
Di suatu masa hiduplah seorang anak bernama Konoki. Dia seorang adventurer(petualang). Pada suatu hari dia memilih untuk merahasiakan identitasnya dan memulai petualangan baru. Dia memilih memulai kehidupan baru karena di kehidupannya yang sekarang, dia sering dihina oleh orang lain. Dia akhirnya menjelajah hutan.
Tidak lama kemudian setelah dia masuk ke dalam hutan dia mendengar suara meminta tolong. Konoki pun menuju ke sumber suara itu. Ternyata sumber suara itu dari seorang anak. tanpa berpikir panjang Konoki segera menolongnya . “hei, ada apa? kenapa kau terlihat seperti ketakutan?” Tanya Konoki. “i.. itu ada monster aku takut lalu aku langsung melarikan diri karena ketakutan.” Jawab anak itu dengan terengah-engah. “sekarang dimana monster itu?”Tanya Konoki lagi. “Aaaa….. Ada di belakangmu!! Kyaaa!!! Tolong! Lindungi aku! aku takut…” jawab anak itu sambil berlari ke belakang Konoki. “.. kh.. besar sekali.. baiklah ini akan kuanggap sebagai latihan pertamaku melawan monster besar.” Kata Konoki dalam hati. “hiaaaa!!” Konoki menyerang monster besar itu dengan pedang. Konoki menyerang monster besar itu pada bagian kepalanya. “graaaaa!!” monster itu meraung kesakitan karena Konoki tanpa sengaja mengenai bagian mata monster itu. Lalu Konoki melanjutkan menyerang monster itu,dia mematahkan tangan kiri monster itu.
Tiba-tiba monster itu marah. Kekuatan monster itupun menjada 2 kali lebih kuat, tiba-tiba monster itu bergerak dengan cepat dan menusuk perut Konoki. Kuromaru pun menjadi tambah takut dan tanpa sengaja kuromaru menyerang monster itu dengan kekuatan listrik. Monster itu pun mati. “apa kakak tidak apa-apa?” Tanya kuromaru. “ iya aku tidak apa-apa” kata Konoki. “ta.. tapi perut kakak sini aku obati”. Kata Kuromaru sambil menggotong Konoki ke rumahnya. SIING! Kuromaru menggunakan kekuatan kekuatannya untuk “HEAL’’ tidak lama kemudian, Kuromaru berhasil menyembuhkan Konoki. Tapi Kuromaru penasaran tangannya pun mulai beralih kearah wajah Konoki yang tertutup topeng jubah hitam. Tetapi Konoki mengatakan “jangan buka topengku jika kau tidak ingin mati dan terima kasih sudah menolongku. Aku menawarkanmu untuk ikut aku. Apakah kau tertarik?” Tanya Konoki. “mmm… baiklah aku ikut denganmu dari pada disini aku kesepian hehe” jawab Kuromaru. Akhirnya Kuromaru mengenakan jubah yang sama seperti Konoki dan topeng, tetapi topengnya berbeda model. Mereka pun melanjutkan petualangannya.
Hari sudah malam. Akhirnya mereka tiba di sebuah kota kecil. Mereka membeli tenda dan mendirikannya. Mereka pun meletakkan perlengkapan mereka dan hendak pergi mencari makan malam. Mereka pun bermaksud membawa makan malam dan membawa makanan lain untuk berpetualang. Setelah membeli makan dan persediaan, mereka pulang dan makan di tenda mereka. Saat hendak makan ternyata Konoki pun akhirnya membuka topengnya. “uwaaah!! Aku bakal mati ini!! Hueeee…” kata Kuromaru sambil ingin menangis. “eeeeh.. kenapa kau menangis… aku tidak akan membunuhmu sekarang kamu bagian dari kelompokku aku tidak akan membunuhmu..”kata Konoki. “ be.. benarkah?” Tanya Kuromaru “iya aku tidak akan membunuhmu. Asal kau janji tidak akan membocorkannya.” Kata Konoki. “iya aku janji!” jawab Kuromaru kembali ceria. Akhirnya mereka makan malam dan Kuromaru menjadi lebih akrab dengan Konoki. Setelah makan merekapun tidur.
Hari sudah pagi kembali. “ hooammm! Ahh.. paginya indah dan cerah. Selamat pagi Konoki!” kata Kuromaru kepada konoki. “ pagi.. ayo kita mengemasi barang kita lalu pergi dari sini”. Kata Konoki sambil mengemasi barangnya. Setelah mengemasi barangnya merekapun pergi melanjutkan petualangan.
Tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan mereka. Yaitu, Kota Dungeon. Mereka langsung menemukan monster. Agar tidak dikejar monster, mereka membunuh monsternya. Setelah membunuh beberapa monster, Konoki tidak sengaja melihat monster besar. Tetapi, karena sudah ada yang melawan monster besar itu, Konoki hanya melihatnya.
