Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 18


__ADS_3

Cahaya itu membawa Leo pergi semakin tinggi, dirinya hanya pasrah. Semua ada di tangan sang kuasa alam, dirinya bisa apa?. Semua hanya sebuah titipan, tidak ada yang abadi di dunia ini, semua akan kembali kepada sang pencipta alam semesta ini. Jika waktu bisa di putar, dirinya ingin mengeluarkan semua ucapan cinta nya pada Tina. Dia membuat hati tulus itu menunggu, menunggu tanpa kepastian.


Leo pejamkan matanya, ia tak ingin semua nyata. Ini hanya mimpi, dia berharap itu. Ku mohon! Ini mimpi.


Sedangkan di dunia nyata,


Tina masih betah menunggu kebangunan prabu, doa terus dia lantunkan. Ia berharap Tuhan bermurah hati, mengganti garis hidup ini. Rismary, masih dalam keadaan penyesalan. Leon merawat sang ayah, semua sudah jelas. Akar dari segala masalah sudah terkuak. Sepandai pandainya merahasiakan bukankah pada akhirnya ketahuan? Apalagi itu rencana busuk?.


Malam harinya di ruang rawat prabu,


Tiba tiba tangan Prabu bergerak, sedikit demi sedikit namun pasti. Matanya mulai terbuka, hal pertama yang di lihat adalah Tina. Senyum mengembang di wajah pucat Prabu. Ia bersyukur, di beri kesempatan indah ini. Ia berjanji, akan segera membawa Tina ke suatu janji suci antara mereka dan Tuhan.


Lambat namun pasti, tangan prabu menyentuh kepala Tina yang terlelap di sampingnya. Usapan lembut itu mengusik sosok putri tidur itu. Matanya terbuka, hal pertama yang dilihat, Prabu? Apakah ini mimpi? Tidak! Ini nyata. Samburan pelukan hangat itu mejalar di iringi air mata kebahagiaan Tina.


"kak prabu? Ahhh terima kasih Tuhan"


" air" ucap lirih prabu. Ia sangat ingin memeluk dan berbicara tapi, tenggorokan nya serasa kering dan badannya kaku semua.


Setelah meneguk air itu, Tina memanggil dokter untuk mengecek keadaan Prabu.


" syukurlah, sudah stabil. Dua hari lagi sudah boleh pulang "


" wah, terima kasih dok"


" iya, sama sama. Saya permisi "


Setelah kepergian prabu, ruangan itu malah seakan seperti kuburan di tengah malam. Sepi. Sunyi. Dan hening. Tidak ada yang berinisiatif berbicara duluan. Karena tak ingin suasana semakin sunyi. Prabu berucap " emm, sudah berapa hari aku koma? "

__ADS_1


" sudah 2 minggu lebih 3 hari"


" lama sekali ya"


" eh,, iy-yaaa"


" Tina"


" iya kak? "


" jangan panggil aku Prabu, nama ku yang asli Leo fajar alwanta"


" Leo? Kenapa kak? Prabu nama yang bagus"


" itu nama asli ku, panjang ceritanya "


" iya"


" kalau kak singa? Cocok dengan kak Leo" ucap Tina sepontan.


" Apa? "


" ohhh tidak, itu lhoo kak, kemarin lihat berita... Ada singa yang sekarang jadi janda gara gara di tinggal si singa jantan selingkuh "


" kamu tidak pandai mengarang cerita"


" maaf kak"

__ADS_1


" ya sudah lah, aku hanya bercanda kok. Emm Tina"


" iya kak? Kakak butuh apa? "


" jangan panggil aku kak lagi. Panggil aku Leo!" tegas Leo.


" iya Leo, kamu mau apa? "


" sebenarnya.. Aku... "


Ahh kenapa jadi deg deg an gini? Jantungku bermasalah. Dokter tadi pasti dokter abal abal. Aduh, keringat dingin, penyakit apa ini? Jatung berdebar debar, keringat dingin, kaki bergetar. Ini penyakit Cinta. Batin Leo.


" huhhhhfff," buang nafas dengan kasar " Tina, aku ingin bicara serius dengan kamu" ucap Leo mengesampingkan jatung nya itu. Semakin di tahan semakin tidak kuat.


" Tina, aku - aku-aku sebenarnya su-... "


" sudah? Apa Leo? Yang jelas"


" aku sudah kebelet ke kamar mandi" ucap Leo final. Jantungya tak bisa di kompromi. Jika di paksa pasti Leo sudah pingsan. Ternyata mengungkapkan cinta sesulit ini. Ujian saja masih bisa di kondisikan, cinta bagaikan virus yang menyerang hati, dan semua sendi di tubuhnya. Kaku.


" hah?" aku terlalu berharap! Batin Tina.


" kenapa? " ucap Leo sambil menutupi rasa gugupnya.


Setelah drama panjang itu, Leo kembali istirahat begitupun juga dengan Tina yang memilih tidur di sofa.


Semoga hari esok lebih indah~ batin Tina dan Leo. Sebelum mereka menutup mata untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2