Kumpulan Dongeng Anak

Kumpulan Dongeng Anak
Putri Dambaan Hati #3


__ADS_3

Saracina menjawab, "Wahai putra mahkota, matahari bersinar dengan teriknya sehingga kulitku menjadi hitam"


Putra mahkota bertambah heran mendengar suara serak dan kasar, "Mengapa suaramu berubah?"


Saracina menjawab, "Oh, putra mahkota, tadi angin dingin bertiup dengan kencangnya sehingga suaraku menjadi serak"


Putra mahkota pun memandang dengan mata terbelalak, "Oh, tadinya kau sangat cantik, mengapa sekarang menjadi begini?"


"Yah, angin kencang yang bertiup telah membawa terbang seluruh kecantikanku"


Putra mahkota terpaksa percaya semua kata Saracina. Dinaikkannya Saracina ke atas kereta kuda dan dibawa ke istana. Sejak itu, Saracina tinggal di istana, diperlakukan dengan baik dan menjadi calon pengantin putra mahkota.


Sejak kejadian itu, rupanya setiap hari di jendela dapur istana selalu hinggap seekor burung dara yang menantikan kebaikan hati tukang masak. Tukang masak istana selalu memberinya sisa-sisa makanan.


Sambil menikmati makanan, burung itu selalu menanyakan pada tukang masak, apa gerangan yang sedang dilakukan putra mahkota dan calon pengantinnya. Tukang masak selalu menjawab bahwa mereka setiap hari makan, minum dan tidur. Demikianlah setiap hari burung itu datang, makan dan menanyakan kabar putra mahkota.


Suatu hari, tukang masak memutuskan untuk menceritakan pada putra mahkota tentang burung ajaib itu. Putra mahkota pun menyuruh tukang masak untuk menangkap dan membawa burung itu kepadanya. Malangnya, pada saat itu Saracina sedang duduk di balik pintu. Setelah mendengar pembicaraan antara tukang masak dan putra mahkota, tahulah ia bahwa burung itu tak lain penjelmaan gadis cantik yang dibunuhnya.

__ADS_1


Sebelum tukang masak dapat menangkap burung itu, Saracina sudah siap, lalu menangkap dan menusuk burung dara itu sampai mati. Dari tusukan di tubuhnya keluar darah. Setetes darah telah jatuh ke tanah di dalam taman di samping jendela dapur. Pada tempat darah itu menetes, tumbuh sebatang pohon delima. Pohon delima ini tumbuh dengan subur dan buahnya sangat lebat.


Ternyata buah delima ini mempunyai khasiat. Barang siapa yang memakan buahnya, ia akan sembuh dari penyakit apapun. Demikianlah setiap hari berdatangan orang yang meminta buah delima untuk obat, sampai akhirnya hanya tinggal satu buah saja.


Lalu Saracina berkata, "Buah yang satu ini akan kupertahankan untukku sendiri" lalu disimpannya.


Suatu hari, datang seorang wanita tua yang meminta buah delima sebab suaminya sakit keras. Saracina ridak mau memberikan buah itu, sampai kemudian datang putra mahkota yang telah mendengar juga permohonan wanita tua itu. Lalu, ia berkata pada Saracina agar memberikan saja buah delimanya pada wanita tua itu. Sayangnya, sudah terlambat, karena setiba wanita itu di rumah, suaminya sudah meninggal.


Wanita itu pun memutuskan untuk menyimpan delima itu untuknya sendiri, lalu disimpan didekat tungku di dapur.


Demikianlah terjadi setiap hari. Nenek itu tentu saja heran, tetapi tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi. Lama-kelamaan nenek itu mulai curiga dan memutuskan untuk mengintip.


Suatu hari, ia berpura-pura pergi ke luar, tetapi kemudian kembali lagi ke dalam rumah dan bersembunyi di balik pintu. Ia pun melihan semua kejadian yang ajaib itu. Nenek sangat takjub melihat kecantikan gadis dan mulai menyayanginya. Setelah beberapa lama, Nenek bertekad untuk memergoki gadis itu.


Suatu hari, ketika gadis itu sibuk membersihkan rumah, Nenek keluar dari balik pintu. Gadis itu tak sempat lagi masuk kembali ke dalam buah delima. Ia terkejut dan ketakutan.


Nenek itu berkata, "Aku tidak mau menyakitimu dan aku tidak marah. Katakanlah darimana kau datang dan bagaimana kau sampai ada disini."

__ADS_1


Gadis itu menceritakan kisahnya. Sambil mendengarkan kisah gadis itu, Nenek cepat-cepat mengambil benang dan jarum rajutnya, lalu membuatkan pakaian sekedar menutupi tubuh gadis itu. kemudian, gadis itu diberi nama Putri Delima.


Alkisah, tersebarlah berita tentang nenek yang tiba-tiba mempunyai cucu seorang gadis yang sangat cantik. Kabar angin itu pun


sampai ke telinga putra mahkota yang segera berangkat untuk melihat gadis itu. Setelah melihat gadis itu, putra mahkota terperanjat sebab gadis itu putih seperti ricotta dan merah seperti darah. Putra mahkota segera mendatangi rumah Nenek, lalu bertanya tentang gadis itu. Melihat putra mahkota, Nenek ketakutan dan memohon, "Wahai tuanku, jangan hukum hamba."


Putra mahkota memegabg tangan Nenek sambil berkata, "Aku tidak akan menghukummu, aku hanya ingin mengetahui siapakah gadis itu." Nenek pun menceritakan kisah gadis itu.


Putra mahkota tak ragu-ragu lagi, dialah putri idamannya. Diajaknya nenek dan gadis itu ke istana. Dipanggilnya Saracina. Melihat gadis itu, Saracina tak berdaya dan menunduk ketakutan.


Putra mahkota yang baik hati itu berkata, "Aku tak mau menghukummu, biarlah kau menderita sendiri akibat perbuatanmu yang jahat."


Akhirnya, putra mahkota berhasil mencapai keinginannya dan menikah dengan putri cantik yang putih seperti ricotta dan merah seperti darah. Mereka hidup bahagia dan menggantikan ayahnya menjadi raja dan ratu yang bijaksana.


END


like, komen & vote

__ADS_1


__ADS_2