
Pukul 3.00 Leo terbangun dari tidurnya, tidurnya sangat tidak nyenyak. Ia melihat langit langit kamarnya, itu halusinasi atau benar? Leo melihat wajah Rismary tersenyum bahagia. Wajahnya bersinar senang. Masihkah ia bermimpi?. Leo akhirnya bangkit dan duduk di balkon kamarnya, memandangi langit yang masih gelap, bintang bintang masih sangat jelas terlihat.
Sambil memejamkan matanya kembali, menikmati udara pagi itu. Leo kembali tertidur.
Seakan sama halnya dengan Leo, di kamar Agus pun begitu. Ia duduk di meja kerja nya. Hembusan nafas lelah ia keluarkan, kenapa dia bisa lupa jika Rismary adalah mantan pacarnya dulu. Rismary adalah cinta pertamanya, namun sifat nya yang terkesan kaku membuat Agus tidak nyaman.
Sebuah hubungan terjalin bukan hanya rasa, tapi juga adanya rasa nyaman dan terkesan nyambung. Wajah Rosemary memang sama persis seperti Rismary yang membedakan keduanya adalah gaya bicara, sifat dan gaya baju yang sangat berbeda. Jika jujur, cinta Agus masih sama seperti dulu pada Rismary.
Ia membenci Rismary karena masalah yang terjadi, ia kira Rismary lah pelaku antagonisnya. Sekarang rasa itu hilang sirna, menyesal. Mengapa Rismary harus memilih bunuh diri? Ia belum meminta maaf pada nya. Dan kenyataan baru juga datang, Leo adalah anaknya dan Rismary?. Jika di ingat ingat kembali, memang benar dia pernah mabuk berat dan tidur dengan wanita yang tak dia kenali. Saat bangun wanita itu membelakangi nya, dan saat itu dia langsung pergi, Agus fikir itu hanya lah wanita sewaan dan memberi uang di dekat wanita itu.
Namun, dugaan nya salah. Rasa janggalan nya dulu pada sifat Rosemary dalam menjaga Leo dan Leon memang berbeda. Rosemary lebih menjaga Leon, bahkan ia menyuruh Leo untuk selalu menjaga adik nya itu. Hingga, membuat Leon kecil sangat manja. Agus tak pernah menyangka semua serumit ini, lalu siapa yang salah?.
Karena asik melamun dengan dunianya Agus tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 5.00 pagi. Ia bangkit dan segera keluar untuk menikmati udara pagi, bingung rasanya untuk menjelaskan pada Leo. Ia fikir hanya dialah yang di beri surat oleh Rismary.
Semua anggota keluarga sudah di meja makan untuk sarapan. Semua diam, tak ada yang berbicara. Leo merasa hanya anak haram, Leon merasa kehadiranya mengganggu, dan Agus merasa malu pada perbuatan nya dulu. Mereka makan dalam keheningan. Hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu di atas piring.
Acara makan itu selesai, jam masih menunjukkan pukul 6.00 pagi, masih ada satu jam untuk berangkat ke kantor dan kuliah. Agus fikir, tak bagus jika terus seperti ini, di lihat dari tingkah anak anak nya Rismary memang membuat surat untuk semua. Ia seperti tak ingin ada rahasia setelah kepergian nya.
" Leo, Leon. " panggil Agus sebelum kedua anaknya ingin beranjak dari kursi. Lantas, Leo dan Leon pun kembali duduk kembali. Mata mereka saling beradu pandang, seakan mengisyaratkan untuk saling terbuka.
Agus pun melanjutkan ucapannya setelah melihat Leo dan Leon duduk kembali. "Apakah kalian di beri surat oleh Rismary?. " tanya Agus sebagai awalan.
" iya yah. " ucap Leon. Leo hanya diam saja, dia bingung harus memanggil apa? Ayah? Dia hanya anak haram.
" Aku tahu ini semua memang kesalahan aku, Rosemary dan Rismary. Awalnya aku memang tak menyangka tapi memang ini adalah sebuah kenyataan. Aku harap, kalian hidup rukun seperti biasanya, semua sudah jelas. Tak ada rahasia yang di sembunyikan, kalian semua anak ku. Aku tak akan membeda bedakan. " ucap Agus.