Tiba-tiba dibelakang orang itu ada monster besar yang menyerang mereka lagi. Merekapun terpojok oleh dua monster besar. Saat monster besar itu mau menyerang mereka, Konoki dan Kuromaru pun dengan cepat menangkis serangan monster itu. Mereka berbagi tugas. Konoki menyerang 1 monster dan Kuromaru menyerang monster yang satunya lagi. Konoki langsung mengeluarkan pedang yang satunya lagi. Dan tanpa ragu-ragu konoki langsung memotong tangan kiri monster itu. Kekuatannyapun bertambah dua kali lipat. Monster itu kecepatannya bertambah menjadi saperti kilat. SRAAAATT! Monster itu tiba-tiba ada di belakang Konoki. CRAAAATT!! Monster itu tertusuk oleh panah ditambah monster itu jatuh seperti habis terkena angin topan. Ternyata Rei telah melontarkan anak panah dari busurnya dan entah kenapa anah panah itu tadi mengeluarkan hembusan angin yang besar. BZZTTTT!! BLLAAAAARRR! Kuromaru mengeluarkan kekuatan listriknya dan menyerang monster itu. Monster itu langsung tersengat oleh kekuatan listrik. BRRUUUUK! Monster itu jatuh tergeletak. “hei.. kau tidak apa-apa.. manusia bertopeng? Tanya Rei. “ya, aku tidak apa-apa.” Kata konoki. “oh ya berhubung kalian sudah menolongku tadi saat aku terpojok, aku sekarang akan membawa kalian pulang ke rumahku dan memasakkan kalian makanan. Ya kan Rai?” Tanya Rei. “ ya! Ayo ikut kami!” kata Rai sambil memegang tangan Konoki. “oh ya ajak temanmu juga.” Kata Rei.
Merekapun sampai dirumah Rai dan Rei, namun konoki hanya diam saja dan tidak mengatakan satu kata pun. Rai pun bertanya “hei kamu manusia bertopeng, namamu siapa? Semua orang kan pasti punya nama… dan kenapa kamu menolong kami?”. Namun Konoki tetap diam saja. “hei aku bertanya sekali lagi, namamu siapa? Kenapa kau menolong kami?” Tanya Rai lagi. “maukah kamu bergabung dengan kami?” Tanya Konoki. “hei, aku Tanya namamu malah balik bertanya menawari masuk tim kalian.. tidak aku tidak mau” kata Rei. Namun konoki membujuknya sampai akhirnya Rei pun setuju. “hei ayo makan, makanannya sudah matang nih… oh ya tentang penawaran itu, aku juga ikut kalian” kata Rai. “baiklah namaku Konoki, dan yang disebelahku ini Kuromaru.” Kata konoki. Setelah makan, Rai dan Rei memutuskan untuk menjual rumah mereka dan mendapatkan uang. Uang itu mereka simpan untuk kebutuhan mendesak. Setelah menjual rumah mereka dan mendapatkan uang, merekapun pergi melanjutkan petualangan. Rai dan Rei mengenakan jubah dan topeng yang sama seperti konoki dan Kuromaru.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, mereka menemukan sebuah kerajaan yang sangat besar. Namun, mereka tidak pergi ke kerajaan itu, melainkan pergi ke hutan di sebelah kerajaan itu dan mendirikan tenda disana. Setelah mendirikan tenda, mereka pun pergi menyelinap ke kerajaan itu. Namun, Rai tinggal di tenda untuk berjaga-jaga. Rei, Konoki, dan Kuromaru pun pergi ke pasar di kerajaan itu. Mereka mencari makanan dan senjata yang lebih baik. Mereka sangat cerdas. Rei merobohkan tenda penjual yang memiliki jenis senjata yang bagus. Konoki menolong penjual yang hampir keruntuhan. Di saat Konoki menolong penjual tersebut, Kuromaru mengambil senjata yang bagus.. Setelah ditolong Konoki, penjual itu langsung menuju ke Rei dan mengejarnya sampai mengelilingi pasar di kerajaan itu. Rei pun pergi kan menceburkan penjual itu ke sungai. Saat penjual itu tercebur, Rei segera kabur. Kuromaru membawa senjata yang mereka cari dan membawanya ke tenda dan pergi mencari makanan bersama Konoki. Rei pergi ke tenda mereka dan menemani Rai. Setelah membeli makanan Konoki dan Kuromaru kembali ke tenda, makan bersama Rai dan Rei, lalu tidur.
Keesokan harinya…
Konoki bangun dan pergi ke kota didekat kerajaan itu selagi mereka masih tidur. Konoki ingin membuat ruang rahasia untuk berjaga-jaga kalau mereka menjadi buronan. Ketika mencari tempat rahasia, tiba-tiba Konoki mendengar suara teriakan meminta tolong. Suara itu seperti suara seorang perempuan. Konoki segera mencari asal suara itu saat menemukan tempat asal suara itu, konoki segera bersembunyi agar tidak diketahui. Untung saja saat mau berangkat dia membawa satu bom asap. Dia melemparkannya didekat perempuan yang membutuhkan pertolongn tersebut dan menolongnya. Saat saat perempuan tersebut sudah ditolong, konoki segera menghajar orang yang mau menyerang perempuan itu tadi. Konoki agak merasa kesulitan, karena orang yang Konoki lawan berjumlah 20 orang. “Aku akan membunuh kalian dan aku meminta maaf atas ini”. Orang-orang tersebut heram dan tertawa. Konoki mematahkan topengnya pada bagian mulut dan mengeluarkan ketiga senjatanya. Yaitu, satu di tagan kanan, satu ditangan kiri, dan satu lagi di mulutnya. Konoki langsung menyerang semua orang tersebut.
