
Menyusuri jalanan yang sudah sepi. Menunduk karena meratapi nasib. Entah apa yang saat ini dirasakannya. Terlihat semangat itu mulai mengendur. Harapan nya pupus karena tak ada suara- suara yang mendukung dan memberikan kekuatan untuk melangkah. Terkulai lemah atas ketidakberdayaan meneruskan perjuangan. Padahal jalan lurus itu masih membentang panjang. Pandangan masihlah sangat jauh untuk mencapai tujuan. Belum ada setengah jalan, namun semangat itu terpatahkan.
Dia bagaikan boneka tertinggal di sudut jalan. Menyusuri jalan sepi tak ada yang berlaku lalang. Boneka yang seperti setengah nyawanya hilang dari raganya. Bahkan ketika putus asa itu menghinggapi dirinya, seketika diam, bisu tak ada gairah maju. Hanya mengikuti alam yang akan membawa nya pergi dari tempat itu.
Boneka di sudut jalan serasa ditinggal orang-orang yang mencintai nya. Hanya berharap dan menanti ada yang membawanya pergi dari sana. Menolongnya dari ketidakberdayaan ini. Air mata tidak lagi bisa keluar dari sudut matanya lagi. Hatinya sudah mati karena sudah putus dari harapan.
Saat ini, hanya mampu diam tanpa bisa menghindari panasnya terik matahari dan basahnya air hujan yang dingin. Jika saja dia mampu berucap. Paling tidak itu adalah bentuk usaha untuk keluar dari lingkaran membelenggu diri.
" Aku sebagai perumpamaan, boneka yang sudah tidak bisa lari. Boneka ini, boneka yang tertinggal di sudut jalan. Menanti akan datangnya yang dinanti. Pertolongan yang bisa memberikan kekuatan semangat lagi. Tidak seperti saat ini, sedih dalam putus asa diri."
Ku cari- cari profil kamu di instagram. Diam-diam aku masih memperhatikan kamu. Iya, setelah kita sepakat untuk menyudahi hubungan kita itu aku masih berusaha ingin mengetahui kabar kamu. Bagi aku kabar kamu yang penuh bahagia dan keceriaan selalu aku tunggu. Jika sehari aku tidak mengetahui kabar mu, aku masih dilanda gelisah dan limbung. Jujur, aku masih menyayangi kamu. Aku masih merasakan rindu dengan kamu. Entah kalau kamu.
__ADS_1
Hari ini kamu meng-upload foto dirinya. Foto kamu terlihat menunjukkan keceriaan. Dengan senyuman yang mengembang kamu bersama teman dekat mu sekarang. Kamu ingin menunjukkan bahwasanya kamu sudah memiliki pengganti aku. Kamu berdua dengannya. Dengan laki-laki yang keren bagi kamu. Foto selfie kamu dengan dirinya ketika sedang makan bersama di restoran mewah. Mungkin tidak pernah kamu dapatkan ketika bersama dengan aku.
Aku belum bisa memberikan kesenangan itu padamu. Aku yang kerja sebagai buruh dan masih membantu adik- adikku meneruskan sekolah, rela mengorbankan keinginan aku. Semua karena tinggal ibuku yang sudah berstatus janda yang ditinggal meninggal oleh bapak. Dan aku harus ikut membantu meringankan beban ibuku yang masih membiayai sekolah adik- adikku.
Namun aku cukup tahu, kalau kamu sudah menemukan seseorang yang lebih baik dari aku. Dari upload yang ada di instagram kamu dengan caption ' Makan Siang Dengan Kasihku.'
Kamu sudah tidak perlu menjaga perasaan aku karena kita sudah sepakat mengakhiri hubungan itu. Dan aku kembali fokus ke keluarga ku. Cukup setiap hari aku mengetahui kabar kamu. Kamu dengan wajahmu yang berseri- seri. Mungkin saja aku bukan orang yang kamu mau.
Seperti saat ini aku sengaja ke belakang sekolah. Setelah jam istirahat aku tidak langsung masuk ke kelas. Namun aku langsung ke belakang sekolah yang di sana ada hutan yang cukup rindang dan sepi untuk sekedar belajar atau berbincang dengan doi.
Aku saat ini duduk di kursi kayu di hutan belakang sekolah itu. Aku menunggu seseorang yang sudah memberikan pesan kepadaku. Katanya aku disuruh menunggu di hutan belakang sekolah ini. Dia ingin mengatakan sesuatu. Entah apa yang akan dia sampaikan kepadaku. Aku hanya mengikutinya saja. Kalau tidak lantaran aku sedikit menyukainya, mungkin saja aku masih tidak ingin menuruti kemauannya. Namun karena aku juga sudah lama naksir dengan nya, makanya aku mau saja ke hutan ini.
Sudah setengah jam berlalu, kamu sendiri yang tidak datang ke hutan itu. Padahal kamulah yang menyuruhku ke tempat ini. Karena sudah mulai habis satu jam berlalu kamu tidak juga datang di hutan belakang sekolah ini, maka aku kembali ke kelasku. pelajaran sudah berganti yang baru.
__ADS_1
Setelah pulang sekolah kamu akhirnya mencari aku di kelasku. Lalu kamu mengajak aku ke hutan di belakang sekolah itu.
" Aku tadi sudah menunggu kamu disini, kamu malah tidak datang." protes aku.
" Maaf! Tadi tiba-tiba jam itu ada ulangan mendadak. Sekarang saja aku bicara dan menyampaikan sesuatu." katamu.
" Apa? Cepatlah katakan! Aku sudah mulai lapar dan aku juga merasa takut jika sudah sepi seperti ini, Anak-anak sudah pulang semuanya." kataku.
" Aku hanya bilang! Bolehkah aku pinjam catatan sejarah minggu lalu?" ucap mu tanpa merasa berdosa mengatakan itu padaku.
" Astaga naga! Kalau hanya ingin pinjam catatan sejarah kenapa harus menyuruhku ke hutan belakang sekolah ini, hah? Kamu kan bisa mencari aku di kelas!" protes aku dengan emosi.
" Maaf! Aku malu jika mencari kamu di kelas. Nanti orang-orang akan mengira aku, aku menyukai kamu dan PDKT dengan kamu." alasanmu.
" Ya sudahlah, ini bukunya! Aku mau pulang!" kataku sambil mengambilkan buku catatan sejarah di tasku lalu pergi meninggalkan hutan itu.
__ADS_1
" Benar- benar yah! Aku kira dia mau menembak ku, loh! Aku sudah menyiapkan jawaban apa jika dia hendak mengatakan suka padaku. Tapi nyatanya? Eh, panjul- panjul!" gumam ku.