
Mendapatkan tantangan dari makhluk yang bersemayam ditubuh Jaka, pak ustadz pun tanpa mau berlama-lama, mulai membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an. Sontak makhluk itu berteriak, sembari menutup kedua telinganya, dan juga mengusap-usap kasar area dada tubuh Jaka, ya makhluk ini mulai merasakan panas yang hebat, seperti membakar, dengan suara mencekat yang awalnya nada suara gabungan sekarang suara asli makhluk itu yang keluar, yaitu suara makhluk wanita.
"Tolong hentikan, sekujur tubuhku terasa panas erghhh.." Makhluk wanita ini mengerang kepanasan.
Pak ustadz tidak ingin mendengarkannya, ia terus saja melanjutkan membaca ayat suci Al-Qur'an, guna memaksa keluar makhluk wanita ini.
Karena makhluk ini sudah tak tahan lagi merasakan panas yang begitu membakar, akhirnya makhluk ini pun keluar tanpa perlawanan. Seketika Jaka pun kembali terkulai pingsan tak sadarkan diri, seusai makhluk itu keluar dari dalam tubuh Jaka.
Benar saja, tak berselang lama, Jaka tersadar dengan membuka matanya perlahan, sebab ia merasa silau dan sedikit pusing bercampur lemas, tenaganya seperti habis terkuras.
"Saya berada dimana ?" Tanya Jaka telah sadar namun pandangan masih kabur karena lemas.
"Bapak dirumah Bu Ijah sekarang." Jawab Pak Tono.
__ADS_1
Jaka mengenali suara itu, ia langsung tanda jika itu adalah suara pak Tono. "Pak Tono, saya kenapa ? kepala saya pusing sekali, pandangan saya juga sedikit samar-samar."
"Bapak pingsan dan sekarang Alhamdulillah bapak sudah sadar berkat bantuan dari Bu Ijah dan pak ustadz."
"Saya pingsan ? saya sama sekali tidak ingat kapan saya pingsan ?" Jaka tidak mengingatnya.
"Sudahlah, yang sudah berlalu biarlah, yang terpenting sekarang, kondisi kamu baik-baik saja, bersyukurlah kepada Allah dan juga berterimakasihlah pada pak Tono dan Bu Ijah, karena merekalah yang telah membantu kamu bisa sadarkan diri saat ini, tentunya atas izin Allah yang memudahkan segalanya." Sambung pak ustadz menenangkan, agar Jaka untuk saat ini tidak usah mengingatnya.
"Iya nah Jaka, benar kata pak ustadz, sekarang yang terpenting kondisi kamu sudah pulih." Timpal Bu Ijah menghampiri.
"Baiklah, tunggu bentar ya nak Jaka, ibu siapkan dulu." Bu Ijah bergegas pergi ke dapur.
Sementara Bu Ijah sedang kedapur, pak ustadz mengingatkan Jaka untuk selalu beribadah. "Sekarang kamu sudah sehat, saran saya setelah ini, perbanyak lah beribadah mengingat Allah SWT, agar senantiasa kita selalu dalam perlindungan-Nya, jangan sekalipun kamu lalai, karena kamu sendiri yang akan rugi." Pak ustadz menasehati.
__ADS_1
"Iya pak ustadz, walaupun saya belum tau kenapa saya bisa tidak sadarkan diri, tetapi nasehat pak ustadz mudahan-mudahan akan mulai saya lakukan."
"Alhamdulillah, kalau begitu saya permisi pamit terlebih dahulu, masih ada urusan yang belum saya selesaikan." Pak ustadz pamit, karena dirasanya sudah tidak ada lagi gangguan makhluk itu.
"Tunggu dulu pak ustadz, jika tidak terburu-buru, bisakah pak ustadz tunggu sebentar lagi setelah pak Jaka selesai makan." Pak Tono menahan.
"Baiklah, saya akan menunggu sebentar." Pak ustadz bersedia.
Tak berselang lama Bu Ijah datang dengan membawa sepiring nasi beserta lauk dan sayur. "Nak Jaka ini nasinya, kamu habiskan ya, biar tenaga kamu segera pulih." Bu Ijah meletakkan di atas meja tepat dihadapan Jaka.
"Terimakasih banyak Bu."
"Sama-sama."
__ADS_1
Jaka makan dengan perlahan, mereka bertiga dengan sabar juga menemani Jaka makan, sekaligus memastikan kondisi Jaka benar-benar sudah terbebas dari gangguan makhluk jahat yang telah merasuki tubuh Jaka.