Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
CERPEN 43 DENYUT JANTUNG


__ADS_3


Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Aku belum juga menyadarinya ketika aku bertemu dengan kamu. Hanya melihat sekelebatan bayangan kamu pun seketika aku merasakan debaran jantung ini begitu kencang. Detak jantung ini menderu seperti genderang. Sungguh! Aku tidak akan menyangkalnya. Namun aku tidak punya keberanian untuk mendekati kamu. Kamu bagi aku sangat sempurna. Kamu memiliki prestasi yang bisa diunggulkan. Kamu selalu menjadi idola. Kamu selalu di depan. Tidak hanya memiliki paras yang menawan. Namun kamu luar biasa dengan segala gudang prestasi yang kamu dapatkan. Dan aku bukan siapa-siapa kalau sudah menyadari itu.


Saat ini ketika rapat organisasi. Aku datang sebagai anggota dan kamu adalah salah satu pengurus itu. Kamu di depan memimpin rapat. Mataku tidak berkedip mengagumi sosok mu. Sungguh jika aku lebih mengenal mu lebih dekat, mungkin jantung ini tidak akan terlalu ber genderang.


Setelah rapat itu usai, kamu mendatangi aku. Kamu berusaha lebih dekat. Ini seperti harapan ku ketika menatap kamu dalam memimpin rapat itu. Betapa aku merasakan jantungku tidak karuan. Tanganku mulai berkeringat dingin karena dekat dengan kamu. Apakah ini rasa kagum yang berlebihan. Ataukah aku benar-benar mengidolakan kamu? Atau ini rasa cinta itu?


Mungkin saja aku terobsesi dengan kamu. Atau karena aku mengidolakan kamu dengan segudang prestasi kamu. Ketika kamu mulai mendekati aku, kamu mulai bercerita dan bertanya banyak hal tentang aku. Aku sungguh merasa bahagia saat itu. Kamu tahu, setiap malam nama dan sosok mu menjadi semangat ku.


" Kamu kenapa? Aku merasa, aku selalu kamu memperhatikan aku. Tetapi kamu tidak berusaha mendekati aku? Kamu seolah menjauh dari aku." tanya mu akhirnya ketika sudah mulai serius dan melihat aku mulai sedikit rileks.


Betapa pertanyaan itu membuat aku terkejut. Jika aku jawab jujur pasti itu akan mempermalukan diriku. Tapi sungguh kamu benar-benar ingin tahu.


" Apakah kamu membenci aku?" tanya mu kembali.


" Tidak! Tidak, kamu salah!" sahutku akhirnya.


" Lalu?" tanya kamu kembali.


" Aku? Aku takut!" kataku.


" Kamu takut aku? Kenapa?" tanyanya kembali.


" Aku takut ketika dekat dengan kamu, jantungku tiba-tiba terlepas dari sini." jawabku akhirnya sambil menunjukkan letak jantungku. Kamu seketika tersenyum dengan manis nya.


" Kenapa?"

__ADS_1


" Karena aku sangat mengagumi kamu! Ketika kamu di dekat aku saat ini pun betapa aku tersiksa karena denyut jantungku tidak menentu. Bagi aku, kamu sangat sempurna di mataku. Memiliki kamu pun aku tidak akan berani." kataku dengan jujur sambil menunduk.


Kamu semakin menatap bola mataku. Betapa aku tidak kuat melawan tatapan mata itu. Aku kembali menunduk.


" Dingin sekali tanganmu!" katamu sambil meraih pergelangan tanganku. Aku sungguh terkejut ketika kamu meraih tangan aku.


" Benar! Kamu takut yah, dengan aku?" katamu lirih sambil mengusap telapak tanganku supaya lebih hangat.


" Aku akan membuatmu lebih tenang. Aku akan sering-sering mendekati kamu. Aku akan membiasakan memperhatikan kamu. Supaya kamu merasakan denyut jantungmu damai ketika bersama aku." kata kamu serius.