15 menit kemudian semua musuh berhasil dia kalahkan hanya tinggal ketuanya. Ketua geng tersebut membawa kapak yang sangat besar. Namun karena keinginan konoki yang kuat untuk mengalahkan ketua itu, tiba-tiba konoki menjadi lebih kuat 5 kali lipat. Gerakan Konoki pun lebih cepat dari pada biasanya. Saat menyerang ketua tersebut, ketua tersebut mengayuhkan kapaknya kapak tersebut terkena pada perut Konoki. Konokipun bertambah marah kekuatannya bertambah menjadi 10 kali lipat. Karena bertambah menjadi 10 kali lipat, pedangnya pun berubah warna menjadi berwarna biru,merah, dan hijau muda. Biru melambangkan air, merah melambangkan api, dan hijau muda melambangkan kekuatan roh/spirit. Pertama konoki menusukkan pedang yang merah ke musuhnya. Lalu keluar api dari tubuh musuh tersebut. Kedua dia menusukkan pedang biru ke musuhnya, dan terakhir dia menggunakan pedangnya yang berwarna hijau muda dan menusukkannya ke musuh tersebut saat menusukkan pedangnya ke musuhnya, pedang tersebut langsung bersinar terang bertanda bahwa pedang tersebut mengambil nyawa musuh tersebut. Musuhnya pun mati. Kekuatan Konokipun kembali seperti semula. Setelah itu Konoki langsung menuju ke tempat perempuan tersebut. Setelah kembali, Konoki bertanya “Hei, siapa namamu perempuan bersenjata claw? (senjata pada tangan yang terlihat seperi cakar). “Na.. namaku Kanakimiko.. ahhh.. ehm… terimakasih sudah mau menolongku..” “Tidak masalah..” jawab Konoki. Konoki meminta hal yang sama pada Kanakimiko, Kanakimiko menerimanya. Setelah itu, mereka melajutkan perjalanan menuju ke Dungeon Gate. Sebelum Konoki sampai, Konoki telah membentuk tim dalam berlatih untuk persiapan bertempur di Dungeon Gate. Sesampainya di Dungeon Gate, mereka siap untuk bertempur.
Mereka masuk ke lantai pertama, dan saat mengacak monster yg akan di lawan. Mereka mendapat monster seperti buaya, dia sering disebut King Crocroak. Banyak yang melihat pertandingan itu karena penasaran dengan wajah Konoki dan yg lainnya. Belum mencapai 5 menit, tetapi, tim Konoki sudah menyelesaikan tantangan pertama, itu dikarenakan kerja sama yang sangat akurat dan cepat dalam menyelesaikan tantangan ini. Semua orang yang melihat kejadian itu kaget.
Setelah itu mereka keluar dari lantai pertama Dungeon Gate. Setelah keluar mereka langsung mendapati orang berdesak-desakan tetapi pandangan Konoki hanya tertuju pada seorang laki-laki paruh baya yang membawa palu besar yang ikut berdesak-desakan.
Konoki dan teman-temannya berusaha menghindari desakkan orang banyak tersebut. Saat mereka dalam perjalanan kedalam hutan, Laki-laki paruh baya tersebut tetap mengikuti mereka, hingga akhinya Kanakimiko berkata “Hei kau! Kenapa ka uterus-terusan mengikuti kami?! Anak buah siapa kamu?! Pergilah atau akan kuhabisi Kau!” Namun Konoki berkata “Tenang saja Kanakimiko menurutku dia hanya penasaran dengan kita, lagian aku juga merasakan sesuatu yang kuat didalam dirinya”. “Yah… sebelumnya.. Err.. Kenalkan dulu, Namaku Daehan” Kata Laki-laki paruh baya tersebut. “Lalu apa tujuanmu mengikuti kami?” Tanya Kuromaru. “Err… itu… TOLONG IJINKAN AKU MASUK KE TIM KALIAN!”. Kata Daehan sambil bersujud. “Heeeee??? Apa maksudmu?” Tanya Rai. “Ya! What the hell are you thinking?!”. Sahut Rei. “errmm.. Itu… uhh..” “Tak apa.. biarkan saja dia masuk tim kita tetapi dengan satu syarat” Kata Konoki tiba-tiba. “Are you serious?!” Kata Rei kaget. “Apa itu?”Tanya Daehan. Tiba-tiba tangan Konoki menunjuk ke sebuah arah, “Bunuh perempuan itu”. “Apaaa?!!” Sahut Kuromaru, Kanakimiko, Rai, dan Rei bersamaan. “kh.. yang benar saja.. ITU SANGAT MUDAH BAGIKU!! Hahahaha” Kata Daehan.
