Kunti Jatuh Hati

Kunti Jatuh Hati
KJH 2


__ADS_3

Singkat cerita Jaka telah sampai di kota X. Ia bergegas menaiki taksi, untuk menuju ke alamat yang telah dikirimkan oleh atasan via What*App.


Jaraknya dari bandara ke tempat tujuan tidak terlalu jauh, lebih kurang menempuh waktu 30 menit saja. Ya, Jaka sudah tiba di alamat yang ia tuju. Jaka membayar ongkos kemudian turun.


Jaka berdiri di tepi jalan sembari melihat-lihat rumah mana yang tela disediakan oleh atasan untuk ia tinggalin selama bekerja di kota X ini.


"Duh, rumahnya yang mana ya ? pak bos cuma kasih alamat tapi aku lupa tanya nomor rumahnya, telpon pak bos aja daripada bingung aku." Jaka belum tau nomor rumahnya, ia pun berniat menghubungi atasan.


Beberapa kali mencoba menghubungi namun tidak di jawab oleh atasan, Jaka semakin bingung.


"Hadeh, ni pak bos ditelpon malah gak angkat-angkat. Gimana ini."


Di tengah kebingungan, terdengar suara seorang ibu menghampiri.


"Permisi, kamu ini pasti nak Jaka ya?" Tanyanya.


"Eh iya Bu, saya Jaka. Ibu kenal saya ?" Jaka balik tanya.

__ADS_1


"Iya, saya sudah dihubungi sama pak Seno ( atasan/bos Jaka )kalau siang ini karyawan yang bernama Jaka akan tiba, makanya saya tau, pasti kamu yang bernama Jaka."


"Syukur deh Bu, saya sudah bingung disini, saya telepon-telepon pak bos gak diangkat, mau tanya tetangga sini nampak sepi banget."


"Biasa nak Jaka, kalau siang gini kebanyakan pada betah dirumah, ditambah lagi pada kerja belum pulang. Yaudah yok ikut ibu, biar ibu tunjukin rumahnya, pasti nak Jaka capek kan, abis perjalanan jauh."


"Yok Bu, bener banget saya capek pengen buru-buru istirahat."


"Mari nak Jaka, rumahnya ada di sebelah sana." Ibu ini menunjuk kearah sebuah gang.


"Masuk gang nya gak jauh kok nak Jaka." Ucap ibu ini sambil mulai berjalan.


Jaka mengikuti dari belakang, sembari sesekali memperhatikan setiap rumah yang ia lewati.


Perhatian Jaka tersentak, ketika ibu ini berkata. " Nah ini rumahnya nak Jaka."


"Oh iya Bu, terimakasih."

__ADS_1


"Ini kuncinya nak Jaka, kalau perlu apa-apa jangan sungkan minta bantuan ibu ya. Rumah ibu ada di sudut gang ini, cat warna kuning."


"Baik Bu. Ngomong-ngomong dari tadi ngobrol tapi saya belum tau nama ibu."


"Panggil aja ibu Ijah. Yaudah ibu pamit pulang dulu ya, selamat beristirahat, semoga betah tinggal disini ya nak Jaka."


"Pasti Bu, sekali lagi terimakasih."


"Sama-sama nak Jaka, mari." Bu Ijah pamit.


Bu Ijah pulang, Jaka pun langsung masuk ke dalam rumah karena memang ia merasa lelah. Begitu masuk hawa sejuk mulai terasa. Tak lupa Jaka mengunci pintunya lagi sebab ia ingin beristirahat.


"Wih sejuk ni rumah, bersih lagi. Pasti Bu Ijah yang rajin bersih-bersih. Suasana gini nih yang bikin betah dirumah. Otw cek kamar, pasti lebih adem dari ruangan depan ini." Jaka berjalan kearah kamar, benar saja tersusun rapi dan bersih.


"Langsung tidur aja aku, ngantuk bener nih mata. Padahal naik pesawat, naik taksi tapi ngantuk + capek emang gak bisa bohong. Entar sore bangun terus beli makanan diluar dah, hoammm..."


Jaka tanpa berlama-lama langsung rebahan di atas ranjang, dan tak butuh waktu lama juga Jaka sudah tertidur pulas, tanpa ia sadari jikalau ia belum melepas sepatunya begitu memasuki rumah.

__ADS_1


__ADS_2