Kumpulan Dongeng Anak

Kumpulan Dongeng Anak
Putri Karang Melenu


__ADS_3

Putri Karang Melenu


Di Desa Melanti dekat Sungai Mahakam, hiduplah seorang lelaki dan istrinya di sebuah gubuk yang sederhana. Pekerjaan mereka setiap hari menebang pohon. Meskipun tidak dikaruniai anak, mereka hidup bahagia dan saling menyayangi. Ketika sedang menebang pohon, lelaki itu menemukan anak ular. Karena kasihan, lelaki itu membawanya pulang. Ular itu pun dipelihara layaknya seorang anak. Setiap hari, si ular diberinya makanan. Lama-kelamaan, ular kecil itu menjelma naga yang baik. Setiap hari ia membantu pekerjaan orang tua angkatnya.


Beberapa waktu kemudian, si lelaki bermimpi bertemu seorang gadis. Berkatalah si gadis itu, "Ayah dan Ibu, aku adalah jelmaan naga yang kalian pelihara. Aku mohon izin pergi dari sini. Tetapi, aku mohon agar dibuatkan tangga menuju sungai. Jika aku sudah turun, ikutilah ke mana aku berjalan. Lalu, bakarlah wijen hitam dan taburkan beras kuning di tubuhku,"


Si lelaki segera memenuhi permohonan gadis dalam mimpinya. Dibuatnya tangga bambu yang diikat dengan akar lembiding. Naga itu pun merayap ke sungai. Ia berenang tujuh kali ke hulu dan tujuh kali ke hilir. Si lelaki dan istrinya mengikuti dengan sampan. Naga itu menyelam. Sesaat kemudian, tiba-tiba datang badai. Namun, tak lama kembali cerah.

__ADS_1


Si lelaki dan istrinya terkejut melihat Sungai Mahakam penuh dengan buih aneka warna. Di atas buih itu, ada gentong kayu berisi seorang bayi perempuan yang cantik. Mereka membawa sang bayi ke rumah. Bayi itu diberi nama Putri Karang Melenu. Kelak Putri Karang Melenu menjadi istri Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura melahirkan seorang putra bernama Batara Agung Paduka Nira.


Untuk menghormati Putri Karar Melenu, masyarakat setempat mengadakan upacara mengulur na sebagai bagian dari Festival Erau di Kalimantan Timur.


________________________________________


Danau Lipan

__ADS_1


Seorang raja dari negeri asing ingin meminangnya. Sang Putri tidak langsung menerima lamarannya. Ia menguji sang Raja dengan mengajaknya makan malam. Sang Putri pun terkejut. Cara makan sang Raja ternyata langsung menggunakan mulut. Sang Putri merasa jijik dan murka.


Selesai makan, sang Raja masih mengajukan lamarannya. Namun, sang Putri menjawabnya dengan marah, "Tuan, saya merasa hina jika harus berjodoh dengan orang yang cara makannya seperti anjing."


Mendengar hinaan sang Putri, Raja tersebut sangat marah. Ia pun sakit hati dan berniat akan menghancurkan kerajaan Putri Aji Berdarah Putih. Niat itu ditepati. Sang Raja mengirimkan pasukan dengan kapal. Terjadilah perang yang sangat dasyat.


Ketika kerajaan mulai terancam kalah, sang Putri mengunyah sirih dan berucap, "Jika benar aku adalah jelmaan raja yang sakti, lepah-lepah sirihku ini akan menjadi lipan-lipan yang besar untuk menghancurkan pasukan si raja asing itu!"

__ADS_1


Lalu, disemburkanlah lepah sirih dari mulutnya. Seketika itu juga, lepah-lepah sirih berubah menjadi ribuan lipan raksasa. Ribuan lipan itu berhasil memusnahkan pasukan snag Raja. Kapal sang Raja pun karam di lautan. Selepas pasukan si Raja berhasil dimusnahkan, sang Putri menghilang secara gaib. Laut tempat kapal sang Raja karam menjadi surut. Laut itu perlahan menjadi kering dan padang yang luas.


__ADS_2