
Jaka tertidur hingga hari akan senja, ia pun terbangun dengan rasa lapar diperut. "Capeknya udah hilang, sekarang tinggal hilangin rasa lapar nih. Ck, aku tidur lama juga ya ( dilihatnya jam ditangan ) mau beli makanan diluar bentar lagi Maghrib, tapi kalau gak beli sekarang yang ada perutku bisa demo. Ach..bodo' amat dah, perutku udah gak bisa diajak kompromi ni, syukur-syukur ada yang jualan makanan sekitar sini, kalau jauh bingung juga aku, abis kirain sepeda motor udah tersedia, gak taunya belum ada aishhh."
Sebelum keluar untuk mencari makanan, Jaka menyalakan seluruh lampu agar terang, sebab hari sudah mulai gelap. Jaka pun pergi berjalan kaki. Sesampai di tepi jalan, pandangannya menyusuri sepanjang jalan ini, dilihatnya tidak ada satupun yang menjual makanan jadi, hanya ada satu warung di sebrang jalan. Jaka langsung menyeberang jalan menuju ke warung.
"Bu, saya beli mi instan goreng nya satu terus telurnya satu ya."
"Ini dek, totalnya 6rb." Ibu warung memberikan.
"Ini uangnya Bu. Makasih ya Bu." Jaka segera meninggalkan warung.
"Eh tunggu dek ." Panggil si ibu warung.
"Ya ada apa Bu ?" Jaka menahan langkahnya dan menoleh kearah ibu warung.
__ADS_1
"Adek ini orang baru ya ?" Tanya si ibu warung.
"Bener Bu, baru siang tadi saya sampai."
"Oh pasti karyawan baru kan ? yang tempati rumah karyawan itu ."
"Iya Bu."
"Yaudah ibu cuma tanya aja, buruan pulang gih udah mau Maghrib, ibu juga mau nutup warung."
Sewaktu membuka pintu, tepat sekali adzan Maghrib berkumandang. Jaka melewatkan sholat Maghrib, ia masuk langsung menuju kedapur untuk memasak mi instan+telur yang ia beli barusan.
"Mayanlah buat ganjel perut, mi+telur daripada kelaparan. Kalau ada nasi baru kenyangnya full tapi gak ada, males mau masak beras lagi keburu lama nunggunya."
__ADS_1
Mi goreng+telur ceploknya matang, Jaka keruang depan untuk menikmati menu makan malamnya sembari menonton tv.
Sebab rasa lapar, dalam sekejab mi+telur habis ia santap dengan lahap. Seusai makan, ia rebahan sambil menonton acara tv.
"Kirain gak kenyang, eh dugaanku salah ternyata bisa full juga kenyangnya. Tidur udah, makan udah sekarang waktunya mandi, gerah juga badan belum mandi."
Jaka masuk kedalam kamar untuk mengambil handuk, saat akan melangkah keluar kamar untuk ke kamar mandi yang letaknya berada di dekat dapur, ia mencium aroma wangi bunga.
"Wangi bunga ? perasaan tadi gak ada wangi bunga kayak gini deh. Hilih, palingan tetangga sebelah abis mandi pake parfum aroma bunga. Udah ah mending aku buruan mandi, gerahhh." Jaka menghiraukan aroma bunga ini.
Baru akan masuk ke kamar mandi, tiba-tiba volume tv terdengar keras seperti ada yang menambah volume tv nya. Langkah Jaka tertahan masuk ke kamar mandi, ia berjalan keruang tv memastikan volume tv nya.
"Tv rusak nih, masa iya volume bisa kuat tiba-tiba, ngagetin orang aja, mana mau mandi ada-ada aja dah, tadi wangi bunga dikamar sekarang volume tv ehmmm ( Jaka menghela nafas kasar )matiin aja tv nya uh." Jaka masih berfikir positif namun ia merasa kesal.
__ADS_1
Usai mematikan tv, Jaka menuju ke kamar mandi. Kali ini ia mandi tanpa adanya gangguan. Mandinya tidak lama, ia keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang ia lilitkan di pinggang. Ia masuk ke kamar untuk mengenakan pakaian, selesai berpakaian, aroma bunga itu tercium kembali.
"Astaga, wangi bunga ini lagi, tadi udah hilang sekarang dateng lagi wanginya, nyegrak bener wanginya, aneh-aneh nih tetangga, malem gini pake parfum aroma bunga, kayak dikuburan aja, hadehhh hiraukan Jaka, hiraukan." Lagi-lagi Jaka tidak mau memperdulikan asal aroma bunga ini, ia tetap mengira jika tetangga ada yang memakai parfum aroma bunga. Tidak dipungkiri jika Jaka kesal dengan aroma bunga yang begitu semerbak memenuhi kamarnya.