Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
EPS 82. BUAYA ITU KEKASIHKU


__ADS_3

“Sungguh menyebalkaann, Argh!” Gerutu Dyra sebal. Sesaat kemudian giliran hp nya yang berbunyi.


“Ah, siapa lagi sih?” Dyra lalu menyahut hp miliknya dari meja belajarnya.


“Halo?” Ujarnya sewot.


“Halo minnie” Suara seorang pria terdengar diujung sana.


“Ah, elo lagi. Ngapain lo nelfon gue?”


“Hahaha gapapa, gue cuman mau tanya sama elo. Jadi berapa cewek yang tadi mau ngedaftar jadi pacar gue?”


“Dih, diem lo! BUAYA!” Umpat Dyra sebal.


“Ceileh, biasa aja kali the queen of jomblo. Hahaha”


“Sekali lagi lo bilang gitu, gue timpuk pake piring lo ya! Udah ah, jangan ganggu gue. Urus tuh cewek cewek lo! gue bukan asisten lo kali”


“Minn..” Baru saja pria di ujung telepon itu ingin menjawab tetapi Dyra sudah lebih dulu menutup teleponnya.


“Dih, dasar sok kecakepan!” Umpat Dyra, lagi.

__ADS_1


Sejurus kemudian Ia sudah berada tepat di depan samsak yang digantung di dalam kamarnya lengkap dengan sarung tangan tinju yang dimilikinya.


“Buaya! Gue benci elo! Sampah! Playboy! Dan yang ini, GUE BUKAN QUEEN OF JOMBLO!” Itulah runtutan kata yang diucapkan Dyra sambil melayangkan pukulan demi pukulan ke arah samsak di depannya sebagai rasa kekesalannya.


“Dyra makan nak, ini masakannya udah mateng”


“Iya mah, bentar” Dyra lalu turun ke lantai bawah tentunya setelah melepaskan sarung tangan tinjunya.


“Tumben tadi pulang gak sama Vino? Kalian berantem ya?”


“Udah perang dunia ke III kali mah. Ah udah ah jangan ngomongin si curut itu. Males tau” Ujar Dyra sembari mengambil lauk pauk kesukaannya. Sedang mama Dyra? Sudah biasa hal ini terjadi selama 13 tahun pertemanan Vino dan Dyra. Ujung ujungnya pasti bareng lagi.


Hari terus berganti hari. Dan ternyata benar apa yang dikatakan mama Dyra. Mereka bersama lagi. Dasar ABG!


Tapi entah untuk kali ini sesuatu yang lain juga turut hadir di antara persahabatan mereka. Dan itu terjadi pada Dyra. Semenjak hari itu, ketika Vino mengajaknya berdansa di pesta ulang tahun teman mereka. Yah, walau tak dapat dipungkiri bahwa mereka begitu payah. Selalu saja Vino tersandung kaki Dyra atau tidak Dyra yang justru menginjak kaki Vino.


“Tidak, tidak mungkin aku jatuh cinta. Apalagi sama buaya, hidup pula. Dihhh.., OGAH!” Ucap Dyra yang saat itu tengah melamunkan Vino secara diam diam.


Lantunan musik pesta begitu menggoda sekumpulan manusia yang hadir untuk berdansa. Termasuk bagi mereka seorang pria dan wanitanya yang terlihat begitu serasi di antara yang lainnya.


“Maukah kau berdansa denganku?” Seorang lelaki berjas hitam dengan rambut berjambul rapi terlihat berlutut di hadapan seorang wanita cantik dengan pakaian dan aksesori serba merah maroon. Kecuali anting dan kalung mutiaranya yang berwarna putih. Sementara beberapa wanita lain yang ikut hadir di pesta tersebut terlihat begitu kecewa karena seorang wanita yang dipilih sang idola ternyata bukanlah mereka.

__ADS_1


“Eh Jumain, ngapain sih lo pake acara berlutut di hadapan gue segala? Cepet berdiri atau enggak gue timpuk lo pake high heels?” Ujar sang wanita pelan namun geram.


“Ya udah sih, terserah aja. Kalo lo gak mau juga gapapa. Gue bakal pangil elo Tukiyem di depan umum.” Ancam sang pria dengan nada setengah berbisik. Kemudian tiba tiba saja ia mengeraskan suaranya. Menjadikan si wanita serba salah.


“Bidadariku..” Belum sempat sang pria mengatakannya, si wanita sudah lebih dulu menjawabnya.


“Aku mau purnamaku” Jawab sang wanita disertai senyum kecut dari wajahnya. Akhirnya merekapun mulai menari meski sesekali kaki mereka saling bertabrakan atau terinjak satu sama lain. Terlihat wanita wanita di sekitar iri melihat mereka hingga mereka hanya bisa gigit jari melihatnya. Melainkan seorang gadis tomboy yang malam itu berubah menjadi cinderella.


“Heh BUAYA! Ngapain sih lo pake nyari sensasi segala? atau buat nge tes cewek cewek itu? Kan udah gue bilang gue bukan asisten lo!”


“Dengerin gue ya QUEEN OF JOMBLO, gue lagi gak nyari sensasi. Gue males aja diperebutin sama kumpulan ikan ****** itu. Yaa, lo tau sendiri lah nasib cowok ganteng” Ya, pria dan wanita serasi diatas tak lain dan tak bukan adalah Vino dan Dyra. Memangnya siapa lagi coba idola yang diperebutkan siswi siswi di sekolah jika bukan Vino? Dan siapa lagi wanita tomboy yang selalu hadir bersamanya jika bukan Dyra?


“Aduh!” Ucap Dyra refleks ketika ia merasa akan terjatuh karena kaki mereka yang saling bertabrakan. Untung saja ada Vino yang memegangi pinggangnya sehingga ia tidak sampai terjatuh kala itu.


“Dih, mana ada cowok yang bulu matanya lentik kaya bulu mata cewek gini? Cowok apaan tuh?” Ejek Dyra.


“Yee.., lo gak tau aja kan kalo gue ini kembarannya zayn malik? Lagian bilang aja kalo lo sebenernya iri kan? Aw!” Ujar Vino membela diri sekaligus terpekik kecil saat high heels tinggi Dyra menginjak kakinya.


“Ngaco!” Elak Dyra. Walaupun sejujurnya dari dulu ketika mereka masih kecilpun ia sudah jatuh cinta kepada bulu mata dan alis tebal Vino. Tapi tidak akan kepada orangnya.


“Ckrek!” Tiba tiba saja suara pintu kamarnya yang terbuka menyadarkan Dyra dari lamunan manisnya.

__ADS_1


__ADS_2