Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 32


__ADS_3

Keheningan masih mengerayapi mereka, hingga suara sang bunda menggelegar di penjuru ruangan itu. Keheningan itu pun hilang.


" sudah selesai permasalahan nya? "


" masalah? " jawab Tina.


" belum. " jawab Leo. Mereka menjawab secara bersama. Kening bunda mengerut, kenapa hubungan dua sejoli ini bagaikan main petak umpet?. Hubungan remaja sekarang membingungkan.


Tak hanya bunda, Leo pun bingung. Bukan kah jika seorang wanita menyetop taksi saat melihat pasangan nya bersama wanita lain itu marah?. Bukankah biasanya di cerita novel romantis itu seperti itu?. Oke, satu fakta terbongkar,di balik diam nya cowok ternyata? Hobi membaca cerita romantis novel. Tapi, ini Tina? Oh Tina tolong jelaskan maksud mu itu apa?.


Semua mata berpandang pada Tina, tatapan mata mereka seakan mendesak Tina untuk menjelaskan semua. Tina belum paham keadaan, ia masih linglung. Seperti harus sabar menghadapi sifat Tina. Sekali tarikan nafas Leo mencoba bertanya dengan suara lembut.


" Tina sayang,, kenapa tadi kamu tidak jadi naik ke mobil? Dan pulang bersama? " tanya Leo selembut mungkin, ia ingin marah dengan tingkah nyeleneh Tina tapi, dia terlalu sayang hanya untuk membentaknya.

__ADS_1


Tina tidak menjawab, ia melambung tinggi mendengar kata sayang keluar dari mulut Leo. Senyuman lebar di bibir Tina. Ia berjalan dan memeluk Leo, ia tak menyangka bahwa Leo memanggil dirinya sayang? Tidak mimpi kan?.


Tingkah Tina bukan membuat semua jelas, ia sekarang bagaikan orang gila benar benar gila. Ungkapan ekspresi nya terlalu jelas, semua bingung. Tina ini marah? Senang? Bingung atau apa?. Banyak pernyataan di benak bunda maupun Leo.


Bundanya saja bingung apalagi Leo?. Semua menunggu reaksi selanjutnya Tina,jika sampai dia tertawa atau malah senyum maka siap siap menelepon RSJ. Tina masih betah di pelukan Leo. Setelah itu ia melepasnya dan menggedarkan pandang nya ke seluruh wajah di di depan nya. Ia bingung kenapa semua seperti keheranan? Ada apa?.


Setelah cukup lama berfikir dia lupa bahwa dramanya sudah selesai bagi dirinya saja tapi bukan untuk orang di sekitar nya. Tina menghembus kan nafas lelah, dunia orang dewasa banyak fikiran. Kenapa tidak bisa sellow aja?.


" drama berakhir."


" semua sudah berakhir, kenapa kalian banyak berfikir kenapa kalian tidak menggunakan logika?. Coba kalian fikir mana mungkin aku marah hanya hal yang sepele seperti ini kalian itu?. Aku hanya mencoba memperagakan akting drama korea. " jawab Tina santai.


" Lalu taksi tadi? "

__ADS_1


" oh pak supirnya juga maniak drakor, jadi ya kita memerankan drama tadi hehe. "


Mendengar penjelasan anaknya, Resti hanya tersenyum. Bisa bisanya dia memerankan drama di antara realita?. Beda lagi dengan ekspresi Leo, wajah nya merah hitam. Rasanya dia ingin merah, dongkol sekali pernyataan Tina tadi. Leo mencoba meredamkan emosi memuncaknya. Sabar, satu kata yang memang harus ia lantunkan dan jalankan.


Bunda yang melihat gelagat suram dari wajah Leo langsung bertindak cepat.


" Tina,lain kali jangan di buat main main hubungan kalian ya. Sudah, masalahnya sudah selesai, tadi bunda sudah masak banyak, ayo kita makan bersama. "


" iya bunda, kak Leo maaf. " suara maaf dari mulut Tina bagaikan sihir yang meredakan amarah Leo. Leo pun tersenyum, ia memang harus lebih bersabar.


" iya sayang,, jangan di ulangi lagi. "


" makasih cayank ku. " ucap Tina sedikit genit. Ucapan sayang dari Tina benar benar membuat hati Leo senang, huh rasanya bagaikan ia menari nari di lembut nya awan.

__ADS_1


Akhirnya masalah yang terlihat sepele itu pun selesai. Mereka makan dengan tenang, dan jangan lupakan senyuman dari mereka yang tak akan pudar. Sosok Tina benar benar mewarnai hari hari Leo, ia bersyukur tuhan telah mengirimkan cahaya indah dalam hidup suram nya.


__ADS_2