“Permisi bu.. bolehkah saya membunuh anda?” Kata Daehan kepada perempuan yang ditunjuk Konoki tadi. Perempuan itu hanya berdiri tegang, lalu berlari sambil berkata “HELP!! ADA ORGIL!!(Singkatan dari orang gila)”. “Hah… aku gagal… aku..” “Kau berhasil masuk”Kata Konoki. “APA?!” Serentak Kuromaru, Kanakimiko, Rai, dan Rei kaget. “Oh.. kalian belum tahu prinsip tim ini ya? Prinsip tim ini adalah jujur dan minta maaf, kita harus jujur jika mau membunuh seseorang dan minta maaf pada orang yang kita bunuh tersebut”. “HAH?!” Kuromaru,Rai, dan Rei bingung.
“(Ohh.. jadi itu sebabnya Konoki meminta maaf kepada para mafia yang telah dia bunuh saat dia menyelamatkanku…)” Kata Kanakimiko dalam hati.
“Terima kasih terima kasih..” Kata Daehan sambil bersujud.
Selanjutnya, Merka melanjutkan perjalanan dengan Daehan bersama mereka. Ditengah perjalanan, Ada suara teriakan orang-orang. Konoki dan teman-teman segera menuju ketempat asal suara tersebut. Mereka melihat seorang laki-laki yang tampak sedang membunuh orang-orang dengan wajah tersenyum sinis. “Hiiii kok aku ngeri ya..”Kata Kanakimiko
Laki-laki itu melihat kearah Konoki. Konoki Berkata “Maukah kau masuk dan bergabung dengan kami?” “Are you insane?!” Teriak Rei. “Haha.. Hahaha.. AHAHAHAHA! KAU PIKIR SEMUDAH ITU MENGAJAKKU?! KALAHKAN AKU DULU! JIKA AKU KALAH, AKU AKAN BERGABUNG KE TIMMU YANG TIDAK BERGUNA ITU! TETAPI JIKA KAU KALAH, AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA DAN kALIAN TIDAK BOLEH MELAWAN!” “(hah… orang ini keras kepala juga ya…) Ba..” “Baiklah aku yang akan melawanmu bocah sialan!” Kanakimiko memotong perkataan Konoki. “apah?! Kau yakin?! Belum 5 detik kau pasti akan mati tahu!” teriak Kuromaru ditelinga Kanakimiko. “itu pasti!” Kata Rai. “Bagaimana ini? Konoki?” Tanya Rei. “…. Baiklah.. Kanakimiko majulah lawan dia” Kata Konoki. Kanakimiko maju dan berhadapan dengan laki-laki itu lalu mereka saling bertarung. “hei Konoki, apa kau sudah gila? Mendukungnya?” Tanya Kuromaru. “tidak, Yakinlah kepada temanmu itu, karena aku merasakan keinginan membunuh yang sangat besar pada Kanakimiko dari pada laki-laki itu”. Jawab Konoki dengan yakin.
“Heh! Kau kuat juga rupanya, maukah kau jadi pacarku? Bersama-sama kita akan menghabisi semua orang yang ada disini kekekeke..” Kata laki-laki itu. “apa kau gila?! TIDAK! Aku menolak!” Kata Kanakimiko dengan kesal. “oh baiklah.. kalu begitu kesempatanmu sudah habis sekarang aku benar-benar akan membunuhmu” Laki-laki itu yang awalnya hanya menggunakan teknik dual blade (teknik pedang menggunakan 2 pedang) tiba-tiba muncul 5 pedang lagi disekeliling tubuhnya. “APA?!!” Teriak Rei. Konoki yanga tersenyum pada Kanakimiko.
Beberapa menit kemudian, Kanakimiko tampak kelelahan dan hampir jatuh pingsan. “HEH! Hanya segitu saja kekuatanmu?! Hahaha lemah sekali kau cewek! DASAR CEWEK LEMAH!” kata Laki-laki itu. Seketika terbukalah mata Kanakimiko dia teringat akan masa lalunya ketika dia dibentak oleh ibunya dengan kata-kata yang sama persis seperti yang dikatakan oleh laki-laki itu tadi.
“HEAAA!!” TRAAANGG!!! “Kau pikir aku lemaah yah… hahahah sayang sekali kau mengatakan itu.. seharusnya, KAU TIDAK MENGATAKAN ITU JIKA KAU MAU MEMBUNUHKU!” DASHH!! Kanakimiko menangkis serangan laki-laki itu dan berhasil menyerang mundur laki-laki itu.
Tampak seperti api-api yang berkobar di sekeliling tubuh dan clawnya. “HEAAA!!!” Kanakimiko menyerang laki-laki itu dengan bertubi-tubi. “CAKAR MAUT!” ZRAAAATT!! BRUAAKK!! Laki-laki itu jatuh tertunduk. Dengan cepat kanakimiko menarik kera baju laki-laki tersebut dan hendak membunuhnya. “HEHEHEHE… jadi kau mau membunuh ku heh? Cewek lemah!” “HAH DASAR KAU…!” “STOP!! Cukup sampai disitu!” seketika Kanakimiko menghentikan niatnya untuk mengakhiri hidup laki-laki itu. “Cukup sampai disitu, Kanakimiko, dia sudah tidak bisa bergerak lagi” Kata Konoki sambil berjalan kearah Kanakimiko.