Benarkah ini? Aku yang mengidolakan kamu, kamu menawarkan ini kepada ku?"


" Jujur, aku juga mengagumi kamu?" katamu akhirnya.


" Kamu?" tanyaku.


" Iya! Kamu berbeda. Dan itulah yang membuat aku semakin ingin mengenalmu lebih jauh." katamu yang membuat jantung aku seperti disirami sejuknya air es.



Ini adalah mimpi. Namun aku tidak ingin ini hanyalah angan-angan kosong tanpa realisasi. Aku akan mengejar itu sampai mencapai hasilnya. Gagal sekali bukan berarti besok aku akan gagal kembali. Paling tidak aku sudah memulai mewujudkan mimpi ini menjadi nyata. Paling tidak aku bisa bercerita dari kegagalan atau sukses dikemudian hari.


Berawal dari mimpi, dan semua harus dimulai lagi. Melangkah pasti dengan segala usaha- usaha ini. Yakin saja! Percaya pada potensi sendiri. Ini hanya masalah waktu. Kesuksesan kita ada ditangan sendiri. Suatu hari nanti, aku pasti akan berterimakasih atas semangat ini. Semangat untuk meraih mimpi itu.



Diam-diam aku mengagumi kamu. Diam-diam aku menyukai kamu. Namun aku tidak berani mengungkapkan perasaan itu. Apakah semua yang aku rasakan ini, kamu rasakan juga ketika itu? Perasaan ini hanya aku simpan di hati. Memujamu hanya menjadi rahasia hati ini.

__ADS_1


*******


Perasaan itu ketika aku duduk di bangku sekolah. Aku mulai menyukai lawan jenis ku. Namun aku tidak ingin orang yang aku sukai itu mengetahui perasaan aku. Hingga waktu telah berlalu. Perpisahan sekolah itu kita lalui. Saat kita bertemu kembali dalam reuni akbar baru kamu mendekati aku. Namun aku masih pura-pura tidak peduli terhadap kamu. Setelah itu, kamu mulai intens kirim chat ke aku. Dan kita mulai aktif di grup alumni Sekolah itu.


Pada akhirnya kamu mengakui kalau sudah dari dulu kamu menyukai aku. Kamu bilang diam-diam memperhatikan aku ketika kita sama- sama duduk di bangku sekolah itu. Jadi? Kita selama ini sama- sama merahasiakan rasa suka ini.


Kamu bilang sangat menyesali, kenapa dahulu tidak punya keberanian mengatakan suka kepada ku. Demikian hal aku. Namun aku juga tidak berani berkata jujur kepadamu.


" Aku menyukai kamu sejak lama, Nay!" katamu akhirnya.


" Hah?" sahutku terkejut.


" Benar! Aku tidak berbohong! Dari kita sekolah dulu, aku diam-diam memperhatikan kamu, dan juga mengagumi kamu." ceritamu.


" Apa yang kamu kagumi dari aku?" tanya aku.


" Bukankah kamu sering mendapatkan juara itu? Kamu sering tampil di depan panggung." katamu.


" Kamu juga selalu juara satu di sekolah. Itu yang pantas dikagumi adalah kamu." sahut aku.


" Jadi, kamu dulu juga menyukai aku kah?" tanya mu akhirnya menyudutkan aku.


" Benar! Dan itu sangat konyol bukan? Ternyata kita sama- sama memiliki cinta rahasia itu." kata aku sambil tersenyum.


" Sekarang sudah tidak rahasia lagi. Jadi mau kan jika kita mulai jalan bareng?" tanya kamu semakin aku tidak bisa menolak nya.


" Paling tidak, aku sudah lega mengungkapkan segala perasaan ku ini kepada mu. Kamu mau kan, kita menjalin hubungan yang tertunda itu?" lagi- lagi kamu bertanya padaku.

__ADS_1


Akhirnya aku hanya tersenyum dengan malu, menganggukkan kepalaku.


" Terimakasih, Nay!" Ucap mu dengan tersenyum.


__ADS_2