Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 2


__ADS_3

Aula SMA N PRADIKA


Aula yang biasanya sepi sekarang ramai dengan wali murid kelas 12 ,bapak/ibu guru dan siswa siswi. Di belakang aula juga tak kalah ramai dengan para siswa siswi yang akan menampilkan bakat serta penyambutan acara. Perpisahan tahun ini sedikit berbeda karena biasanya akan di adakan di hotel atau gedung tapi sekarang di aula sekolah, dengan alasan aula sekolah sudah lebih baik.


Dan karena di adakan di aula sekolah, maka para siswa siswi akan sangat di sibukkan dengan berbagai agenda, kebersihan,menyusun meja kursi dll. Kini acara pun tiba, para wali murid sudah duduk di kursi masing masing. Dengan penyembutan pertama dari kepala sekolah dan lanjut acara lainya.


Acara demi acara terlaksanakan dengan lancar, sekarang giliran tina tampil untuk acara terakhir yaitu pidato penutup.


Tina, yang sendari gugup karena penampilannya akan di tonton oleh si doi. Hanya bisa membuang dan menghembus kan nafas perlahan.


" ayo Tina, lo harus semangat!! Tampilkan yang terbaik" menyemangati dirinya sendiri " tarik...buang huhfffffttt" Tina melangkah ke panggung dengan semangat.


"Salam sejahtera untuk kita semua.


Saya disini sebagai perwakilan penyampaian pidato kelas 12 dan kenaikan kelas SMA N PRADIKA,


Sebelum memulai mari kita panjatkan puji stukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmatnya kita bisa berkumpul dengan rasa sukacita.


Pertama-tama,


Yang saya hormati bapak kepala sekolah SMA N PRADIKA Jakarta, kepala sekolah SMA negeri pradika bapak Samsul, M.pd.


Yang saya hormati ibu wakil kepala sekolah SMA negeri pradika , ibu Sumiarti, M.Pd.

__ADS_1


Yang saya hormati bapak / ibu wali murid kelas 12 yang telah berkenan hadir dalam acara pelepasan siswa kelas 3 SMA Negeri Pradika, Jakarta


Yang saya hormati seluruh dewan guru beserta karyawan SMA Negeri Pradika, Jakarta dan yang saya banggakan kakak-kakak siswa kelas 12 , teman-teman kelas 11 dan adik-adik kelas 10."


"Kedua, terima kasih kepada panitia yang telah mengizinkan saya untuk berdiri di sini menyampaikan salam perpisahan ini di depan para hadirin sekalian.


Selama bersekolah, sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat naik kelas dan lulus SMA.


Setiap pertemuan ada perpisahan.Tak dirasa sudah 3 tahun para kakak-kakak berjuang dengan keras untuk kelulusan.Kerja keras mereka,kegigihan mereka tak sia-sia.Mungkin banyak dari anda semua yang menginginkan yang namanya perpisahan ini,karena mungkin sudah ada yang tidak sabar menempuh kuliahnya, atau karena alas an lain.


Pada acara yang berbahagia ini ,merupakan acara yang sangat berarti bagi seluruh siswa-siswi kelas 11 dan 12, karena pagi ini merupakan pagi pelepasan bagi siswa-siswi yang selama 3 tahun ini sudah berjuang dengan keras untuk menyelesaikan didikan di sekolah ini.Mungkin pada proses pembelajaran di jenjang 3 tahun ini banyak kesan dan pengalaman yang positif maupun negatif. Namun itu semua nantinya dapat memberikan manfaat bagi kakak-kakak kelas 12.Saya selaku perwakilan pembacaan acara meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada perkataan dan perlakuan dari kita semua yang kurang berkenan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.


Kenangan-kenangan yang sudah kita alami selama kita bersekolah ini, baik yang menguntungkan atau pun yang merugikan, biarlah itu menjadi memori bagi kita yang akan kita ingat sepanjang masa. Jadikan itu sebagai pelajaran bagi kita semua.