“Apakah kamu mau masuk tim ‘tidak berguna’ kami? Matsuki..” Tanya Konoki. “Da.. darimana kau tahu namaku!?” tanya Matsuki. “Kau tidak mengenaliku? Baiklah akan kubuka topengku..”
“…!!! Ka.. kau?! Konoki?! Ba.. bagaimana kau?!” Tanya Matsuki tergagap. “Sudah ingat? Penghianat?” Tanya Konoki. “Hee?? Apa-apaan ini? Jadi kalian sudah saling kenal?” tanya Kanakimiko. “Ya… dia dulu sahabat terbaikku, tetapi tiba-tiba disaat kami terdesak, dia menyuruh para preman menghabisiku dan dia kabur sendiri sementara aku dihabisi oleh para preman jalanan… lalu keesokan harinya dia menghilang tanpa jejak, tidak masuk sekolah, tidak pulang kerumahnya, hingga sekarang, aku menemukanmu, ya kan Matsuki si Penghianat? Oh ya tawaranku masih berlaku loh mau atau tidak?” Tanya Konoki. “Konoki… ma.. maafkan aku.. aku selalu merasa bersalah sejak aku melakukannya padamu… jadi aku selalu membunuh semua preman jalanan sebagai bentuk penyesalanku padamu, aku tidak berani menghadapimu… aku takut kau..” “Marah? Hah… Matsuki… Matsuki… aku tidak akan marah padamu.. aku mengerti perasaanmu ketika kamu akan dihajar oleh para preman.. kalau aku jadi kamupun… saat itu karena aku masih penakut, akupun akan melakukan hal yang sama sepertiku… seharunya kau cukup berkata jujur dan meminta maaf.. dan aku pasti akan memaafkanmu..” Potong Konoki.
“Ka.. kau… tidak akan marah..?”Tanya Matsuki. “Tidak sama sekali… karena kau sahabat pertamaku yang paling berarti dalam hidupku..” Kata Konoki. “Konoki.. terima kasih.. karena telah memaafkanku.. sebagai gantinya, aku akan bersamamu seumur hidupku” Kata Matsuki.
“Hah.. ya sudah.. malam ini, kita tidur disini dulu saja.. oh ya kuromaru, tolong pakai skill Heal-mu untuk menyembuhkannya dan bantu Kanakimiko juga”. Kata Konoki “Rei dan Rai, bantu aku menyiapkan tenda dan membuat api unggun” Lanjutnya. “Siap! Komandan!” kata Rai, Rei, dan Kuromaru bersamaan.
Setelah mereka membangun tenda dan menyalakan api unggun, mereka membantu Kuromaru menyembuhkan luka-luka pada Kanakimiko dan Matsuki dengan memberikan perban pada luka yang belum sembuh total. Setelah itu mereka tidur.
Keesokan paginya,
“Yo selamat pagi semua! Ayo banguuunn!! Makan pagi! Aku dan Rei sudah menyiapkan sarapan untuk kalian lho!” Teriak Kanakimiko. “Haduuhh… iya-iya kami bangun… tapikan ini masih pukul 5 pagi…” Kata Kuromaru merengek. “Hei! Kalian ini… aku sudah susah payah mencari hewan buruan untuk saraapan kalian! Kanakimiko juga sudah susah payah membuatkan makanan untuk kalian! Hargailah kami sedikit!” Protes Rei. “Memangnya kalian memasak apa?” Tanya Rai. Kanakimiko dan Rei hanya menjawab “Rahasia! Makanya ayo bangun masakannya special kok! Pasti enak!”. “Baiklah.. ayo makan” kata Konoki.
Ketika melihat makanan yang disiapkan, Rai, Konoki, dan Kuromaru terbelalak melihatnya. “Wow.. Apa ini? Kelihatannya enak!” Tanya Konoki. “Sup ayam! Hehehe” Kata Kanakimiko. “Waaahhhh!! Aku sangat suka sup ayam!” Kata Kuromaru. “Baiklah! Ayo kita Ma..” “Kruuyuuukk…” Semua kaget mendengar suara itu. “Sepertinya ada yang lapar… hehehe” Kata Kanakimiko. “Bukan kami..” Kata Konoki, Rai, Rei, dan Kuromaru bersamaan. “La.. lalu.. siapa yang lapar?” Tanya Kanakimiko.
Tiba-tiba… Braakkk! Terdengar suara seseorang yang jatuh. “Eh?! Siapa disana??” tanya Rai. Namun tidak ada jawaban. Akhirnya, mereka mencari asal suara itu. “Hei teman-teman! Lihatlah!” Kata Kuromaru sambil menunjuk sesuatu. “Oh! Ada orang pingsan!” Kata Matsuki. “haha.. sepertinya dia mengikuti kita atau… suara itu! Pasti dari orang ini! Mungkin dia kelaparan hingga pingsan! Mungkin..” Kata Daehan. “Kita beri makan saja orang ini, lagian.. kita juga akan makan kan?” kata Konoki. “Setuju!” kata Kanakimiko. Akhirnya mereka membawa orang itu ke tenda mereka. Mereka juga mengajaknya makan bersama ketika orang itu sudah bangun.
