Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen
EPS 87. MALAM BERDARAH


__ADS_3

“duh Bete malem minggu malah ngejaga rumah, Maen hp aja ah” kata aku dalam hati


Dresss tiba-tiba hujan turun, ayahku sedang keluar kota sedangkan ibuku sedang ke rumah saudaraku. kronkk… suara perut laparku berbunyi hehehe maklum sudah jam 8 malam dan aku belum makan. Aku mengirim sms ke ibuku untuk membelikan makanan saat pulang nanti.

__ADS_1


1 jam berlalu hujan masih gerimis dan aku masih main hp di kamar. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu. Aku segera ke lantai bawah dan membukakan pintu dan ternyata ibuku datang. Aku segera menyalaminya entah mengapa tangannya dingin sekali “Ah! Mungkin karena suhu setelah hujan” pikirku. Ibuku mengeluarkan bubur sumsum makanan kesukaanku. Aku mengambil mangkok dan berencana memakannya di kamarku di lantai 2.


Setelah di kamar aku segera memakannya, saat suapan pertama rasanya sedikit aneh, mirip rasa besi tetapi aku terlalu asyik maen hp. Saat suapan kedua tiba-tiba ibuku membalas pesanku “mau makan apa nak?”. Aku diam sejenak dengan pikiran bingung dan kaget lalu kujawab “bukankah ibu sudah pulang?. 1 menit kemudian ibu menjawab “jangan ngaco kamu. Ibu masih di jalan, ya udah ibu beliin fried chicken ya”.

__ADS_1


Suasana dingin dan mengerikan seketika, saat kulihat mangkukku alangkah terkejutnya aku, aku melihat darah, bola mata dan daging mentah di dalam mangkuk itu. Dengan spontan aku melempar mangkuk itu lalu aku muntah dan koyakan bola mata keluar dari mulutku. Tubuhku gemetaran dan merinding, tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu dan seseorang membuka pintu, padahal aku ingat betul tadi aku mengunci pintu kamarku. Aku melihat sosok ibuku berubah tubuhnya penuh bercak darah, matanya hilang 1, mulutya mengeluarkan darah dan dia memegang pisau berlumuran darah. Ia berkata “nak, kamu mau lagi?. Atau mau ibu buatin pakai tubuhmu” ia sambil menodongkan pisau ke arahku.


Saat aku berada tepat di sebelah ibuku aku melihat diriku tertidur dengan kepala berdarah. Aku panik aku memanggil ibuku dan memegang bahunya tapi SIAL! Aku menembusnya. Dokter datang lalu berkata “Bu.. maaf kami sudah berusaha tapi anak ibu tidak terselamatkan, karena anak ibu lompat dari kamarnya lalu kepalanya terbentur batu keras”.

__ADS_1


Aku termenung diam, kepalaku pusing dan pikiranku kacau. Disaat itu tiba-tiba datang wanita cantik menghampiriku dan berkata “sudahlah jangan sedih, ini untukmu” sambil memberiku semangkuk bubur sumsum. Aku memakannya dan ternyata sangat lezat, aku memakannya dengan lahap sampai habis. “enak ya? Tapi sudah tiada lagi. Dan kebetulan bahan-bahannya sudah habis” kata wanita itu sambil mengelus kepalaku dengan lembut. “kamu tidak usah sedih, besok kita jemput ibumu ya” aku mengangguk setuju. “baiklah untuk merayakan kedatangan ibumu aku akan membuat masakan dari daging yang banyak” kata wanita itu sambil tersenyum sinis.


...selesai...

__ADS_1


__ADS_2