Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
CERPEN 29 BERI ALASAN KENAPA CINTA KITA TIDAK BERSATU


__ADS_3


Malam ini kamu mendatangi aku, ketika aku merasakan sedikit keluhan terhadap perutku. Kamu membawakan bubur ayam kesukaan ku sebagai bentuk perhatian dan kasih sayangmu terhadap ku.


" Apakah masih sakit?" tanya Sudra kepadaku.


" Huum!" jawabku dengan manja. Lalu tanganmu memberikan kehangatan ke telapak tanganku.


" Yuk makan dulu, Hamidah! Aku membawakan bubur ayam kesukaan kamu." ucap Sudra sambil mengusap pucuk kepala ku dengan lembut.

__ADS_1


" Masih pahit mulutnya! Nanti saja!" kata ku dengan merengek manja. Sudra masih tetap membelai puncak kepalaku dengan lembut. Senyuman nya sungguh-sungguh tulus penuh kesabaran.


" Ayolah sayang! Sedikit saja yuk! Dikit-dikit makannya." rayu Sudra masih dengan lembut.


Aku menggeleng pelan.


" Ayo dong, sayang! Jangan membuat aku sedih dong! Ayo makan dulu bubur ayamnya! Kamu biar cepat sehat." rayu Sudra dengan lembut. Namun tatapan nya sudah penuh dengan permohonan.


Pelan- pelan Sudra mulai menyuapi aku dengan penuh kesabaran. Ditatap nya mataku dengan penuh kasih. Sepertinya dia tidak akan mau membiarkan aku dalam kesakitan sendiri. Sakit yang aku rasakan seperti membuat dirinya tertusuk duri dihatinya.

__ADS_1


Hubungan aku dengan Sudra sudah berlangsung cukup lama. Dari aku duduk di bangku sekolah menengah atas sampai aku kuliah saat ini. Memang antara kedua orang tua kami masih belum mempersoalkan tentang perbedaan yang terjadi. Mungkin saja mereka berpikir kami belum dinilai serius dalam menjalin hubungan menuju ke pernikahan atau


berumah tangga. Sehingga kedua orang tua kami masih belum melarang atau menentangnya. Mereka masih melihat kami berpacaran sewajarnya.


Namun setelah kami mulai sama- sama bekerja dan mandiri. Kedua orang tua kami mulai sedikit memperhatikan perbedaan diantara kami. Aku yang berjalan ke kanan dan Sudra yang berjalan ke kiri. Namun dari semua itu kami selalu menghargai selama ini. Ketika aku merayakan hari raya besar dari agama dan keyakinan ku, kamu tidak lupa mengucapkan selamat dan turut bergabung merayakan bersamaku. Demikian halnya ketika Sudra juga merayakan hari besar dari keyakinan yang dianutnya, aku juga dilibatkan didalam keluarga nya untuk ikut merayakan nya.


Aku dan Sudra saling menghargai dari keyakinan kita yang berbeda ini. Namun ketika kasih sayang kita sudah semakin besar dan kita sudah mulai terbiasa saling bersama dan menyayangi kami dihadapkan oleh satu titik ini. Dimana kami harus bisa memilih dan menentukan pilihan dalam hidup. Apakah aku harus mengikuti Sudra dan meninggalkan keyakinan ku atau Sudra yang mengikuti aku ikut masuk dalam keyakinan ku selama ini. Ini adalah suatu pemaksaan jika hati kami masih mempercayai akan keyakinan yang sudah dianut selama ini.


Aku hanya ingin, semua atas dasar karena panggilan hati. Aku atau kamu yang akan menuntun panggilan suci itu ke arah jalan mana yang akan kita pilih menuju jalan Nya. Sehingga kita tidak berbeda-beda jalan dalam melangkah menuju kasih sayang Nya. Agar kita bisa satu pemikiran dan pemahaman dalam melangkah bersama mencari ridlo Nya dan mendapatkan kasih Nya. Kita kan berharap selalu mendapatkan keberkatan dariNya dalam menjalani kehidupan ini.

__ADS_1


Kamu tahu Sudra! Aku sudah sangat terbiasa dengan kamu. Jadi, apa pun itu semoga kita bisa tetap bersama dan bersatu. Aku sudah mendapatkan kenyamanan ketika berada disisi kamu. Dan kamu bisa mengerti akan kemauan aku. Kamu begitu kasih dan menyayangi aku dengan tulus dan tanpa syarat apapun. Kamu? Bagi aku adalah laki-laki sempurna di mataku.


(Jambi, 13 Januari 2022)


__ADS_2