
Setelah membunuh dan menguliti singa itu, Hercules membawa kulitnya kepada Raja Eurystheus.
"Sekarang pergilah menghadapi Hydra dari Lerna, seekor binatang mengerikan berkepala tujuh. Dengan semburan nafasnya yang beracun telah membunuh banyak orang. Bunuhlah binatang itu!". kata Raja Eurystheus saat menerima kulit singa itu. Ia langsung memberi tugas kedua kepada Hercules.
Maka Pergilah Hercules dengan ditemani oleh Lolaus, sahabat karibnya. ketika mereka sampai di danau daerah Lerna, Hercules mencium dan merasakan suasana kematian, serta keheningan yang amat mencekam. Hydra tak kelihatan. Hercules melemparkan sebuah batu ke danau dan menyalakan obor sambil berteriak ia berhasil mengusik binatang itu. Tiba-tiba danau bergejolak berputar dan Hydra menyembul dengan cepat sambil mulutnya menyemburkan racun ke arah Hercules dan Lolaus. Hercules menebaskan pedangnya ke kepala Hydra, tetapi dari setiap kepala yang berhasil ditebas segera tumbuh lagi dua kepala.
"Lolaus! Ambillah obor, setelah kupenggal salah satu kepalanya segera bakar lukanya!" teriak Hercules.
"Ya.....," jawab Lolaus yang gemetar karena ketakutan. Dengan cepat ia melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya, dicocokkan obornya pada leher Hydra yang terpenggal, maka kepala binatang itu tidak tumbuh lagi. Akhirnya Hydra binasa.
__ADS_1
Sebelum kembali ke Tiryn, Hercules mencelupkan ujung-ujung anak panahnya ke darah binatang itu, dan dengan demikian ia memberi racun semua anak panahnya.
Raja Eurystheus sebenarnya tidak mengharap Hercules kembali dengan selamat. Begitu Hercules datang ia sudah menyiapkan tugas yang berikutnya. Kepadanya diperintahkan agar menangkap babi hutan Erymanthus, seekor binatang yang amat besar yang sering menculik penduduk dan kemudian membunuhnya.
Ketika menghadapi binatang itu, Hercules merasa tidak takut. Saat binatang itu menyerang, ia dengan cepat meloncat menghindar. Tiba-tiba babi hutan itu melarikan diri, Hercules segera menyergap dan menangkapnya. Dipanggulnya binatang itu dan dibawa kepada Raja Eurystheus yang karena amat ketakutan kepadanya, lari dan menyembunyikan diri di dalam tong besar.
Perintah berikutnya yang harus dilaksanakan Hercules adalah menangkap Ceryneia yang dikeramatkan bagi Diana. Ceryneia, adalah seekor rusa betina dengan tanduk emas dan kuku perak yang dapat lari dengan kecepatan seperti angin.
Perintah kelima yang harus dilaksanakan oleh Hercules ialah mengusir dan membunuh burung-burung raksasa. Burung-burung itu memiliki paruh, sayap, dan bulu dari tembaga, bulu-bulunya tajam seperti anak panah. Burung-burung itu menguasai Danau Tymphalus dan melakukan pembunuhan terhadap manusia.
__ADS_1
Hercules tak merasa gentar dan ragu. Ia mengobrak-abrik dan membuat burung-burung itu keluar dari sarangnya. Hercules berhasil membunuh sejumlah besar burung itu dengan anak panahnya yang telah diberi racun ujungnya dengan darah Hydra. burung-burung yang lain terbang melarikan diri karena peluit Hercules yang diterima dari Dewi Minerva sebagai hadiah.
Tugas selanjutnya, adalah perintah yang keenam bagi Hercules, ia harus merebut ikat pinggang Hippolyta, Ratu penguasa Amazon yang memiliki bala tentara wanita. Ikat pinggang milik Hippolyta sangat mengagumkan, teranyam dari emas dan bertabur menikam. Hercules dengan beberapa temannya Setelah tiba di istana Amazon langsung menghadap Ratu Hippolyta, dan dengan amat halus serta sopan Hercules mohon agar ikat pinggang itu dihadiahkan kepada dirinya.
Begitu Mulia Ratu Hippolyta yang cantik itu, ia menyetujui memberikan ikat pinggang itu. Tetapi ketika sabuk itu akan diberikan kepada Hercules, muncullah Dewi Juno dengan menyamar sebagai salah seorang prajurit wanita Amazon, ia berteriak mengatakan bahwa Hercules hendak merampok sang Ratu. Mendengar itu, para prajurit wanita Amazon berdatangan dan menyerang Hercules dan kawan-kawannya. Dalam pertempuran itu salah satu anak panah Hercules mengenai dan membunuh Hippolyta. Hercules menjadi terkejut. Sambil memeluk tubuh Hippolyta yang sudah menjadi mayat ia menangis menyesali kejadian itu.
Eurystheus sangat gembira dapat memiliki ikat pinggang Hippolyta. Ia kemudian memberi perintah selanjutnya, tugas ketujuh yang harus dilaksanakan Hercules, yaitu dalam satu hari harus sanggup membersihkan kandang Raja Augeas. Raja itu memiliki beribu-ribu sapi yang merumput di berbagai Padang.
Setiap hari binatang-binatang itu kembali ke kandang yang luar biasa besarnya, dan selama 30 tahun belum pernah dibersihkan. Dalam kandang-kandang itu telah menumpuk kotoran tak terkirakan banyaknya, dan dihuni bermacam-macam ulat menjijikan serta lalat. Dari kandang itu merebak bau busuk yang tak tertahankan. Membersihkannya dalam satu hari adalah suatu pekerjaan mustahil, tetapi Hercules menyanggupinya.
__ADS_1
Di dekat kandang itu mengalir dua sungai besar. Dari bukit-bukit di sekitarnya dia membuat bendungan untuk mengalihkan aliran sungai itu melewati antara kandang-kandang, dengan demikian aliran sungai itu menghanyutkan semua kotoran yang ada di dalamnya. Melihat hal itu, Eurystheus merasa putus asa dan mulai berpikir bahwa dirinya tak akan pernah berhasil membebaskan diri dari bayangan Hercules.
END