
Kamar terkunci? Pernahkah mengalami kejadian seperti ini? Kamu akan merasakan panik jika mengalami hal seperti ini. Apalagi ketika di kamar mandi. Pikiran kita menjadi buruk akan bayangan sosok makhluk halus penghuni kamar mandi itu. Lain ketika kamu terkunci di kamar bukan di kamar mandi. Rasa ketakutan nya mungkin tidak se takut ketika di kamar mandi. Apalagi kamar mandinya, kamar mandi umum, yang baunya tidak enak. Rasanya ingin menembus tembok saja atau menghilang dari sana.
Kamar terkunci bisa jadi kita sedang dikerjai oleh teman Kita yang dikunci dari luar. Namun jika ini tidak ada yang mengerjai kita, pantas jika kita berpikir yang bukan- bukan. Padahal belum tentu juga karena ulah dan kejahilan makhluk lain itu. Bisa jadi memang engsel kamar itu dalam kerusakan sehingga sulit untuk membukanya.
Kepanikan ini tentu saja akan mudah terselesaikan jika kita masih membawa ponsel kita. Kita bisa menghubungi orang terdekat kita dan tidak perlu berteriak-teriak minta tolong dari luar. Namun memang tindakan pertama kita adalah gedor- gedor pintu dan berteriak minta tolong dari orang yang mungkin sedang berada diluar mendengar suara kita.
Nah, jika kamu mengalami hal ini. Apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu bermain di taman hiburan kamu langsung bermain apa? Atau kamu akan mencari makanan yang jarang kamu temui di rumah makan atau restoran?
Atau kamu suka bermain komedi putar atau rollercoaster? Permainan yang memacu adrenalin. Masing-masing punya permainan yang disukai nya.
__ADS_1
Perjalanan taman hiburan yang ekstrim banyak diminati tidak hanya anak- anak melainkan remaja dan orang dewasa juga ikut meramaikan tempat ini. Apalagi bersama pasangan kita bermain permainan yang memacu adrenalin kita. Teriakan yang lepas ketika bermain rollercoaster juga bikin puas. Ketakutan namun disertai teriakan yang membuat hati lega.
Nah, kamu ingin bermain apa jika berada di taman hiburan?
Malam ini cuaca terang. Bintang bertaburan cahayanya. Suasana sangat mendukung saat ini kita sedang berdua dalam temu rindu ini. Kangen karena sudah berbulan- bulan kita baru bisa berjumpa. Ini sungguh membuat kita serasa seperti mimpi.
" Aku pikir, kita tidak akan pernah berjumpa kembali." katamu sambil menatap lekat wajahku.
" Karena kita sudah sangat jauh terpisah oleh hamparan luas yang membentang." jawab mu. Aku yang mendengar nya menjadi tertawa karena kata- kata yang sungguh berlebihan itu.
" Kenapa kamu tertawa?" tanya mu.
" Apakah kamu tidak ingin berusaha merebut hati ku?" kataku.
__ADS_1
" Aku tidak berani, karena kamu sudah menjadi miliknya. Dan nyatanya kamu lebih memilih nya." jawab mu.
" Kamu menyerah?" tanyaku.
" Aku hanya cukup puas melihat kamu bahagia. Itu sudah lebih dari cukup!" sahutmu sambil tersenyum.
" Lalu, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga sudah bahagia dengan pilihan orang tua kamu?" tanyaku memastikan.
" Aku akan belajar merasakan bahagia itu, walaupun sebenarnya yang aku inginkan adalah kamu kebahagiaan itu." jawab mu.
" Syukur kalau begitu!" sahutku.
" Tapi, bolehkah sebelum aku pergi dan pulang ke tempat aku, aku mencium kamu?" katamu dengan sorot mata yang tidak bisa aku artikan.
Di langit berbintang. Diantara dinginnya malam. Dengan suara malam yang hening mencekam. Suara binatang malam ikut menyaksikan. Kita akhirnya sama-sama berani melakukan dosa. Ciuman yang seharusnya sudah tidak boleh terjadi diantara kita. Tapi inilah kenyataan nya, kita sama- sama merasakan nikmatnya dosa itu dalam ciuman yang panjang dengan saksi langit berbintang.
__ADS_1
" Maaf! Hanya untuk malam ini saja!" katamu dengan sorot mata yang tidak bisa aku jabarkan.