Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 30


__ADS_3

Jam yang di tunggu pun datang, waktunya pulang. Waktu pulang adalah waktu untuk beristirahat, bermain dan rutinitas lainya. Saat ini Tina sedang menunggu Leo di halte dekat sekolah. Menunggu sambil bersenandung riang.


" Nunggu jemputan?" tanya Brian yang lewat menggunakan motor besarnya.


Eh tumben nih si ketek Brian baik, apa udah tobat? Efek di kejar bencong tadi kali yak? Batin Tina.


" iya. "


" mau bareng gak?, mumpung gue baik. "


" Gak, makasih. Gue nunggu jemputan pacar. " ucap Tina sombong.


" kasihan amat, masak pacar di suruh nunggu lama. "

__ADS_1


" lo kira pacar gue nganggur. Pacar gue juga kuliah. "


" Iya ya maaf. Gue duluan, hati hati zaman nya pepacor. " ucap Brian lalu pergi dari hadapan Tina.


" pepacor? Perebut pacar orang? Masak kak Leo gitu sih, tauk ahh. Tumben juga tuh si ketek Brian gak kaku, tapi nasehat nya bener juga sih.. "geruntu Tina.


Tin tin


Suara klakson mobil Leo menghentikan geruntuan Tina. Tina yang mendengar langsung berlari dan masuk ke dalam mobil Leo. Di sana ada Leo dan seorang wanita? Siapa? Jangan jangan kak Leo selingkuh?. Tina langsung berlari dan menghentikan taksi. Di dalam taksi Tina malah kepikiran ucapan Brian tadi.


Taksi itu berhenti di rumah mewah Tina, ia langsung berlari dan masuk kamar. Bunda yang melihat nya heran? Tak biasanya Tina seperti itu, biasanya senyum senyum dan bersapa dengan nya. Ada masalah apa?. Bunda Resti pun segera menghampiri anak semata wayang nya itu. Namun, pintu kamar di kunci. Sepertinya Tina membutuhkan privasi.


Sedangkan di depan halte sekolah,

__ADS_1


Leo bengong melihat Tina yang membuka pintu mobil, terus membanting nya dan menyetop taksi?. Ada apa? Lama berkutik akhirnya dia tahu, Tina cemburu. Betapa bodohnya dia membawa Melin ikut ke mobilnya. Dan sekarang? Harus bergegas menjelaskan. Dia melupakan suatu fakta bahwa Tina adalah anak remaja labil. Jika di bandingkan dengan umur, hanya berjarak 2 tahun. Tapi, kedewasaan seseorang bukan di ukur dari segi itu.


Melin adalah teman baru di kampus Leo, tadi saat hendak menjemput Tina. Leo melihat mobil Melin mogok, sebagai citra laki laki dan teman sekelas, Leo pun menawarkan tawaran untuk Melin. Melin yang dasarnya menyukai Leo ya senang senang saja, dia juga belum tahu kalau Leo sudah mempunyai pacar. Dia kira Leo akan menjemput adiknya. Tapi, melihat gelagat Leo itu bukan adiknya. Pertanyaan singkat yang mengganjal hatinya pun terlontarkan.


" dia pacar kamu?. "


" hemm."


" masih SMA?. " tanya Melin heran.


" terus?. " Leo hanya menjawab singkat karena pikiranya bertuju pada Tina. Ia harus segera menjelaskan semua ini kalau tidak? Ia tak bisa membayangkan Tina akan seperti apa? Jadi monster?katanya wanita cemburu itu berbahaya.


" turun. " ucap Leo menurunkan Melin di depan kompleks perumahan elite itu.

__ADS_1


" Makasih." jawab Melin lembut. Tapi Leo sudah tak peduli saat ini menjelaskan pada Tina adalah hal terpenting. Kejujuran adalah modal utama kelanggengan hubungan. Semoga Tina mau menerima penjelasan nya nanti.


Leo melajukan mobil nya cepat, ia harus segera sampai dirumah Tina. Segera di selesaikan maka masalah itu akan segera selesai. Sebenarnya sedikit aneh, kenapa Tina langsung pergi? jika di mempunyai alasan sepeti di benak nya seharusnya dia berani. mengingat perjuangan nya dulu saat mengejar Leo. Gadis aneh. mungkin itu satu kata yang berliang di fikiran Leo.


__ADS_2