Kumpulan Dongeng Anak

Kumpulan Dongeng Anak
Raja yang Setia pada Janji


__ADS_3

Raja yang Setia pada Janji


Hiduplah seorang bocah lelaki bersama ibunya yang miskin. Ayahnya telah lama meninggal dunia. Mereka tinggal di sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana. Setiap sore, si bocah lelaki itu bermain di halaman istana. Karena tidak mampu membeli mainan, ia hanya bermain dengan seekor nyamuk yang diikat dengan benang.


Saat bermain, ia meminta izin menitipkan nyamuk itu di istana. Sang Raja mengizinkan. Nyamuk itu pun diikat di tiang depan istana. Esoknya nyamuk itu sudah tak ada. Di dekat tiang, hanya ada seekor ayam jantan milik sang Raja.


Anak tersebut melaporkan hal itu kepada sang Raja. Sang Raja memberikan ayam itu sebagai pengganti. Saat ia bermain, ayam itu mematuki gabah di dalam lesung milik ibu yang sedang menumbuk padi. Si ibu marah dan melempar ayam tersebut hingga ayam itu mati.


Anak itu mengadu kembali kepada Raja lagi. Raja mengizinkannya mengambil antan (alu) sebagai ganti. Karena masih ingin bermain, si anak menitipkan antan itu ke istana. Sang Raja menyuruhnya meletakkan di bawah pohon nangka. Namun, saat si anak kembali, antan itu telah patah karena tertimpa buah nangka yang besar dan ranum.


Raja pun memperbolehkan anak itu mengambil nangka tersebut. Karena tidak kuat membawanya, sang Raja mengizinkan anak itu meletakkannya di dekat pintu dapur istana. Harum buah nangka itu tercium oleh putri Raja. Ia memakan nangka tersebut. Sang Raja hanya tersenyum. "Aku akan mengganti nangkamu dengan putriku," ujar sang Raja.


Si anak itu tidak mengerti maksud sang Raja karena usianya masih kecil. Raja menepati janjinya. Ketika anak itu telah dewasa, ia menikahkan pemuda itu dengan putrinya.

__ADS_1


________________________________________


Pengantin Biawak


Raja mempunyai tujuh orang putri. Ia sangat menyayangi putri-putrinya sehingga tak ingin berpisah. Raja berniat membuat istana untuk tempat tinggal anak-anak dan menantunya. Lalu, ia membuat sayembara. Siapa pun yang bisa membangun istana dalam semalam akan dinikahkan dengan putrinya. Enam pemuda akhirnya lolos. Mereka berhasil membangun sebuah istana indah di seberang sungai.


Raja pun segera merencanakan pesta perkawinan. Namun, ia perlu jembatan penghubung antara istananya dan istana yang baru dibangun. Ia pun membuat sayembara bagi. Siapa pun yang bisa membangun jembatan dalam semalam, akan dinikahkan dengan putri bungsunya.


Dalam semalam, jadilah sebuah jembatan besar yang sangat megah dan indah. Raja pun menepati janjinya. Biawak menikah dengan putri yang paling cantik, yaitu Putri Bungsu. Malam harinya, Putri Bungsu meletakkan biawak di sudut kamar. Paginya, sang Putri terkejut ketika melihat seorang pemuda tidur di sampingnya.


Kejadian serupa terulang kembali esoknya. Putri Bungsu penasaran siapa pemuda yang setiap pagi tidur di sisinya. Ketika malam tiba, ia berpura pura tidur. Tak lama, pemuda tersebut sudah berada di tempat tidur. Sang Putri memeriksa sekeliling. Dilihatnya, biawak itu menjelma jadi pemuda tampan. Sang Putri segera memungut kulit biawak di lantai. Kulit biawak tersebut dibakarnya di halaman. Sejak itu, suami Putri Bungsu tidak pernah menjadi biawak lagi.


_________________________________________

__ADS_1


Sa-Ijaan dan Ikan Todak


Datu Mabrur sedang bertapa. Ia menginginkan sebuah pulau untuk tempat tinggal keturunannya. Pada hari terakhir bertapa, seekor ikan besar tiba-tiba menyerang Datu Mabrur. Lelaki itu tidak bergerak dari tempatnya duduk. Si ikan kembali menyerang, tetapi selalu terpelanting dan jatuh kembali ke air. Pada serangan terakhir, ikan itu terpelanting jatuh persis saat Datu Mabrur membuka mata. Si ikan terjepit di antara karang.


Datu Mabrur mengampirinya. "Wahai, Ikan, kenapa kamu mengganggu tapaku?"


"Aku Raja Ikan Todak," jawabnya. "Kami merasa terganggu. Bertapamu membuat laut ini bergelora. Kami bermaksud menyerangmu, tetapi engkau sakti sekali. Kami menyerah. Mulai sekarang, kami akan mematuhi apa pun perintahmu."


Datu Mambrur membantu melepaskan Raja Ikan Todak dari karang. Raja Ikan Todak sangat berterima kasih. Ia menawari sebuah istana bawah laut. Namun, Datu Mabrur menolaknya. Ia pun menjelaskan untuk apa ia bertapa. Tanpa diduga, Raja Ikan Todak berjanji akan memberi Datu Mabrur sebuah pulau. "Ini sumpah raja, tidak akan dilanggar," katanya.


Sebelum tengah malam, Datu Mabrur dikejutkan oleh suara gemuruh yang datang dari dasar laut. Di bawah permukaan air, jutaan ikan dari berbagai jenis mendorong daratan baru dari dasar laut. Sambil mendorong, mereka serempak berteriak, "Sa-Ijaan, Sa-Ijaan!"


Datu Mabrur tercengang. Ternyata Raja Ikan Todak memenuhi janjinya. Datu Mabrur sangat gembira. Ia menamakan tempat itu Pulau Halimun. Pulau Halimun kemudian disebut Pulau Laut karena ia timbul dari dasar. Sekarang Sa-Ijaan (yang artinya seiya sekata) merupakan slogan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Ikan todak merupakan lambang daerahnya.

__ADS_1


__ADS_2