Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
CERPEN 42 BENCI DAN CINTA


__ADS_3


Betapa aku sulit untuk membedakan antara perasaan ini. Ketika kebencian sudah mulai memenuhi otak dan pikiran. Rasanya aku begitu sangat membencimu ketika kau dengan sengaja membuat aku cemburu. Namun betapa ini meresahkan aku. Aku tidak bisa berdiam untuk memikirkan kamu. Iya, nama kamu masih terpahat di hatiku. Padahal kamu sering menyakiti aku. Bahkan aku pikir itu kamu sengaja melakukan itu kepadaku. Entah apa maksudnya itu?


Seperti pagi tadi, kamu dengan senyummu yang mengembang mempamerkan kedekatan kamu dengan wanita itu. Entah wanita itu spesial buat kamu atau hanya kawan dekat mu. Entahlah, kamu yang tahu.


Anehnya, aku tetap diam membisu. Aku tidak memprotes dan bertanya akan hal itu. Aku masih terlalu kuat akan gengsi itu. Aku pikir, jika kamu masih ingin mengejar ku, kenapa kamu harus menunjukkan kemesraan kamu dengan wanita baru. Disaat kita sudah mulai menjauh dan sesungguhnya kita masih sama- sama saling ingin tahu posisi dan letak perasaan itu.


Setelah satu bulan kita sama-sama tidak bergeming. Akhirnya kamu berbicara kepada ku. Dan sekarang kita bertemu dan duduk saling berhadapan.


" Apakah kamu, sedikitpun tidak merasakan cemburu itu kepadaku?" tanya mu sambil menatap wajahku.


Aku masih diam belum berani menjawabnya. Apakah aku harus mengungkapkan segala kekesalan ku terhadap mu. Apakah aku harus mengaku kalau aku sangat cemburu? Apakah aku harus mengungkapkan kalau aku benci kamu ketika kamu diam membisu terhadap ku? Ini membuat sesak hati aku.


" Apakah wanita itu spesial bagi kamu?" tanya aku balik.


" Tidak!" jawab mu singkat.


" Ya sudah! Aku hanya berusaha mempercayai kamu. Namun kamu malah sengaja menunjukkan sesuatu yang membuat aku membencimu." kataku akhirnya.


" Maaf! Wanita itu private kepadaku dan aku seorang pelatih baginya." Ucap mu yang membuat aku kembali menarik nafas lega.


" Aku tahu itu! Tetapi kenapa kamu selalu sengaja membuat aku cemburu? Dan kamu tahu aku membencimu karena kamu tidak menjaga perasaanku. Aku juga memiliki rasa cemburu." ucapku akhirnya jujur.

__ADS_1


Kamu tersenyum, akhirnya aku bisa mengatakan hal itu kepadamu.


" Kamu senang? Ketika aku benci karena kamu sengaja membuat aku cemburu. Dan ini kamu malah tersenyum?" kataku lagi rasanya ingin kembali marah kepadamu.


" Maaf! Tetapi aku sangat senang jika bisa melihat kamu cemburu." katamu.


" Walaupun itu menyakiti hatiku?" sahutku.


" Maaf!" katamu sambil tersenyum.



Mungkin aku mulai jenuh setiap hari selalu bersama kamu. Aku ingin merasakan rindu itu ketika kita mulai jauh. Apakah kamu akan kehilangan aku jika tanpa aku di sini kamu? Aku ingin tahu itu.


Bepergian sendiri, menikmati kebebasan tanpa harus selalu mengerti akan kamu. Pergi sendiri tanpa aku harus terikat akan hubungan dengan kamu. Mungkin ini sebuah lelucon. Namun aku perlu bergabung dengan teman- teman ku dan sementara waktu menikmati kebebasan bercanda, ngobrol panjang lebar tanpa ada batasan.


Mungkin ini awalnya aneh. Bepergian sendirian tanpa kamu. Namun terkadang aku butuh sendiri dalam keramaian orang tanpa ada yang mengenali aku. Namun setelah itu aku bertemu dengan komunitas itu yang mengenali aku dengan keceriaan itu.


Ketika bepergian sendiri, kamu pasti merasakan kecemasan itu. Kecemasan karena apakah aku sudah makan atau belum dan memastikan keadaan ku baik- baik saja.


Apakah kamu lupa? Ada yang selalu melindungi langkah kita sebelum kita melangkahkan kaki kita. Ada yang selalu mengawasi kita dalam setiap langkah kaki ini. Jangan lagi khawatir karena hati kita ada nama Nya. Dia akan melindungi kita karena kita tidak akan melupakan nama Nya. Walaupun aku bepergian sendiri, ada DIA dan nama kamu yang melindungi ku. Jadi jangan ragu akan itu.


__ADS_1


Tiba-tiba dada ini sesak. Entah apa yang terjadi. Apa ada sesuatu yang terjadi pada orang terdekat aku. Ketika tidur pun tiba-tiba aku tersentak dan terbangun. Seolah namaku telah di sebut.


Satu bayangan wajah itu mulai mengganggu. Apa yang terjadi terhadap kamu. Aku seketika menjadi merasakan kecemasan itu. Apakah kamu sakit? Apakah kamu sedang ada masalah? Kita saat ini jauh. Kita saat ini terpisah samudera yang membentang luas. Namun kata- kata janjimu sudah membuat tenang hati aku. Namun kini kenapa kecemasan mendadak di hati aku. Apa sebenarnya yang terjadi padamu?


Aku mencoba menghubungi kamu. Lama tidak diangkat panggilan aku. Ini semakin membuat cemas hati aku. Ada apa sebenarnya ini?


Pagi telah membangunkan aku. Aku tertidur dalam kecemasan memikirkan kamu hingga aku rasa belum kenyang akan tidur malam ku. Aku kembali menghubungi kamu. Akhirnya panggilanku sudah terhubung dan ada suara yang menyapaku.


" Halo!" sapa suara diseberang itu tetapi bukan kamu. Entah siapa dia itu. Suara wanita yang tidak aku kenali.


" Apa benar ini nomornya Arga?" tanyaku pelan karena ragu- ragu.


" Benar! Tapi Arga nya masih tidur. Maaf ini siapa yah?" tanya suara wanita itu.


" Apakah di sana tidak tertulis namaku?" tanyaku penasaran.


" Maaf, disini tertulis TUKANG LAUNDRY. Apakah ibu hendak mengambil cucian kotor milik Arga?" kata wanita itu.


Akhirnya aku menyudahi panggilan suara keluar itu. Aku? Tukang Laundry?


Apakah ini kecemasan mendadak itu? Arga telah bersama wanita itu dan Arga masih tidur?


Betapa hati ini tidak bisa dibohongi. Kecemasan mendadak yang berhubungan dengan ikatan hati. Kini porak-poranda karena kesakitan ini. Oh sesaknya, rasanya sesakit ini menusuk hati.

__ADS_1


(Jambi, 1 Pebruari 2022)


__ADS_2