
Setelah hari sudah larut, Leo membawa Tina pulang. Dia melihat wajah lelah Tina. Ia genggam tangan mungil itu, kenapa perasaannya sangat tidak enak??, Tuhan akan ada apakah ini??. leo kecup lembut tangan Tina, dirinya menghayati tangan itu.
Dreeettt dreettt
Ponsel Leo berbunyi, tertera nama Leon. Leo ingin mengambil ponselnya, tapi sayang tangan nya licin dan ponsel itu jatuh di bawah kemudinya. leo ingin berhenti dan mengangkatnya tapi sebuah cahaya lebar datang dengan kecepatan tinggi. Cahaya itu membuyarkan konsentrasi Leo, ia lihat itu truk gandeng besar yang oleng kesana kemari, Leo panik.
Ia ingin membanting stir ke arah mana?? Kanan nya jurang, kirinya adalah pembatas jalan yang jika ia nekat maka akan membahayakan pengendara lainnya. Akhirnya, leo memilih membanting stir ke arah jurang. Sebelum itu ia lepaskan sabuk pengaman Tina dan membawa Tina pada pelukan nya.
Tina pun terkejut mendapat perlakuan mendadak Leo, lalu ia melihat truk besar yang sedang oleng kesana kemari.
" kak Leo!!! Itu truk!!! Kita harus bagaimana?? "
" kenapa ada truk yang berlawan arah??? "
" Tina sayang,, tenang.. Aku tidak tahu, yang pasti kita coba mundur dulu.. "
" di belakang banyak pengendara. "
" kita banting stir ke jurang.. Tina kamu tenang, tetap di pelukan ku. "
" kak Leo,, jika aku nanti mati,, aku mohon.. Bukalah hati mu kelak untuk wanita yang lebih baik dari aku. "
" tidak akan, kita akan selamat. "
" Aaaaaaaaa" teriak Tina dan Leo saat membanting stir ke arah jurang.
__ADS_1
Posisi Leo yang melindungi Tina menjadi terbalik, Tina di bawah dan Leo di atas. Mobil Leo jatuh ke jurang, Tina segera membuat Leo keluar. Dengan dorongan keras,, Leo berhasil keluar. Tina yang ingin keluar rasanya tidak kuat, ia hanya bisa mengeluarkan kedua tangan nya.
Kepala Leo sudah mengeluarkan banyak darah tapi masih ada kesadaran.
" Tina bertahan lah sayang. " ujar lirih Leo mencoba sadar.
" tidak kak,, " ujar Tina pasrah. " kak Leo ambillah cincin ini,, terima kasih kak Leo ku sayang.. Dirimu selalu membuat aku bahagia, terima kasih kak Leo, kamu adalah mentari di saat fajar yang memberi kehangatan relurung hati ini. Jika memang ini takdir tuhan, kuat lah kak. Pinta ku satu, jangan jadi Leo yang seperti dulu. Tetap jadi Leo yang seperti ini selamanya. Tina cinta kak Leo." ujar Tina dengan pelan. Dirinya sudah lelah, dirinya ingin tidur. Tidur selamanya.
Leo ingin meraih Tina, ia sudah menanggis. Namun, tiba tiba mobil Leo meledak. Sebelum itu, Leo mengambil cincin itu. Hatinya sakit, melihat kobaran api itu melahap tubuh Tina.
" TINAAAA SAYANG... JANGAN tinggalkan..aku. " kesadaran Leo hilang. Semua lenyap, cintanya, belahan jiwanya sudah hilang. Semua hilang bagaikan di lahap api. Dirinya sudah terjatuh pingsan, darah masih saja keluar dari kepala nya.
****
Sedangkan di rumah keluarga kesuma,
" bunda, ini bagaimana?? "
" di kocok dulu sayang, sampai putih berbusa baru di masukan semua adonannya. "
" oke bunda. " wajah Tina berseri. Tina dan bunda sedang membuat kue. Bunda sangat bahagia dan bersyukur akan kehadiran Tina, tina adalah pelengkap , penyemangat dan sebuah doa nya selama ini.
" Tina kenapa kamu berdandan?? "
" karena ini hari terakhir ku bunda. "
__ADS_1
" maksud mu apa Tina?? "
" bunda, aku sangat sayang bunda. Bunda adalah sebuah berlian di hati ku, penyejuk di ulu hati ku dan penyemangat di hidup ku. "
" bunda, aku minta maaf,, karena aku banyak salah pada mu, aku banyak membantah, menentang dan bahkan pernah membentak mu. Bunda, aku menyesal!! Aku mohon maaf mu bunda. "
" Tina maksud mu apa??? Jangan membuat bunda takut!! "
" bunda sayang Tina, tina anak baik tina tidak pernah membantah bunda.. Tina anak berbakti. "
" syukurlah, aku lega bunda.. Katakan maaf ku pada ayah. Katakan cinta ku pada kak Leo. Katakan maaf ku pada semua nya bunda. Aku harus pergi.. Tuhan sudah memanggil ku. "
" jaga kak Leo untuk ku bunda, Tina sayang Bunda dan ayah. "
" TINAA!!! MAKSUDMU APA NAK??? Jangan tinggal kan bunda Tina... Bunda ikut. " teriak bunda.
Namun Tina sudah di bawa pergi jauh di telan cahay kuning itu.
" TINAAAA." teriak bunda lalu bangun. Deru nafasnya menggelebu-lebu. Fikirannya hanya ada Tina, dan Tina. Jam menunjukkan pukul 1.00 malam. Perasaan cemas tak tertahan.
" bunda ada apa?? " tanya ayah yang bingung dengan istrinya.
" tina ayahh. "
" putri kesayangan ku kenapa?? "
__ADS_1
Hingga bunyi ponsel itu membuatnya berubah dalam seketika..