Kunti Jatuh Hati

Kunti Jatuh Hati
KJH 30


__ADS_3

Pak ustadz mulai membaca ayat suci Al-Qur'an, sembari berjalan mendekat dimana Kuntiyana, dan semakin mendekat. Sekujur tubuh Kuntiyana mulai merasakan panas, ia tak dapat menahannya lagi, dengan reflek ia melepaskan cekikikan tangannya, dan menjatuhkan Jaka ke tanah. Kuntiyana pun berteriak kepanasan, meminta pak ustadz untuk berhenti, sebab ia begitu sangat tersiksa.


"Hentikan ! aku sudah melepaskannya ahhahh...panas..panas..."


Namun pak ustadz tidak akan berhenti sebelum dia benar-benar hangus terbakar, karena pak ustadz yakin, jika Kunti ini diloloskan pasti akan berbuat sesuatu yang sama pada Jaka, demi menjaga keselamatan Jaka, pas ustadz harus membakarny*a dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an tentunya selalu mengingat Allah.


Kuntiyana terkapar di tanah, sekujur tubuhnya mulai mengeluarkan asap, tanda ia merasakan panas yang sangat teramat dahsyat.


Pak ustadz terus saja membaca, dan atas izin Allah, Kuntiyana pun hangus terbakar, memuai berterbangan diudara, hanya bekas gosong dari tubuh Kuntiyana yang tersisa, pak ustadz pun menghela nafas lega, sembari bersyukur.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah."


Pak ustadz menghampiri Jaka yang tergeletak, lalu pak ustadz membopong Jaka untuk keluar dari tempat ini.

__ADS_1


Tak berselang lama jiwa Jaka dan pak ustadz telah kembali. Jaka pun sontak tersadar dari tidurnya, begitu juga dengan pak ustadz.


Bu Ijah pun terkejut bahagia. "Eh nak Jaka, sudah bangun ternyata."


"Saya kenapa Bu ? kepala saya pusing sekali." Jaka memegangi kepalanya.


"Nak Jaka sudah diselamatkan oleh pak ustadz."


"Saya ingat, saya tadi bermimpi dengan seorang wanita ditempat yang sama sekali saya belum pernah datangi, lalu saya di mintanya untuk makan sesuatu sepertinya itu ayam dan nasi, tapi setelahnya saya tidak ingat apa-apa lagi pak ustadz." Jaka sudah tidak mengingat lagi si Kuntiyana karena pengaruhnya telah hilang.


"Iya, jiwa kamu ingin di bawa kealamnya, sebab dia menyukai dirimu dan ingin memilikimu seutuhnya, tapi untunglah berkat bantuan Allah dan juga Bu Ijah cepat memberitahu saya, sehingga kamu bisa terselamatkan."


"Terimakasih banyak pak ustadz, saya tidak tau kalau bisa jadi seperti ini." Jaka tak menyangka.

__ADS_1


"Ibu minta maaf ya ke nak Jaka, ibu udah gak jujur ke nak Jaka tentang rumah ini, jadinya nak Jaka sampai begini." Bu Ijah menyesal sebab dari awal tidak jujur.


"Sudah-sudah, sekarang yang terpenting kamu selamat, dan insya Allah makhluk itu tidak akan menggangu lagi." Sela pak ustadz.


"Iya pak ustadz, sekali terimakasih banyak, dan untuk Bu Ijah tidak usah dibahas lagi, pasti ibu ada alasan tidak memberitahu saya, saya maklum kok Bu."


"Alhamdulillah, akhirnya Kunti itu telah benar-benar lenya* dari sekitar kamu, nak Jaka. Sekarang kamu bisa lebih aman tinggal disini tidak ada lagi gangguan makhluk jahat itu lagi, dan pesan ibu jangan sembarangan makanan yang ditemukan, sekalipun lapar." Bu Ijah mengingatkan agar hal serupa tidak terulang lagi.


"Ibu tau aja ( Jaka tersenyum malu ), kelemahan saya kalau liat makanan, tenang saja Bu sekarang saya akan lebih berhati-hati."


**Berkat izin Allah SWT, dan bantuan dari pak ustadz juga bu Ijah akhirnya si Kuntiyana bisa di lenya*kan. Jaka bisa lebih aman dan nyaman tinggal dirumah ini tanpa di ganggu oleh Kuntiyana**


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2