Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
Ku tak Sempurna


__ADS_3

Merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri cendrung di alami Sukma. Seorang ibu muda dengan anak dua.


Di kelahiran anak pertama, Sukma tak merasakan berat, aktifitas bisa di laksanakan dengan normal. Sebagai guru honorer Sukma melakoni dengan sabar.


Awalnya di satu sekolah sukma mengajar, lalu tiga sekolah ia lakoni dengan jenjang yang berbeda, SD, SMP dan SMA.


Suami Sukma setia mengantar jemput, dengan kendaraan roda dua, pagi ia antarkan Sukma lalu siang jemput sesuai jadwal di mana Sukma mengajar.


...****************...


Hari hari di lalui, lika-liku rumah tangga terlewati, pernak-perniknya begitu unik, banyak tikungan tajam, jurang yang terjal, riak-riak pertengkaran sepele kerap bisa di tangkis dengan berusaha saling menerima kekurangan dan kelebihan.


"Tidak mungkin Tuhan menyatukan jika bukan jodoh dan taqdir ilahi". Ungkap suami Sukma dengan sabar ia menenangkan keadaan pasti berubah.


Ia memang pekerja keras, tak kenal lelah mencari nafkah untuk keluarga. Bergiliran kami mengasuh anak.


*****


Di enam tahun pernikahan, Sukma melahirkan anak kedua, sudah banyak konflik mulai bermunculan, anaknya sakit-sakitan, jam mengajar sering di tinggalkan, suaminya bermain api, goda sana sini, janda perawan dia goda.


Status WhatsApp mulai genit, joged di atas panggung ia pamerkan di Facebook, WhatsApp, tik-tok. Kini suaminya telah berubah drastis karena pergaulan.


Sukma meradang, ia tidak menyukai perlakuan suaminya.


Kata-kata baik, sopan dan mengatakan ketidak setujuannya atas perubahan suaminya ia utarakan.


Namun suaminya tak bergeming, malah semakin menjadi-jadi, dengan alasan mampu memberikan jajan yang cukup untuk anak-anaknya, sedangkan Sukma tak ia perdulikan


Perempuan makhluk Tuhan yang maha bisa mengenali diri sendiri, mampu menahan emosi meski tersakiti, mampu membalas keburukan dengan kebaikan.


Tekadnya sudah bulat. "Biarkan ia begitu, suatu saat nanti pasti ia menyadari semua kesalahannya".


Sukma tak lagi berkata baik dan sopan, sompral membalas tiap ucapan suaminya.


Sukma sedang di ajari berdusta


Sukma sedang di ajari berhianat


Sukma sedang di ajari berselingkuh, oleh


Suaminya, yang dulu ia patuhi dan hormati


...****************...


"Cape rasanya, terserah".


Getir ia rasakan, namun dua buah hatinya menjadi api membara untuk bertahan dalam rumah tangga yang goyah.


"Sombongnya bukan kepalang, suamiku lupa pada kisah Fir'aun yang di binasakan dengan begitu mudahnya, meski bala tentaranya hebat, kekayaannya banyak". Sukma terus saja memotivasi dirinya, agar tidak terpuruk.


Dan bagaimana kisah istri Fir'aun yang taat kepada Allah. Siti Asiah.. tak gentar dengan ganasnya Fir'aun. Tetap menghormati tetapi tidak mematuhi.

__ADS_1


...****************...


"Aku bukan orang bodoh". Ujarnya pada rumput yang bergoyang di belakang rumahnya.


Sempat Sukma ingin meninggalkan rumah, "Tapi bagaimana dengan anak-anak", desisnya.


Kelak anak menjadi dewasa, investasi masa depan. Semoga kelak keduanys membahagiakanku tanpa syarat.


Pakaian yang sudah tertata rapih di dalam tas kembali di biarkan di dalam kamar. Akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk pergi.


Semua terlalu manis untuk di kenang. Makan bersama dengan ikan asin, mie instan kami lahap apabila tidak mampu membeli beras dan ikan, jatuh dari motor. Semua kenangan yang tidak akan terlupakan.


Sukma mengira di kala masa susah di lewati bersama, ketika kesenangan akan di raih bersama.


Tidak menghujat dan menghakimi istri hanya sebagai insan yang lemah, tidak boleh tahu urusan suami.


Padahal paradigma yang seperti itu salah, menomor duakan istri dan keluarga di bandingkan dengan pekerjaan dan bisnis.


