Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 35


__ADS_3

Matahari telah muncul di ufuk timur dengan malu malu, cahaya sedikit demi sedikit memasuki celah jendela dan tembus di korden tertutup itu. Cahaya mulai masuk, mengenai sosok cantik yang tertidur sangat pulas itu. Sinar mentari itu tak mengusik tidur lelap Tina.


Ingin bangun, tapi mengingat ini adalah libur, rasa kantuknya muncul lagi. Hari libur bangun pagi? Tidak afdol bukan?. Dan Tina melanjutkan tidurnya. Tidur dengan sangat nyenyak. Padahal tadi malam dia juga tidak begadang, tapi kenapa dia masih mengantuk? Julukan yang tepat adalah koala. Seperti koala yang hanya malas malasan di pohon.


Beda lagi dengan Leo, dirinya sudah bangun pagi. Dia sudah olahraga lari lari keliling halaman rumah. Dan sekarang dirinya sedang mandi, ia tidak sabar ingin bertemu Tina. Rencananya sih ia ingin membawa Tina jalan ke luar kota. Tepatnya kota Bandung, karena udara Bandung yang sejuk fikir Leo.


Ia memang tak memberitahu Tina, seperti pacaran anak muda lainya, ia ingin memberikan kejutan. Leo sudah dapat membayangkan Tina duduk mengobrol dengan ayahnya lalu dirinya datang, pasti dia akan terkejut dan memeluk nya. Ya itulah imjinasi Leo.


Leo mengemasi barang barang yang dibutuhkan, ia sudah membawa semua keperluan dirinya dan untuk Tina. Jadi, saat di menjemput Tina ,Tina tinggal mengemasi barang pribadinya. Leo sudah mempunyai rencana, ia akan membawa Tina ke Kebun Teh Sukawana. Sekaligus tempatnya sangat sejuk, Leo ingin membuat adrenalin dengan Tina. Karena jalanan menuju kebun teh itu kurang bagus, tapi pemandangan yang akan di suguhankan benar benar membayar rasa lelah itu.


Leo segera berangkat ke rumah Tina menggunakan mobil khusus untuk perjalanan di jalan kurang bagus. Di perjalanan Leo membayangkan di sampingnya Tina sedang tersenyum dan menggenggam tangan nya. Mereka akan melakukan perjalanan yang menyenangkan.


***


Mobil Leo pun berhenti di halaman rumah Tina. Ia segera turun. Dengan semangat penuh Leo memencet tombol bel.


Ting tong ting tong


Ceklek,


" nak Leo? "


" iya bun, selamat pagi. Tina nya ada? "


" pagi nak, Tina ada. Kenapa pagi pagi sudah ke sini? "


" Maaf bun, saya mau nemberi kejutan buat Tina. Saya izin membawa Tina liburan ke Bandung. Tidak sampai menginap, kita akan pulang sebelum larut. "


" ohh ya nak, Tina masih tidur. Apa nak Leo tidak memberitahu Tina dulu? "

__ADS_1


" hah? " ucap Leo, lalu melihat jam tanganya. Jam 9 masih tidur? Imajinasi ku akan tetap menjadi imajinasi. batin Leo


" maaf nak Leo. Tina kalau libur memang seperti itu. "


" saya yang harusnya minta maaf bun, ya sudah saya pamit dulu. " ucap Leo lesu.


" jangan dong nak Leo,, bunda bangun kan Tina.. Kalau tidak ada kegiatan di hari libur tina bangun siang" ucap bunda tak tega melihat wajah kusam Leo. Bunda juga menghargai jeri payah Leo untuk membuat Tina bahagia. Jadi, bunda meralat kata kata nya tadi.


" owh iya juga ya bun.. Seharusnya aku mengabari Tina dulu. " kata Leo berseri.


" ya sudah masuk dulu gih.. Bunda bangun kan dulu. "


" ya bunda, terima kasih. "


Leo melangkah kan kaki ke dalam rumah. Ia melihat calon ayah mertuanya asik menonton TV. Pantas saja tadi tidak ada batang hidungnya.


" pagi yah. "


" kalau aku jadi ningsih, aku cincang cincang suaminya itu. "


" parah parah, pelakor zaman sekarang seksi juga.. "


" ningsih terlalu lemah... Kalau aku yang meranin udah tak tampar tuh pelakor."


" lagi tegang tegang nya kok iklan.. "


Ayah menyadarkan punggungnya di sofa, menonton sinetron azab benar benar mengguras emosi. Kepalanya ingin bersandar di pangkal sofa, tapi..


" Lohh nak Leo? Sudah lama? Mau ajak Tina jalan ya? "

__ADS_1


Akhirnya keberadaan ku di anggap ada, tadi aku benar benar merasa jadi makhluk transparan. Batin Leo ngilu


Dengan senyum kecut Leo menjawab,


" iya yah, iya sudah sangat sebentar. Saya izin mau ajak Tina liburan ke Bandung. "


" hahaha jangan mellow dong,, iya ayah izin nin... Jangan nginep saja. Bahaya. "


" ya yah, terima kasih. "


Sedangkan di kamar Tina,


Sadari tadi bunda sudah membangun kan Tina, tapi untuk bergerak saja tidak. Benar benar seperti orang mati.


" Tina sayang bangun yukk, diajak Leo jalan jalan loh. " ucap bunda mencoba sabar.


" Tina bangun nak.... Leo sudah nunggu di ruang tamu. "


" nak ayo dong bangun, kasihan Leo udah dari tadi. "


Kesabaran bunda sudah habis, ia segera beranjak dari tempat tidur tina dan ke kamar mandi. Ia ambil air satu ember, gayung, dan sikat gigi. Ia gebyurkan air dingin itu di wajah Tina. Tina yang tadi tidur sangat nyeyak langsung terperanjat kaget. Ia langsung duduk, di lihat bundanya dalam mode on singa. Ia langsung ambil sikat gigi dan pasta gigi, menggosok gigi dengan cepat.


Lalu segera berlari ke tempat ganti pakain. Secepat kilat, tina sudah duduk di meja rias dengan senyum terpaksa dan nafas gos-gosan.


" cepat kemasi barang seperlunya, cepat turun ke bawah.. Di tunggu Leo, kamu di ajak jalan ke Bandung. " tegas Bunda.


Tina sama sekali tak membantah,ia segera melaksanakan yang di perintahkan bunda. Dan segera turun ke bawah. Ada senang ada kesal, itulah yang ada di hati Tina saat ini.


Dengan wajah masih kusut, rambut tidak terlalu rapi, Tina menuruni anak tangga perlahan. Oh Tuhan dirinya masih sangat mengantuk.

__ADS_1


Leo yang melihat nya pun tersenyum, ada rasa geli melihat penampilan Tina saat ini. Biasanya Tina selalu tampil oke di depannya.


__ADS_2