Kunti Jatuh Hati

Kunti Jatuh Hati
KJH 13


__ADS_3

Jaka terbangun pukul 6 pagi setelah ia tidur nyenyak selama 5 jam lamanya. Belum sepenuhnya sadar, kedua matanya masih setengah terpejam, Jaka merasakan sekujur tubuhnya pegal-pegal, sama seperti hari kemarin.


"Astaga 2 kali pagi aku bangun tidur pasti pegel semua badanku. Aduhhh kenapa ya ? apa sebaiknya aku kusuk aja ?" Jaka merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal tanpa ia tau sebabnya.


Jaka sepenuhnya sudah tersadar, ia merasa ada yang mengganjal pikiran karena seingatnya malam tadi, ia tidur hanya beralaskan ambal, tetapi ini empuk seperti diatas ranjangnya, iya yakin jika saat ini berada di dalam kamarnya.


"Lho bukannya aku tidur di depan ? gimana bisa aku tidur di kamar ? masa iya aku tidur sambil jalan sih ? ach entahlah pusing aku, mana badanku pegel gini aihhh..gak mungkin aku baru masuk, udah izin buat kusuk." Jaka malas memikirkan hal-hal yang menambah isi kepalanya.


Tubuh Jaka yang pegal, seperti tidak mengizinkannya untuk beranjak dari ranjang, lalu ia dengan malasnya melirik kearah jam dinding, jarum jam sudah menunjukkan pukul 6.15.

__ADS_1


"Hampir setengah 7, aku males kerja, tapi aku harus kerja. Mending aku mandi aja, barangkali habis mandi rasa pegel dibadan hilang, paling gak bisa balik seger lagi." Jaka beranjak dari ranjang, ia berjalan seperti kehabisan energi.


Jaka mandi singkat, kemudian berpakaian rapi seperti biasanya, lalu ia membuka pintu depan, mengeluarkan sepeda motor, sesaat ia akan mencagak motor, pandangannya tertuju ke bungkusan plastik hitam untuk ketiga kalinya.


"Bungkusan ini lagi, tapi sekarang aku gak berselera untuk memakannya, sebaiknya aku membuangnya saja ke tong sampah. Gak jelas siapa yang kasih, bisa aja ada racunnya, 2 kali mungkin gak apa-apa aku makan tapi kalau udah ketiga kalinya masa mau kena lagi. Lapar sih lapar, daripada bahaya untuk diri sendiri, mending cari aman." Jaka membuangnya ke tong sampah yang ada di dekat teras rumahnya.


Usai membuang bungkusan, Jaka menyalakan mesin motornya, namun mesin motor tidak mau menyala.


Disela Jaka sibuk dengan kebingungannya, tiba-tiba ia mendengar suara berbisik di telinganya, mengatakan. "Ambil kembali bungkusan itu, lalu makanlah, maka motormu akan bisa menyala."

__ADS_1


Jaka bergidik merinding. "Bisa-bisanya aku mendengar bisikan untuk mengambil bungkusan itu, disuruh makan, terus baru bisa nyala mesin motornya, apa hubungannya ? bungkusan sama motor ? ck oke aku coba, awas aja kalau gak nyala. Bodo' amat yakin aja lah kalau tuh makanan gak ada racunnya. Suara yang mendadak muncul di telinga pasti hoki, jadi aku bakalan nuruti. Aku pungut, pungut dah, demi motor." Jaka benar saja, ia memungut kembali bungkusan plastik yang sudah ia buang di tong sampah.


Jaka memakannya dengan cepat dan buru-buru karena ia tidak ingin terlambat sampai ke tempat kerja.


Dalam hitungan menit makanan ini habis dilahap oleh Jaka. "Makanan dari bungkusan ini udah aku makan, sekarang aku coba tes nyalain nih mesin motor. Kalau gak nyala juga, awas aja, gak bakalan lagi aku mau nuruti suara-suara gak jelas." Jaka mencoba menyalakan mesin motor, dan mesin motor pun benar menyala dengan hanya sekali menekan tombol 'start'.


Jaka takjub. "Ajaib tuh suara, beneran nyala ni motor, langsung berangkat aja aku. Mudah-mudahan gak terlambat." Jaka bergegas pergi bekerja.


Sekilas info.

__ADS_1


Karakter Jaka emang rada suka ngomel dan suka ngedumel ya^. Versi cowok rewel gitu.


__ADS_2