Tak akan sebanding, Isteri bulan saudara kandung, tetapi mau hidup bersama


Istri adalah sosok yang tahu betul kekurangan dan kelebihan suaminya, di bandingkan ibu kandung dan saudara kandungnya.


Perlakukan lah istri sebagai ratu di dalam keluarga, maka keluarga akan bahagia.


Istri rela sakit, asal anak dan suami tidak sakit. Begitu banyak pengorbanan seorang istri untuk keluarganya, istri adalah penopang suami, bukan benalu dalam kehidupan suami. Bukan hanya sekedar teman tidur, tetapi makhluk yang unik ciptaan Tuhan.


Unik dari segala bentuk. Ketika marah masih bisa tersenyum.


Ketika bahagiapun istri bisa menahan diri agar tidak larut dalam buaian kebahagiaan.


...****************...


Semua berubah. Sukma menjadi tegar dan tidak menyerah.


Air mata tak lagi menetes, Sukma melawan kegetiran hidupnya dengan giat bekerja dan merawat tubuh.


"Suamiku banyak di luar, banyak yang ia lihat. Perempuan cantik-cantik," Sukma Ki ni cantik dan harum. acapkali berhias bukan untuk suaminya, tetapi untuk dirinya.


Skin care, lipstik, pensil alis ia kenakan, meski hanya di rumah saja, ia berdandan.


Peralatan make-up Sukma beli dengan uang sendiri, di depan kaca Sukma berucap "Cantik ini tak lagi untukmu, hanya untukku". Kebencian membara untuk suaminya.


Penghasilan Sukma sebagai guru honorer tak seberapa, mesti mencari tambahan penghasilan untuk ke salon dan perawatan wajah. "biar terawat, kulit kusam hilang, flek hitam menghilang".


Paket glowing.


"Perawatan wajah perlu, usia sudah bertambah, saingan berat di luar sana berjejer", cekikikan Rahma sahabat Sukma.


"Suamimu sekarang pejabat, banyak gaya dan tingkah". seolah-olah di atas angin, semua memuja-muji keberhasilannya.


"Namun suamiku lupa ketika tak punya uang, tak berpenghasilan pasti, selama itu aku menemani dalam kesusahan dan penderitaan". Sukma menjerit.

__ADS_1


"Jangankan makan di luar, jalan-jalan setiap hari Minggu. Tidak pernah"


Benar-benar tidak di sangka, entah apa yang telah merasuki Suami Sukma, tak berubah wujud tetapi berubah tabiat.


" Sabar harus di tingkatkan", ujar Bu Evy teman mengajar Sukma.


"Laki-laki berat cobaannya, di usia empat puluh dan enam puluh. Masa pubertas".


"Terkadang godaan rumah tangga juga ada di fase itu". Bu Evy lebih bijaksana menyikapi setiap persoalan.


Sukma selalu merasa nyaman kalau sudah mencurahkan isi hatinya.


"Plooong rasanya... semua curahan hati telah terluapkan". Sukma menghela nafas dalam.


Ku tak sempurna, parasku biasa saja, hidung pesek, tinggi badan pendek. Secara fisikkah cinta menilai? Lantas kenapa harus ada pernikahan jika hanya untuk perbandingan.


"Dia bandingkan aku dengan yang lain".


Dalam dekapanpun suaminya tega membayangkan janda tetangga rumah.


Isakan tangis Sukma tak bersuara, tangannya mengepal ingin rasanya membunuh suaminya.


Istri baik, suami munafik.


Istri cantik suami khianat.


Istri kaya di sakiti.


Tidak ada suami idaman, semua nisbi, semu semata.


Mata jalangnya, binal, nakal tak berharga.


Dimanakah kesucian cinta? Jika istri setia masih di sakiti.


Suamiku tidak percaya cinta, tetapi ia menebar cinta kemana-mana.


bohongb


Jika istri yang tidak banyak hutang tergadaikan rasa penghianatan.


...----------------...


Karma pasti berlaku, "tapi bukan buat ku dan anak-anakku, tetapi untukmu. Suami laknat dan hianat.


Tidak ada kenangan, tidak ada canda tawa. Sepi dan hening.


Kematian mengakhiri suami Sukma yang meregang nyawa di ujung tombak kesombongannya.


...----------------...


Sukma menghela nafas dalam, kini tidak ada halangan. Suami nya kini telah terkubur tanah merah.

__ADS_1


__ADS_2