" iya yah, aku tahu. Ini semua adalah sebuah takdir, aku tetap menganggap kak Leo adalah kakakku. "
" Leo, kenapa kamu hanya diam? Tidak bisa kah kamu memaafkan kesalahan ku? " lirih Agus.
" bukan begitu om, aku merasa menjadi anak haram yang tak di anggap. " gumam Leo sedih.
__ADS_1
" jangan panggil aku om, panggil aku Ayah. Kamu bukan anak haram, kamu anak ku dan Leon adalah saudara mu. " tegas Agus.
" huhhff, iya yah. Maaf. " kata Leo. Mereka pun berpelukan, saling mencoba berdamai dengan masa lalu. Toh, masa lalu hanya masa lalu, yang perlu kita pandang adalah masa depan, masa lalu jadikan sebuah pelajaran untuk melangkah baik ke depannya.
Sesudah penyelesaian masalah itu, semua anggota keluarga berangkat ke kantor untuk Agus dan ke kampus untuk Leo dan Leon. Sikap mereka sudah seperti biasanya, toh semua sudah jelas bukan?.
Dan seperti kemarin, Leo menjemput Tina dulu sebelum ke Kampus. Tina sudah duduk manis di depan rumah, syukurlah Leo tidak menunggu Tina lagi. Dengan gerakan kilat, Tina sudah di samping Leo. Senyum manisnya itu tak pernah pudar di wajah cantiknya.
" Pagi kak Leo. "
" pagi Tina, "
" kak Leo, ini aku bawa bekal untuk kakak loh, " ucap Tina sambil membuka kotak makan nya itu. Bila jujur, Leo sudah kenyang, tapi demi membuat hati Tina senang ya sudahlah.
" yang buat kamu sendiri?. "
Dengan malu malu Tina menjawab " iya kak. " di tanya gitu aja wajahnya langsung memerah. Mambuat Leo sangat gemas. Tina menyuapi Leo dengan nasi goreng buatan nya itu. Leo pun menerima nya dengan senang hati.
Leo yang mendengar kata nikah pun juga sangat malu, telinganya juga ikut memerah. Tina yang melihat telinga Leo memerah ikut gemas sendiri.
Mobil Leo berhenti di depan gerbang sekolah itu, Tina langsung keluar dan tak lupa lambaian tangan cinta nya untuk Leo. Tina berjalan dengan senyum senang. Tina mulai berimajinasi tentang dia dan Leo.
" TINAAAAAA. Huaaa gue kangen banget sama lo. " teriak Maya. Karena teriakkan maya membuat imajinasi nya bubar entah kemana.
" berisik Maya, lo baru muncul.. Kemana aja lo kemarin." tanya Tina kesal.
" hehe, gue kesiangan tin kemarin.. "
" kesiangan? Gue juga kesiangan, tapi tetep masuk lo aja yang males. " ucap Tina jenggah.
" lo pasti kesiangan nya di batas wajar tin, kalau gue di atas rata rata.. "
__ADS_1
" emang lo bangun jam berapa? "
" jam 4 sore. " jawab Maya dengan santainya.
" WHATTT?!!! Lo bangun jam segitu? Beneran? "
" iya markonah. "
"ngapain aja lo?. "
" gue baca komik, terus baca novel.. Bagus bagus banget sih, jadi nya gak ingat waktu deh.. "
" buset.. "
Mereka mengobrol tentang banyak hal sampai tak sadar langkahnya sampai di depan kelas. Di dalam kelas ada segerombolan anak yang sedang ngerumpi, Tina dan Maya pun ikut dong.
" eh lo pada tahu gak? Ada orang ganteng sekolah di sini loh"
" siapa siapa? "
" ada orang ganteng aja langsung semangat. "
" itu loh, kelas sebelah. Wajahnya kayak orang bule guys. "
" bule? Gercep guys.. Kita harus foto bareng dan posting ke ig. "
" bener bener.. Gasskeun."
Segerombolan tadi lari menuju kelas sebelah, Tina yang sudah tahu siapa merasa jenggah. Orang kaku kayak Brian aja pada di sukai.
" ayo may, duduk. " ucap Tina, tapi kok sepi? Saat melihat belakang ternyata dia melupakan satu fakta bahwa Maya adalah pemburu cogan.
__ADS_1