__ADS_1
“Terima kasih atas makanannya. Aku berhutang budi kepada kalian. Sehingga kelak, aku dapat membalas kebaikan kalian” Kata orang itu “sekarang aku harus pergi, sekali lagi terima kasih” Lanjutnya. “sama-sama” kata Konoki. Akhirnya orang itu pergi meninggalkan Konoki dan teman-teman Konoki.
“Fuaaahh! Enak sekali! Aku kenyang!” Kata Kuromaru. “haha.. siapa dulu yang masak!”Kata Kanakimiko.
Setelah itu, mereka meringkasi barang-barang mereka dan melanjutkan perjalanan menuju Kota PVP Guild.
GRAAAA!! “EH?! Apa itu?!” Teriak Kuromaru. “I.. itu.. adalah Helldog!”Kata Rai. “APAH?! Itu helldog!? Kok punya kepala tiga?!” Teriak Kanakimiko karena kaget. “Tidak ada cara lain.. kita harus membunuhnya.. jika tidak, maka kita yang dibunuh olehnya..”Kata Konoki.
“Kuromaru, gunakan listrikmu untuk melumpuhkannya! Matsuki, Daehan, Kanakimiko, bantu aku menyerangnya. Rai dan Rei, gunakan serangan jarak jauh. Kerjakan!” Perintah Konoki. “Siap!”Jawab mereka bersamaan. Mereka bersama-sama bekerjasama.
Beberapa lama kemudian, mereka terlihat kelelahan. “Khhh…! Sulit sekali melawannya!”Kata Kanakimiko.
“HEAAAA!!!” CRAATT! “Ukh.. Uhuk!” “Ku.. KUROMARU!! APA YANG KAMU LAKUKAN!!?” Teriak Rei. “Ukh… Aku kira.. de.. dengan serangan kejutan, ki… kita dapat me.. membu.. nuh nya… haha.. a.. aku bodoh.. ya… uhuk!” kata Kuromaru terbatuk-batuk. “Kuromaru.. kenapa kau melakukannya.. padahal kau sendiri sudah tahukan? Kalau kau sendiri dapat terbunuh.. sekarang, lihat dirimu.. Tubuhmu terbelah menjadi dua…” Kata Konoki. “ma.. maaf.. Konoki… aku.. bodoh… maafkan aku.. tolong.. ukh… bunuh he.. helldog itu.. aku ha.. rap.. kau dapat uhuk! Mengalahkannya.. Kau janji?” Tanya Kuromaru. “Ya… aku.. Janji…”Kata Konoki lemas. “Ba.. Baiklah.. sa.. sampai jum..pa… Sahabat…ku..” Tiba-tiba tangan Kuromaru lemas dan Kuromaru tidak bernafas. “aku… janji.. Sahabatku..” Kata Konoki sambil berdiri. “Konoki.. Apakah Kuromaru…” Tanya Rei. “Ya…” Seketika tubuh Rei gemetar dan terduduk sambil menangis keras. “Hei… Sudahlah.. di-“ PLAK!! Rei menepis tangan Rai.
Reipun berdiri Tergopoh-gopoh. Dia berjalan kearah Konoki dan berkata kepada Konoki “Konoki.. mari kita bekerja sama membunuh Monster sialah itu!”Kata Rei sambil mengambil anak panah yang berada di punggungnya. “Baiklah..” Kata Konoki.
BWOOSHH! Keluar kekuatan api dan Spirit pada kedua pedang Konoki.
KRIIEEETT!! Rei menarik anak panah pada busurnya dan seketika keluar angin berbentuk spiral pada anak panahnya. CTASS!! Rei melepaskan anak panahnya keatas. Dan tiba-tiba keluar anak panah raksasa beserta angin spiral pada anak panahnya.
JRRAAATT!! Anak panah tersebut menusuk leher Helldog tersebut. GRROOAAARRR!!!
“HEEAAAAA!!!!” Drap drap drap drap drap! SRAAT!! CRAAT!!
GROOAAARRR!!!
Whuusshh! Helldog tersebut menghempaskan tangannya. “HAH?!” Konoki pun kaget dan tidak sempat menghindar. CWAKK!! JRAATT!! Matsuki memotong tangan Helldog tersebut.
“KAU PIKIR HANYA KAU YANG DENDAM PADA HELLDOG ITU?! KAMI JUGA INGIN MENDAPAT BAGIAN UNTUK MEMBUNUHNYA!! TEMAN-TEMAN, SERANG!!”
“HEAA!!” BAK!! BUKK!! BAK!! CRAATT!!
GROOARRR!!! Tap! Kanakimiko mendarat di tanah “Konoki! Kesempatanmu! Serang sekarang! Serang bagian kepalanya!” Kata Kanakimiko. “HAH?! Ba.. baiklah!” Kata Konoki.
“Ketemu! Maaf.. tetapi aku harus membunuhmu.. karena kau membunuh salah satu sahabatku..” Kata Konoki “(Ini untuk sahabatku!)” CRAAT!!
GROOAAARR!!
Shuutt… ternyata Konoki menyerang kepala monster tersebut tepat pada kepalanya dan menggunakan pedang spirit.
Tap! Konoki turun dari kepala Helldog tersebut.
