
Dengan susah payah Hercules telah menyelesaikan semua ketujuh perintah Raja Eurystheus. Tugas kedelapan, adalah menangkap kuda-kuda betina Raja Diomedes, yaitu kuda buas yang mengerikan, dapat menyemburkan kilat-kilat api dari hidungnya dan memakan daging manusia. Dan selanjutnya Hercules harus menangkap banteng Creta, yang telah menghancurkan semua Padang rumput dan membantai domba-domba gembala di Pulau itu, serta menangkap banteng-banteng merah milik raksasa Geryon, binatang raksasa dengan dua kaki, tiga badan, tiga kepala dan enam lengan. Hercules berhasil menangkap semua binatang itu dan membawanya kepada Raja Eurystheus.
"Hercules, keponakanku....., kau tahu bahwa jauh di Barat sana ada sebuah pulau. di sana parah Hesperides menjaga apel emas yang dikeramatkan bagi Yupiter. Kendati demikian, aku menginginkan sebagian dari buah apel emas itu," kata Raja Eurystheus.
Tanpa banyak kata Hercules segera berangkat untuk menunaikan tugas itu. Setelah melakukan perjalanan yang amat jauh Hercules sampai di pulau para Hesperides dan berhasil mencuri sebagian dari apel emas itu, kemudian menyerahkannya kepada Raja Eurystheus, pamannya.
Raja Eurystheus akhirnya memberikan tugas yang terakhir, yaitu untuk menangkap Cerberus, seekor anjing yang dapat menggonggong dengan tiga kepala, yang menjaga gapura Kerajaan Maut.
Apa yang dilakukan oleh Hercules dirasa tak pantas mencuri Cerberus dari tuanya Pluto, saudara Yupiter. Oleh karena itu ia menghadap Pluto dan dengan rendah hati minta izin untuk mengambil Anjing itu. Pluto tahu bagaimana sang pahlawan mesti diampuni.
"Baiklah, pergi sana, tapi waspadalah kau harus menghadapinya sendiri tanpa senjata," jawab Pluto.
"Terima kasih sang Raja," kata Hercules.
__ADS_1
Hanya dengan tangan kosong Hercules menghadapi Cerberus yang mempertahankan diri dengan sia-sia. Ketika ia berhasil menangkap bagian pangkal ketiga lehernya, terbarus akhirnya menyerah. Binatang itu kemudian mengikuti Hercules dengan patuh, pergi menghadap Eurystheus.
Ketika melihat kedatangan anjing dari Kerajaan Maut itu, Raja Eurystheus berteriak ketakutan.
"Bawa pergi binatang itu, Hercules! Pergilah, dan jangan pernah kembali lagi......!"
Setelah menyelesaikan kedua belas tugas itu dengan susah payah, Hercules mendapat pengampunan dari para dewa, lalu meninggalkan Tiryn dan mulai mengembara di dunia. Ia melakukan beratus-ratus petualangan dengan mengalahkan binatang-binatang buas, menghukum orang-orang jahat, dan membantu yang lemah.
Akhirnya Hercules sampai di istana Aetolia, dan jatuh cinta kepada seorang gadis cantik Putri seorang raja yang bernama Deianira. Tetapi Sang Putri telah ditunangkan dengan Anchelous, seorang tukang sihir raksasa yang mampu beralih rupa menjadi seekor ular, banteng, bahkan menjadi manusia berkepala kambing.
Dengan tiba-tiba Anchelous berubah menjadi banteng dan menyerang Hercules. Dengan cekatan Hercules berhasil merenggut dan mematahkan salah satu tanduknya. Anchelous kemudian berubah menjadi manusia lagi.
"Cukup, kau telah mengalahkan aku. Ambillah gadis itu," katanya. Dengan demikian Hercules memperistri Deianira, dan mereka lalu mengembara, mengikuti nasibnya, ke seluruh daerah, menghadapi setiap jenis petualangan. Indah memang, tapi oleh nasib telah ditentukan tidak berlangsung lama.
__ADS_1
suatu ketika, karena harus mengarungi sungai Euenas yang besar dan meluap airnya, Hercules minta bantuan kepada Nessus, seekor Centaurus, makhluk setengah kuda, setengah manusia.
"Dengan senang hati, Hercules. Aku akan membawa istrimu ke seberang," jawab Nessus, kemudian menaikkan Deianira ke atas punggungnya, dan segera melarikannya.
Mendengar teriakan istrinya, Hercules langsung membidik anak panah beracun dan tepat mengenai tubuh Nessus.
"Deianira, Aku merasa bahwa kematian telah mendekatiku. Aku sebenarnya tidak ingin menistaimu, tetapi hanya ingin menunjukkan cintaku padamu.....," kata binatang setengah kuda setengah manusia itu dalam keadaan sekarat.
"Untuk mendapatkan pengampunan mu aku ingin memberitahukan bahwa dengan darahku kau dapat membuat ramuan ajaib. bila suatu hari nanti Hercules tidak lagi mencintaimu, Suruhlah ia mengenakan jubah yang kau celupkan dalam ramuan itu..... Ia akan mencintaimu kembali lebih daripada sebelumnya..." setelah berkata demikian Nessus menemui ajalnya.
Beberapa tahun kemudian, karena takut Hercules tidak mencintainya lagi, Deianira mencelupkan sepotong jubah dalam ramuan darah kental lurus dan mengenakan pada suaminya. Namun, terjadilah sesuatu yang mengerikan. Nessus telah berdusta, Ia tahu bahwa panah yang telah membunuh dirinya itu adalah panah beracun, dan ia ingin membalas dendam. Racun itu kemudian membakar tubuh Hercules seperti nyala api.
Dengan mengaduh kesakitan Hercules berusaha melepaskan jubah itu, tetapi sia-sia. Jubah itu seakan-akan telah meresap memasuki kulitnya dan menyiksanya. Karena tak mampu menahan siksaan itu, Hercules mengangkat timbunan kayu api dan membakar dirinya.
__ADS_1
Demikian akhir hidup Hercules...... Tetapi, sebagai imbalan atas jerih payahnya menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, Yupiter mengangkat Hercules ke Puncak Gunung Olympus.... dan menjadikan makhluk yang tak dapat mati, seperti para dewa!
END