
Setelah mengobrol dengan si doi, Tina pulang ke rumah dengan perasaan berbunga bunga. Rasanya bagaikan ada kupu kupu terbang di perutnya, dan jantungnya jedag jedug ahhh ia tak bisa mengungkapkan rasa bahagia ini.
" holla bunda ayah," sapa Tina kepada ayah dan bundanya yang sedang menonton TV di ruang keluarga.
" awas giginya kering" ujar sang ayah.
" ayah, ayah tahu gak? "
" gak"
" ihh, seharusnya ayah tanya gini ' ya gak lah sayang kan kamu belum cerita' gitu"
" ya ya, kamu mau cerita apa? "
" Gini loh yah.. "
" bunda gak kamu ajak cerita" tutur bunda memotong ucapan Tina.
__ADS_1
" gini loh yah, bun. Aku berhasil ngejalanin rencana otw nikah sama kak Prabu.. Ahhh aku seneng banget, dia udah bisa nerima aku ya walaupun jadi temen sih. Tapi gak papa yang penting dia nerima aku kan zaman sekarang temen jadi pacar jadi suami wkwkwk"
" temen aja heboh gitu apalagi diajak pacaran, satu kelurahan di beritahu.. " ejek sang ayah.
" bunda" ucap tina meminta pembelaan.
" sudah sudah, selamat ya sayang. Semoga perjuangan kamu menaklukkan hati Prabu sukses, udah sana kamu mandi dan cepet turun ya bantuin bunda masak makan malam"
" ashiaaap bunda, aku ke kamar dulu. Sayang bunda" ucap tina dengan memberi kecupan di pipi sang bunda.
" ayah gak? Yang ngasih uang jajan siapa coba"
Sedang kan,
Di kamar Prabu,
Sama hal nya dengan Tina, prabu sendari tadi hanya senyum senyum sendiri. Apalagi ketika mengingat wajah manis tina, ahhh rasanya dia ingin memeluk tina sekarang. Andai ia berani ia sudah mengajak tina ke KUA sekarang juga.
__ADS_1
" huhhhft, aku harus segera menyelesaikan masalah ini. Kejanggalan di hati ku kian besar, apalagi ketika aku mengingat kejadian setelah koma itu. Bila aku memang jatuh ke jurang kenapa aku mempunyai luka bakar di tangan."
" apakah takdir sedang mempermainkan aku? Mulai dari mana penelusuran misteri ini? "
" ahh, aku tahu. Kamar ayah"
Segera mungkin prabu turun ke bawah dan menuju ke kamar ayahnya,
Kamar yang sudah lama tidak di tempati namun tetap bersih karena setiap harinya dibersihkan oleh para maid. Hal pertama saat memasuki kamar itu adalah foto ayah dan ibunya, yang di cetak besar di atas tempat tidur.
" ayah, ibu.. Saat itu kalian terlihat bahagia"
Lalu prabu beralih ke lemari besar dengan pahatan kayu di kamar itu. Masih tertata rapi baju baju ayahnya, hanya ada baju ayahnya karena baju ibunya sudah di pindah di kamar sebelah. Sejak ayahnya di nyatakan koma ibunya memindahkan semua barang barang nya di kamar sebelah, sebenarnya kamar itu adalah kamar tamu tapi dialih fungsikan menjadi kamar ibunya.
Prabu menelusuri lebih detail isi lemari itu, di sana terdapat foto keluarga kecil yang bahagia. Terdapat ayahnya, ibunya dan dua bayi laki laki di gendongan keduanya?. Prabu mengernyitkan dahi heran, kalau yang satu ia lalu? Siapa yang satunya lagi?. Apakah ini suatu kunci mulai terkuaknya rahasia yang belum ia ketahui?. Lalu prabu menyimpan selembar foto lama itu di kantong celananya.
Mata prabu tertuju pada laci di lemari itu. Ketika ingin di buka kenapa tidak bisa? Seperti sengaja di kunci.
__ADS_1
" dikunci? Apakah ada berkas penting? "
Karena tidak menemukan kunci laci tersebut prabu terpaksa mencongkel dengan paksa menggunakan palu dan linggis kecil. Setelah terbuka ternyata isi dari laci itu...