“Wahh! Kau hebat sekali Konoki!” Kata Kanakimiko. “Hah.. sudahlah.. sekarang kita harus menghormati Kuromaru dulu..” Kata Rei.
Akhirnya mereka menghormat kepada Kuromaru dan tunduk kepadanya, lalu menguburnya dan pergi melanjutkan perjalanan menuju PVP Guild.
Namun, Setelah beberapa hari kemudian, mereka mendapat masalah, Mereka dikepung oleh suatu pasukan tidak dikenal. “Hei! Apa-apaan ini?!” Teriak Kanakimiko. “Oh.. tidak, tidak ada apa-apa kok.. kami hanya ingin membunuh kalian karena telah mengalahkan Rank kami” Kata seseorang yang sepertinya pemimpin dari kelompok itu.
Tiba-tiba semua orang yang mengepung mereka tampak seperti tersengat sesuatu dan mati seketika. “Eh… apa barusan itu? Kita belum melakukan apapun ya kan?”tanya Daehan.
“Tunggu.. kekuatan ini.. tidak salah lagi…” Konoki bergumam”KUROMARU!” Teriak Konoki.
Tap! Tampak dua orang turun dari atas pohon. Mereka berdua memakai kerudung sehingga wajah mereka tidak tampak.
“Siapa kau?!” Kata Rei sambil menarik anak panah dari punggungnya dan bersiap-siap menembakkan anah panahnya jika mulai terjadi gerak-gerik yang mencurigakan.
“Tenang… kami orang baik-baik kok… kami datang dengan damai..” kata seseorang yang memakai kerudung tersebut. “suara ini… rasanya aku pernah dengar…” Rai bergumam.
“Majulah kawanku.. tunjukkan dirimu kepada mereka” Kata seseorang yang sama yang memakai kerudung itu lagi. “Baiklah” Kata seseorang yang satunya lagi. Orang tersebut maju beberapa langkah dan memperlihatkan wajahnya.
“Ingat denganku?”Kata orang yang membuka kerudung tersebut. Semua tercengang melihatnya. “A.. Apa?! Ba.. bagaimana… bisa…?! Ah..! aku pasti bermimpi!” Kata Matsuki. Lalu Matsuki menampar wajahnya sendiri. “Uhh… ternyata ini nyata.. bukan didalam mimpi… tapi.. bagaimana bisa?!”Kata Matsuki sambil memegangi pipinya yang sakit karena dia tampar sendiri. “Kebangkitan…”Kata Daehan. Kanakimiko pun bingung dan berkata “Hah? Maksudnya…? Kebangkitan?” “Ya.. kebangkitan, Orang yang telah bangun kembali setelah kematian datang kepadanya karena dipanggil untuk hidup kembali oleh seseorang yang membangunkannya.. Dan itu tidaklah mudah untuk melakukannya… dan yang hanya bisa melakukannya adalah… Witcher! Orang yang bersama Kuromaru adala Witcher!” Kata Daehan. “Siapa kamu?! Tunjukkan dirimu yang sebenarnya! Dasar witcher!” Bentak Matsuki.
“Hei.. kan aku sudah bilang.. aku datang dengan damai dan hanya ingin mengembalikan temanmu.. karena aku berhutang budi kepada kalian sebelumnya. Dan juga.. jangan sebut aku Witcher.. karena aku bukan Witcher.. Aku keturunan Witcher tetapi tidak melekat pada adat para Witcher karena dulu aku diusir dari kota, Dan akhirnya didalam Hutan ini, aku melatih prinsip attack ku. Aku bisa melakukan serangan jarak jauh, Jarak dekat, heal, dan juga aku bisa meng-upgrade kekuatan kalian...” Kata orang itu.
“Mu.. Mungkinkah… kau.. orang yang kita tolong saat kelaparan itu?!” Kata Konoki. “Ya… Aku membangkitkannya.” Kata orang itu. “Berarti selama ini kau mengikuti kami?!” Kata Kanakimiko. “Bukan aku yang mengikuti kalian, tapi burung itu yang mengikuti kalian. Jadi aku melihatnya melalui matanya”. Kata orang itu sambil menunjuk seekor burung elang. “Sudah dulu ya, sampai jumpa, aku akan selalu mengawasi kalian dimanapun kalian berada, aku akan selalu menolong kalian ketika kalian berada dalam kesulitan”. Kata orang itu sambil meninggalkan Kuromaru bersama Konoki dan teman-temannya.
__ADS_1
“Tunggu dulu!” Kata Konoki. “Maukah kau bergabung bersama kami?”Lanjutnya. Orang itu berhenti, tetapi tidak berbalik badan, hanya menoleh kesamping kanan sambil berkata “Untuk apa? Kalau hanya untuk memanfaatkan kekuatan yang aku punya, Aku bisa memberikannya kepada kalian, aku hanya tinggal mengulanginya lagi”. Kata Orang itu. “Tidak! Kami ingin bekerja sama denganmu! Berteman denganmu! Ikutlah Kami!” Teriak Konoki. “(Wah.. sepertinya Konoki ingin sekali orang itu masuk ke guild kita..)” Kata Rai dalam hati.
