" katamu.
__ADS_1
" Apa? Aku tidak pernah berbohong padamu. Aku kangen kamu!" ucapku.
" Ya sudah! Aku yang datang ke kamu atau kamu yang menemui aku?" tantang kamu.
" Aku menjadi sedih kalau begini. Aku tidak ingin terlalu jauh dengan kamu." kataku akhirnya.
" Ya sudah, lupakan!" sahutmu.
Aku hanya bisa memelukmu dalam bayangan. Cukup itu rasa rindu ini sudah terobati. Apakah kamu juga merasakan ini? Hanya mengharapkan aku hadir dalam mimpi indah mu.
(Cerita aneh ketika hujan😳😊)
__ADS_1