Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
CERPEN 32 KELAPARAN


__ADS_3


Apakah kamu pernah merasakan, ketika perutmu seharian tidak terisi oleh makanan? Selama hampir 24 jam tanpa terisi makanan dan minuman. Ini masih belum seberapa jika sudah melewati hari kedua dalam jangka waktu 48 jam tanpa sedikitpun makanan dan minuman itu masuk dan melewati rongga mulut.


Lain ketika kamu sedang menjalani puasa. Itu sudah lain cerita. Makan dan minum memang sudah diatur oleh waktu. Sangat berbeda dengan lapar karena memang tidak ada bahan yang bisa dimakan. Keinginan untuk menguyah makanan tidak terwujudkan. Lain dengan cerita dan kisah ini, kesibukan membuat dirinya lupa untuk makan sehingga ketika perutnya mulai berbunyi dan keroncongan baru sadar kalau dirinya butuh makan. Badan mulai melemah dan memang harus membutuhkan kalori untuk kembali beraktivitas lagi.


*******


Gadis dari pagi berkutat didepan laptop nya. Terlihat asyik menikmati pekerjaannya. Apa yang sedang dibuat Gadis didepan layar laptopnya itu. Memang sudah menjadi kebiasaan Gadis di sela-sela waktu libur nya menghabiskan waktu didepan laptopnya. Iya, Gadis suka menulis dan mengarang cerita.


Imajinasi Gadis sudah tingkat dewa. Gadis memiliki khayalan dan imajinasi dengan cerita- cerita fantasi timur yang tidak semua kalangan menyukai cerita itu apalagi ibu- ibu muda, remaja. Tentu saja genre cerita fantasi timur itu banyak diminati oleh kaum adam. Sedangkan genre romantis sangat digemari oleh kaum hawa.


" Gadis!!!" teriakan mama Gadis membuat Gadis tersentak. Padahal dirinya sudah mulai ber travelling menjelajahi gunung- gunung, menyeberangi samudera dan terbang dengan kekuatan supranatural. Itu khayalan dipikirannya.

__ADS_1


" Iya!" sahut Gadis dengan berteriak.


Mama nya dengan sabar mendatangi Gadis dengan membawakan makanan dan minuman untuk Gadis. Gadis masih saja cuek didepan laptopnya sambil mengetik menuangkan ide- ide brilian dipikirannya. Mama menggelengkan kepalanya melihat putri satu- satunya seperti tidak ingin diganggu olehnya. Mama Gadis mengambil kursi dan meletakkan kursi itu didekat Gadis. Akhirnya mama Gadis duduk di sana dan dengan sabar menyuapi Gadis. Gadis menatap mamanya seperti ingin mengucapkan terimakasih namun Gadis masih sudah sangat asyik masuk dalam alur cerita yang ia buat.


Gadis sambil mengunyah tetap fokus dengan kegiatannya. Matanya tertuju pada laptopnya serta jari- jarinya yang lentik menari- nari menuangkan semua ide- ide di dalam otaknya.


Mama Gadis menghela nafasnya. Kalau dirinya tidak. menyuapi putri nya itu mungkin sampai pagi seperti itu, tetap di depan laptopnya dan menulis di sana. Gadis lupa kalau tubuhnya juga memiliki hak untuk istirahat dan juga makan dan minum. Kalau tidak? Gadis akan mengalami gangguan di lambungnya.


Mama Gadis hanya sesekali menatap layar di laptopnya Gadis. Mamanya masih belum mau mengganggu konsentrasi dari putri nya itu.


"Bentar ma! Ini nanggung banget!" sahut Gadis masih tetap fokus dengan tulisannya.


" Kamu hari ini tidak jalan dengan Hendrick?" tanya mama Gadis.

__ADS_1


" Engga! Hendrick lagi naik gunung." jawab Gadis.


" Oh!" sahut mama Gadis.


Sebenarnya kalau mau memilih, mama Gadis lebih suka jika Gadis jalan- jalan dengan Hendrick pacarnya daripada mengurung diri terus didalam kamarnya, tidak keluar- keluar sampai lupa makan, minum dan aktivitas yang lainnya. Gadis, putri nya itu kalau sudah mood menulisnya keluar, bisa seharian nulis tak kenal lelah. Dan itu memang tidak setiap hari terjadi pada Gadis. Untung saja rutinitas kerjaan kantor nya membuat Gadis bisa menikmati dunia nyatanya. Tidak seperti ini, Gadis menjadi pribadi introvert kalau sudah menjadi penulis seperti ini. Gadis akan cuek dan bahkan lupa akan kebutuhan dirinya sendiri yang harus mandi, sholat, makan, dan juga bergaul dengan temannya.


" Mama! Jangan khawatir! Aku tidak akan lupa untuk bersosialisasi. Hobi menulis ku ini tidak akan mempengaruhi aku dalam ber-interaksi dengan sekitar aku. Namun mama kan tahu bukan, ini adalah hobi yang sungguh menyenangkan bagi aku." kata Gadis sambil menatap lekat wajah mama nya yang khawatir.


" Baiklah! Tapi kamu jangan sampai kelaparan yah, sayang!" sahut mama Gadis.


" Iya mama sayang! Lagi pula ada mama yang selalu mengingatkan Gadis untuk makan, kan? Apa lagi jika disuapin mama seperti ini, ini sungguh menyenangkan sekali." ucap Gadis sambil tersenyum.


" Baiklah! Semoga hobi kamu itu mendatangkan kesuksesan bagi kamu, sayang! Mama hanya bisa mendukung semua yang kamu lakukan, asal itu baik dan positif. Namun tetap menjaga kesehatan kamu, sayang!" kata mama Gadis.

__ADS_1


" Baik mama!" sahut Gadis sambil mencium pipi kanan mamanya.


__ADS_2