“Kau yakin? Ingin mempunyai anggota guild yang memiliki keturunan darah Witcher?”Tanya orang itu. “Tentu saja! Di guild kami, kami tidak membeda-bedakan ras dan suku!” Kata Konoki. “Kami berasal dari kelompok suku yang berbeda-beda…” kata Rei. “Yap! Betul!” Kata Daehan.
Orang itu mulai membalikkan badan dan berkata “Baiklah jika kalian memaksa..”. “Ini! Ganti dan pakailah jubah serta topeng ini!”Kata Daehan yang membawa perlengkapan Guild.
Orang itu menerimanya dan mulai membuka kerudungnya.
“….?! Kau?! Pe… perempuan?!” Teriak Daehan dan Matsuki bersamaan karena kaget. “Ya.. aku perempuan.. karena itulah aku diusir dari suku Witcher.. Karena aku perempuan yang seharusnya dilarang untuk menjadi Witcher”. Jelasnya. “Lalu.. siapa namamu?” Tanya Kanakimiko. “Namaku… Ko.. Konozekaru”Kata perempuan itu yang ternyata namanya Konozekaru. “Waahh… yey! Kita punya anggota perempuan lagi!” kata Kanakimiko dengan semangat karena selama ini, hanya dia yang berjenis kelamin perempuan di antara anggota guild.
“Sebagai rasa terima kasihku, aku akan meng-upgrade semua kekuatan kalian kecuali Konoki dan Kuromaru karena kekuatan kalian sudah cukup besar, jika di-upgrade lagi, aku khawatir, nanti malah kalian yang tertelan oleh kekuatan kalian sendiri”. Jelas Konozekaru. “Baiklah.. Kalau begitu, kita menginap disini dulu saja.. karena dari tadi kita sudah berjalan lama sambil berbicara…”Keluh Matsuki.
“Aku setuju” Kata Konoki “Aku dan Kuromaru akan mempersiapkan api unggun dan tenda, kalian diam saja karena kekuatan kalian sedang di-upgrade oleh Konozekaru”. Jelas Konoki.
Setelah kekuatan mereka di-upgrade oleh Konozekaru, mereka makan malam dan kemudian tidur. Konozekaru menciptakan rumahnya sendiri, karena dia berdarah keturunan Witcher, maka dia dapat menyembunyikan dan membawa markas kecilnya kemanapun dia pergi.
Keesokan paginya, Konoki dan teman-temannya meringkasi barang-barangnya dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota PVP Guild.
Terkadang, mereka mengalami kesulitan saat melawan beberapa orang atau monster, tetapi berkat adanya anggota berdarah keturunan Witcher, mereka dapat terbantu, ntah karena Konozekaru menyerang jarak pendek, jarak jauh, ataupun hanya sebagai healer.
Saat Ditengah perjalanan, Konozekaru tiba-tiba berkata kepada Konoki “Konoki, sebenarnya.. Kekuatanmu masih bisa ku upgrade.. tetapi….. aku takut, karena jika kekuatanmu aku upgrade… aku takut kamu merasa kami tidak dibutuhkan lagi.. karena kekuatanmu akan tidak terkalahkan oleh siapapun.. kecuali aku yang menghentikanmu...” Kata Konozekaru.
“hahaha… kau ini bicara apa sih… tentu saja aku tidak akan pernah membuang kalian… karena aku sudah menganggap kalian sebagai sahabat sekaligus keluargaku… Jadi, mana mungkin aku membuang kalian…”Kata Konoki. “Kau yakin? Tidak akan membuang kami?” Tanya Konozekaru untuk memastikan. “Saaaangat yakin” kata Konoki sambil mencubit pipi Konozekaru. “A.. Afuh.. Hahit! Honohi! Hahit!!(A.. Aduh.. Sakit! Konoki! Sakit!!)” Teriak Konozekaru. “Hahaha iya-iya.. maaf” Kata Konoki sambil tertawa kecil, lalu melepaskan cubitannya.
Akhirnya Konozekaru pun meng-upgrade Kekuatan Konoki. Tidak hanya kekuatannya saja yang berubah, ternyata fisiknya juga berubah.. badannya tidak kurus lagi.. tetapi sedikit tertambah massa pada lengannya. Konoki juga bertambah tinggi, suaranya pun tiba-tiba memberat. “Aku membantumu supaya lebih cepat pubertas hehehe” Kata Konozekaru.
Beberapa hari kemudian, Sampailah mereka di kota PVP Guild. Karena keberanian dan berpengalaman dalam hal bekerjasama. Mereka bersama-sama saling membantu hingga akhirnya, mereka merupakan Guild yang Terkenal dan terkuat didunia, dan karena ada seorang Witcher di guild mereka, yaitu Konozekaru, dan Konozekaru telah berhasil membuat ramuan anti kematian, Konozekaru memberikannya kepada mereka tetapi, sebagai gantinya, mereka tidak boleh mempunyai pasangan hidup. Konoki dan teman-temannya pun setuju dan meminum ramuan tersebut.
Karena kekuatan Mereka yang tak terkalahkan,
maka mereka disebut The eight Legendary
TAMAT
Demikian hasil cerita cerpen saya yang tidak berfaedah
Terima Kasih
__ADS_1