Kunti Jatuh Hati

Kunti Jatuh Hati
KJH 15


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 1, itu artinya waktu istirahat akan segera berakhir namun ibu kantin melihat Jaka masih tertidur di meja. Ibu kantin menghampiri untuk membangunkan Jaka.


"Mas, mas bangun, udah mau jam 1 ini. Emangnya mas gak masuk kerja."


Jaka tidak menjawab, kedua mata Jaka terpejam, wajahnya juga semakin pucat dari sebelumnya.


Bu kantin mencoba menepuk-nepuk pundak Jaka pelan berharap Jaka bisa secepatnya bangun.


"Mas, bangun mas, mas.."


Tetap tidak ada jawaban, Bu kantin mulai panik. "Jangan-jangan mas ini pingsan, wajahnya juga makin pucat, sebaiknya saya panggil pak satpam saja."


Bu kantin berjalan terburu-buru ke pos satpam yang berada didepan. Begitu melihat pak satpam duduk di pos, tanpa basa-basi Bu kantin meminta pak satpam untuk ikut dengannya ke kantin.


"Pak, ayok ikut saya. Ini darurat, ayok buruan."


"Kenapa emangnya Bu ? saya lagi jaga, nanti kalau sampe pak Ferdi tau saya ninggalin pos, bisa di pecat saya."


"Oawalah pak, itu lho mas yang baru kerja, sekarang pingsan di kantin, makanya ayok buruan, wajahnya pucat sekali, saya takut terjadi apa-apa sama mas itu."


"Pak Jaka maksudnya Bu ?" Tanya satpam ekspresi terkejut.

__ADS_1


"Mungkinlah, yaudah ayok pak buruan, malah ngobrol disini, yang pingsan di kantin saya."


"Ayok, ayok Bu, ayok ." Ajak Pak satpam bergegas.


Mereka berdua jalan terburu-buru, menuju ke kantin. Ibu kantin mendekat ke Jaka, memberitahu satpam. "Nah ini yang pingsan, daritadi saya bangunin gak bangun-bangun."


"Ini pak Jaka, sebaiknya saya segera bawa ke klinik. Bu, tolong sampekan ke pak Ferdi kalau pak Jaka pingsan."


"Iya pak. Oh ya pak gimana caranya bapak bawa mas ini ke klinik ?"


"Saya papah Bu, masa saya gendong.".


"Duh pertanyaan apa saya ini, yaudah pak buruan di bawa ke klinik, biar saya beri tau ke pak Ferdi."


Karena klinik letaknya hanya bersebelahan dengan cabang perusahaan ini, mereka sudah sampai di klinik.


Dokter langsung menyuruh satpam untuk membaringkan Jaka ke atas ranjang pasien.


Seusai membaringkan,dokter mulai memeriksa kondisi Jaka, setelah selesai memeriksa, dokteelr bertanya pada satpam.


"Pak, saya sudah memeriksa kondisi pasien, dan kondisinya saat ini adalah kekurangan nutrisi didalam tubuh."

__ADS_1


"Kekurangan nutrisi ?"


"Iya bapak, dari gejalanya, mulai dari wajah dan bibir pucat, tubuh lemas."


"Jadi gimana dok ? apa bisa dikasih obat biar cepat sadar ? soalnya tiba-tiba pingsan dok."


"Saya akan coba memberikan cairan infus beserta obat yang akan disuntikkan juga lewat selang infus, semoga saja pasien bisa segera pulih dan sadar."


"Baik kalau gitu dok." Satpam menyetujui.


Dokter memasang infus, kemudian memasukkan obat berupa suntikkan ke selang infus.


"Bapak bisa meniggalkan pasien disini, jadi bapak lanjutkan pekerjaan saja. Nanti jika pasien sudah sadar saya akan menghubungi bapak."


"Tidak apa-apa dok kalau saya tinggal ?"


"Tidak apa-apa pak, pasien biar jadi tanggung jawab saya."


"Terimakasih banyak dok, saya permisi, jika dokter perlu apa-apa silahkan hubungi nomor telepon pos jaga saja."


"Iya bapak." Bu dokter sudah mengetahui nomor telepon pos jaga.

__ADS_1


Satpam kembali ke tempat kerja, ia duduk di pos untuk berjaga.


__ADS_2