Tina yang sendari tadi hanya memperhatikan Prabu sangat kecewa karena dia sama sekali tidak menoleh bahkan tidak menanggapi pidato nya. Sungguh mencintai dalam diam itu sangat menyakitkan. Tapi ia tidak putus semangat, karena semua itu butuh perjuangan. Tina tidak ingin kalah sebelum berperang, ia harus memanfaatkan waktu sebaik baiknya karena 2 bulan lagi Prabu akan pergi ke london untuk kuliah.


Akhirnya,Tina duduk tidak jauh dari Prabu sembari memperhatikan nya.


" kak prabu, kamu tahu gak sih, kalau aku sangat mencinta mu setulus hati ku. Dan asal kamu tahu kamu adalah cinta pertama dan akan ku jadikan terakhir. Kamu adalah pelabuhan terakhir ku" lirih Tina dengan mata berkaca kaca.


" Tina lo harus semangat!! " seru Tina menyemangati diri sendiri.


Prabu yang sadar di perhatikan oleh Tina seakan akan tidak peduli karena bagi nya semua wanita adalah kemunafikan, dan pengkhianatan. Entahlah ia dapat pikiran dari mana tapi yang pasti itu adalah kalimat perwakilan dari kisah hidupnya. Kisah hidup yang akan dia bawa sampai mati dengan kebencian.

__ADS_1


Tina yang melihat Prabu pergi, mengikuti nya secara perlahan dan hati hati. Sebenarnya Prabu sadar akan keberadaan Tina tapi ia tetap cuek, walaupun jujur di dalam hati ia senang, namun egonya lebih memilih dingin dan cuek. Siapa yang tak kenal Tina? Gadis cantik di sekolah itu atau bahkan menjadi primadona di sekolah itu?.


Akhirnya langkah Tina berhenti saat melihat Prabu duduk dibangku taman yang sepi di belakang sekolah. Dengan keberanian nya Tina mencoba mendekat dan duduk di sebelah Prabu.


" maaf kak, bukanya aku ini pengguntit tapi ada suatu hal yang ingin aku sampaikan" kata Tina perlahan perlahan sambil mendudukan butt nya di kursi taman.


"hemm, apa yang pengen lo sampaikan? " tanya Prabu dingin dengan tatapan tajam nya.


" kak, bukanya aku ini gadis liar atau apalah,tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku tahu ini akan terlihat menjijikkan tapi, ini harus aku ungkapin" seru Tina dengan mengambil nafas untuk menutupi kegugupan dan malu.


" kak Prabu, aku mencintai kakak sejak pandangan pertama. Ingat kak aku bukan hanya mengagumi mu, aku jatuh cinta pada mu kak. Bisa kah kak Prabu membuka sedikit hati kakak untuk diri ku memasuki dan memberi sedikit cahaya? " kata Tina menatap kedua bola mata Prabu. Jelas sekali di sana ada sosok yang rapuh dan pancaran kesedihan, kekecewaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


" hatiku gak butuh cahaya dari cewek centil dan genit kayak lo. Lo mending pergi gue pengin sendiri " tungkas Prabu membentak.


" kak, kenapa kakak bilang begitu? Aku hanya ingin jujur. Kakak juga tahu selama satu tahun aku berjuang buat kakak dan mengumpulkan keberanian ini hanya untuk kakak karena aku tidak ingin membohongi perasaan ku sendiri " seru Tina.


" perjuangan lo gak akan membuahkan hasil, jadi jangan banyak berharap dari gue" kata Prabu dengan melangkah meninggalkan Tina.


" Dan juga, gue benci cewek kayak lo" kata prabu dengan melanjutkan jalanya tanpa menoleh pada Tina. Karena jujur prabu tidak bisa melihat wajah sedih Tina, ia juga tahu perkataannya tadi pasti menyakiti hati tina.


' apa seburuk itukah aku di harapan mu kak? Apa sesakit ini? Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini? Apa yang aku lakukan ini salah? Kak Prabu ingat kata ku ini, aku tidak akan menyerah dengan mudah, kau telah ku jadikan pelabuhan hati ku.. Aku akan berjuang ' batin Tina.


Akhirnya Tina memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2