Kunti Jatuh Hati

Kunti Jatuh Hati
KJH 5


__ADS_3

Perut terasa penuh, kedua mata Jaka mulai mengantuk. " Hoammm kekenyangan buat mataku ngantuk, masuk kamar langsung tidur ini hoammmm." Jaka berjalan dengan mata setengah terpejam karena ngatuk berat.


Begitu masuk ke kamar, Jaka langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang yang empuk. Tidak butuh waktu lama Jaka pun sudah tertidur pulas. Masih sesaat tertidur, kedua telinga Jaka terusik ketika mendengar seperti suara seorang wanita bersenandung mendayu-dayu, ya bisa dikatakan agak mirip lantunan merdu ditengah malam yang sunyi.


"Astaga malam-malam gini masih aja ada yang senandung. Mana kedengaran lagi, padahal aku udah nyenyak lah tidurnya. Aishhh aneh-aneh ni tetangga sebelah, tadi pake parfum aroma bunga, sekarang malah bersenandung. Penasaran aku siapa sih tetangga sebelah ini, sumpah pengen tau aku, dari jendela aja, kalau ada orangnya langsung tegur selesai dah."


Jaka pertama-tama mengintip lewat sela jendela namun tidak terlihat, ia pun membuka lebar daun jendela. Barulah nampak dengan jelas, sesosok wanita berambut panjang sedang duduk di bawah pohon, namun wajahnya tidak kelihatan sebab si wanita ini membelakangi.


Jaka heran dengan apa yang ia lihat barusan, ia belum sepenuhnya percaya dengan apa yang ia lihat, ia pun mengucek-ngucek kedua matanya agar ia benar-benar yakin, dan sesosok wanita ini masih duduk disana masih dengan bersenandung pelan.


"Waduh cewek, malam-malam gini sendirian rambut panjang ? jangan-jangan ~." Jaka menelan salivanya dengan bercampur rasa takut, degupan jantung Jaka mulai tak beraturan, ia tertegun memandangi sesosok wanita ini, sambil isi pikirannya membayangkan yang ia takuti.


Dalam keadaan takut, Jaka berusaha untuk tetap tenang dan perlahan ingin menutup jendelanya yang terlanjur ia sudah buka lebar. Daun jendela, sedikit lagi hampir berhasil ia tutup, tetapi tangannya berhenti sebab sesosok wanita ini telah berdiri tepat di dekat jendelanya dengan mengatakan. "Kenapa ditutup jendelanya?"


Jaka mencoba realitis dengan pikiran dan dirinya yang benar-benar ketakutan saat ini, ia memberanikan diri untuk menjawab. "Iya banyak nyamuk." Ucapnya dengan bibir begetar.

__ADS_1


"Buka aja bang, saya orang." Kata si sosok wanita ini.


"Maaf ya, saya mau tidur. Mbak lanjut aja duduknya." Daun jendela masih ia pegang kuat.


"Abang ini gak percaya, kalau saya orang. Lihat wajah saya bang, ci luk baaaa." Wanita ini memiringkan kepalanya tepat dihadapan wajah Jaka.


"Huwaaaaa!!!! setannnnn... ( teriak spontan Jaka ) jangan ganggu aku tolong pergi lah, aku orang baru disini, cuma pengen kerja cari uang yang halal gak macem-macem kok sumpah dah, sumpah." Jaka juga spontan membalikkan tubuhnya sembari memejamkan kedua matanya.


"Hihiiiihhiii Abang lucu." Wanita tertawa cekikik merasa lucu dengan tingkah Jaka yang ketakutan.


"Balik badan bang, saya orang." Wanita ini meyakinkan Jaka.


Jaka memberanikan diri membuka kedua matanya perlahan, mengatur nafasnya perlahan. Jaka pelan-pelan membalikkan tubuhnya untuk melihat langsung wajah wanita ini.


Jaka terperangah karena yang ia lihat dengan apa yang ia takuti bertolak belakang, dipikiran Jaka kalau wanita ini adalah kuntilanak berwajah seram namun ternyata dihadapannya malah seorang wanita dengan paras cantik berkulit putih bersih dengan senyuman tipis manis.

__ADS_1


"Hay Abang ( sapa si wanita tersenyum manis), gimana saya orang kan ?"


"Eh hay, saya sampe bengong, kirain mbak ini ~." Ucapannya tidak ia teruskan, karena Jaka merasa kikuk, salting.


"Kirain apa setan ya ?" Tebaknya.


"Iya eh tapi udah gak usah dibahas deh." Jaka buru-buru menepis.


"Yaudah Abang tidur, maafkan saya sudah mengganggu tidur Abang. Saya juga mau tidur, mari bang." Si wanita ini berjalan meninggalkan Jaka.


"Iya mari." Pandangannya Jaka tak lepas dari wanita ini, ia seperti terpanah.


"Tutup jendelanya bang, nanti banyak nyamuk masuk." Ledek si wanita, ia menoleh lagi kearah Jaka.


Jaka nyengir salting ( salah tingkah ) langsung menutup jendelanya. Setelah jendela ia tutup, hatinya berbunga-bunga bahagia.

__ADS_1


"Wih cakep, emang rezeki gak kemana. Hoki aku pindah dirumah ini. Makasih pak bos, makasih dah. Bu Ijah baik, plus ketemu cewek cakep, mujur hidupmu Jaka, mujur. Mendingan sekarang aku tidur, pasti mimpi indah nih." Jaka merasa dirinya begitu beruntung karena dipindahkan di kota ini dan tinggal dirumah ini, dengan perasaan senang Jaka ke ranjangnya untuk kembali tidur. Jaka tidur memasang raut wajah bahagia.


__ADS_2