
Pak ustadz mulai menjelaskan cara menjemput jiwa Jaka agar kembali tidak, yaitu hanya bisa ditempuh dengan satu cara, pak ustadz akan duduk bersila, sembari memejamkan mata kemudian atas izin Allah, pak ustadz akan memasuki alam mimpi Jaka. Namun tentunya tidak mudah, pasti pak ustadz menemui kesulitan dalam pencarian, intinya pak ustadz selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT.
"Bismillahirrahmanirrahim, baik Bu, kita mulai sekarang, saya minta tolong ke ibu selama saya fokus dan memusatkan diri berada di dalam mimpi, saya harap Bu Ijah pastikan agar tidak seorangpun masuk kedalam rumah ini selain hanya kita."
"Iya pak ustadz, saya mengerti, kalau begitu saya kedepan dulu untuk mengunci pintu, agar tidak ada yang masuk kesini."
"Tidak perlu, pintunya sudah tertutup dengan sendirinya saat kita masuk kedalam kamar ini. Saya hanya mengingatkan ibu saja, jika terdengar ada yang mengetuk, ataupun memanggil-manggil dari luar rumah ini jangan sesekali ibu beranjak pergi meninggalkan kamar ini apalagi jika saya belum kembali dari alam mimpi karena saya tidak bisa bayangkan akibatnya, singkatnya ibu disini bantu menjaga saja, biarkan saya sendiri yang berusaha tentunya tak lupa selalu berdoa kepada Allah."
__ADS_1
"Saya paham pak ustadz, saya akan menunggu disini sesuai yang pak ustadz sampaikan."
Dirasanya Bu Ijah benar-benar sudah mengerti semua yang ia jelaskan, barulah pak ustadz mengambil posisi duduk bersila bersebelahan dengan Jaka.
Pak ustadz memejamkan kedua mata sembari menarik nafas panjang beberapa kali agar ia dapat masuk kealam mimpi Jaka.
Dan benar saja tidak butuh waktu lama, pak ustadz sudah berhasil masuk kedalam mimpi Jaka. Pak ustadz tiba di sebuah area yang cukup redup pencahayaan, ditanami semak belukar, rerumputan yang rimbun, ini menyebabkan pandangan pak ustadz sedikit terbatas tetapi pak ustadz terus melangkahkan kakinya menyusuri area ini, mirip layaknya hutan.
__ADS_1
Pak ustadz pun tak mau menunggu lama lagi, ia pun bergegas menuju kerumah itu. Beberapa langkah, rumah itu terlihat jelas di hadapan pak ustadz, sesuai dengan penglihatannya tadi ( batin ).
Pak ustadz melangkahkan kedua kakinya untuk masuk kerumah usang ini, namun baru saja menginjak pelataran rumah ini, secara mengejutkan pintu terbuka hingga terhempas keluar, kemudian Kunti muncul dari dalam rumah usang ini dengan mencek*k leher Jaka sampai tubuh Jaka terangkat tak tersentuh tanah, Kunti mengancam akan bersungguh-sungguh meleny*pkan Jaka jika pak ustadz berani mengambil jiwa Jaka darinya.
"Berhenti disitu erghhh ( Kunti mengerang dengan wajah sad*s ), atau jiwanya akan aku lenya*kan, dan selamanya dia tidak akan bisa kembali ke alam manusia."
Bukan pak ustadz namanya kalau goyah ataupun takut dengan ancaman set*n terk*tuk, tentunya pak ustadz akan memberikan ancaman balik.
__ADS_1
"Saya tidak akan pergi tanpa membawa kembali pemuda itu terbebas dari tempat terk"tuk ini. Saya sama sekali tidak takut akan ancamanmu makhluk la*natullah, saya pastikan tempat ini akan hangus terbakar beserta dirimu."
"Huahahaaaaa, coba saja kalau kau bisa. Ini adalah alam ku, kau tidak akan bisa mengalahkanku disini, sebaiknya kau cepat pergi atau kau juga akan aku habis* bersamaan dengan dia ( Jaka ) disini huahahaaaaa.." Kunti tertawa lebar meremehkan.