
Putri Ular dari Simalungan
Dahulu, di kawasan Simalungun, berdiri sebuah kerajaan yang makmur. Rajanya terkenal arif dan bijaksana. Sang Raja memiliki seorang putri yang amat cantik. Kecantikan sang Putri didengar pula oleh seorang Raja Muda. Si Raja Muda yang tampan itu pun melamar sang Putri. Ternyata pinangan itu diterima atas persetujuan Raja dan Permaisuri.
"Jagalah diri selalu. Jangan sampai pernikahanmu gagal," pesan sang Raja.
Setiap pagi sang Putri pergi mandi ditemani dayang-dayang. Ia berendam di sebuah kolam di belakang istana. Usai berendam, sang Putri duduk di atas batu. Ia membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti.
Tiba-tiba angin bertiup kencang. Sepotong ranting kering jatuh tepat mengenai ujung hidung sang Putri. Betapa terkejutnya sang Putri saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang mancung kini menjadi pesek. Wajahnya tidak cantik seperti semula. Ia sangat sedih. Raja Muda itu akan mencari calon istri yang lebih cantik. Begitu pikiran yang memenuhi kepalanya.
Sang Putri sungguh tertekan. Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sang Putri lalu berdoa, "Ya Tuhan! Hukumlah hamba-Mu yang telah membuat malu kedua orang tuaku!"
__ADS_1
Baru saja doa itu terucap, tiba-tiba petir menyambar-nyambar. Kemudian, tubuh sang Putri ditumbuhi sisik. Ketika sisik mencapai dada, sang Putri memerintahkan dayang untuk memberi tahu ayah dan ibunya di istana. Permaisuri dan Raja tidak melihat sang putri lagi. Yang tampak hanya seekor ular raksasa. Tak lama kemudian, ular itu masuk ke semak belukar.
Pesan Moral : Bersyukurlah dengan apa yang kita milik
_______________________________________
Si Kepar
Suatu hari, si Kepar bertanya, "Ibu, Ayah ada di mana?"
"Ayahmu ada di gunung," jawab ibunya. Si Kepar bertekad menemui ayahnya. Setelah beberapa hari perjalanan, sampailah ia di tempat yang dimaksud. Ditemuinya seorang laki-laki setengah baya.
__ADS_1
Si Kepar menceritakan maksud kedatangannya. Namun, ia tidak bercerita tentang ibunya. Akhirnya, ayahnya paham bahwa Si Kepar adalah anaknya. Si Kepar mengatakan bahwa ibunya sudah meninggal. Sejak itu, Si Kepar tinggal bersama ayah atau ibunya. Dalam seminggu, ia tidur tiga malam di tempat ayahnya. Lalu, selebihnya di tempat ibunya. Si Kepar mengatakan kepada ibunya bahwa ayahnya telah meninggal. Diam-diam, ia mempunyai rencana besar.
Si Kepar menginginkan kedua orang tuanya kembali bersatu. Suatu hari, datanglah petunjuk dari Tuhan. Ia harus menyampaikan keinginan kepada ibunya untuk memiliki ayah tiri. Harapan ini juga harus disampaikan kepada ayahnya untuk memiliki ibu tiri.
pada ibunya untuk memiliki aya apan ini juga harus disampaika ada ayahnya untuk memiliki ib
Si Kepar telah menyampaikan keinginan kepada ibunya. Esoknya ia menemui sang ayah. Ia menyampaikan hal serupa. Ayahnya bersedia menikah lagi. Kedua orang tuanya menyetujui harapan si Kepar. Namun, mereka tidak mengetahui siapa jodohnya. Si Kepar mempertemukan mereka di sebuah dusun. Tempat itu jauh dari kampung ibunya. Sengaja si Kepar memilih tempat itu agar ayahnya tidak terkenang akan masa lalu.
Berkat usaha si Kepar yang gigih, kedua orang tuanya bersatu kembali, Mereka hidup rukun seperti sedia kala. Melihat keadaan itu, si Kepar mengakui perbuatannya. Ayah dan ibunya tidak marah meskipun telah dibohongi. Mereka saling memaafkan. Dulu mereka harus bercerai karena berbuat kesalahan. Kini keduanya berterima kasih kepada anaknya yang cerdik. Kepar pun sangat senang menyambut kehadiran ayahnya di rumah. Akhirnya mereka hidup dalam sebuah keluarga yang rukun dan damai.
Pesan Moral : Saling memaafkan akan menimbulkan rasa damai
__ADS_1