Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 36


__ADS_3

Setelah drama singkat itu, Leo dan Tina berangkat menuju kebun teh Sukawana. Leo memilih kebun teh sukawana karena jarak yang di tempuh tidak terlalu jauh, Letaknya yang terbilang cukup dekat dengan Jakarta, membuatnya menjadi tempat wisata favorit warga ibukota.


Hal ini juga dipermudah dengan adanya jalan tol Cipularang yang memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi kurang lebih 2-3 jam. Maka dari itu Leo memilih ke kebun teh sukawana. Kebun teh itu memang jarang ada yang tahu, tempatnya yang sedikit tersembunyi dan jalan yang akan di lewatinya nanti adalah jalanan rusak.


Leo mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, ia melihat Tina kembali tidur. Imajinasinya lagi lagi ambyar, semua tak seperti yang ada di bayangan Leo. Tapi, tidak apa apa lah dari pada di hari libur panjang tidak kemana kemana. Leo terus fokus mengendarai mobil nya.


Saat memasuki tol Cipularang, Tina terbangun. Tidur di mobil membuat badanya sakit semua. Ia melihat ke arah Leo, sangat fokus. Dan Leo terlihat tampan, lalu pandangan Tina menggedar ke penjuru arah. Dimana ini? Ia akan di bawa kemana? Lalu? Penampilan macam apa ini? Di depan Leo penampilan nya seperti kuntilanak?.


Dengan sigap Tina membenahi wajahnya, rambutnya dan pakaian nya. Ia menyemprotkan minyak wangi, memakai lipstik, bedak, dll. Leo yang melihat hanya bisa geleng -geleng kepala. Akhirnya Tina sudah benar benar bangun, dan ini baru yang namanya Tina. Selalu tampil oke di depannya.


" kak Leo, kenapa aku gak di bangun nin... Kenapa kak leo gak bilang kalau mau ajak aku keluar!!! Kenapa gak ngasih kabar!!???? Kenapa dadakan??? " geruntu Tina kesal.


" maaf,, tadi itu rencananya aku mau ngasih kamu kejutan.. "sesal Leo.


" aaaaa bebeb aku memang good,,, kita mau kemana? Jerman???Perancis??? Atau Inggris??? "


" Iya dong,, kita ke bandung. "


" Bandung?? "


" iya,, kata ayah kamu kita gk boleh sampai nginap.. Bahaya katanya. "


" bahaya kenapa?? Kamu kan bukan macan. "


" aduh Tina!! Ya bahaya dong, aku itu laki laki dan kamu perempuan.. Masak kita pergi jauh? Tanpa hubungan sah?? "


" aku juga tahu kamu laki laki dan aku perempuan,,, iya iya, aku tahu.. Maaf beb. "


" iya beb. "


" kamu tidur lagi gih, masih lama perjalanan kita. "


" gak asik kalau aku tidur,, kamu bawa makanan gak?? Aku lapar. "


" Bawa dong,, itu di belakang.. Ambil nya hati hati. "


" iya beb. "

__ADS_1


Kres kres kres


" pelan pelan beb" kata Leo mengingatkan


" iya beb, aku lapar banget. "


" eh beb, kenapa kamu pakai mobil kayak gini?? "


" iya, nanti kamu juga tahu. "


" kita itu mau kebandung yang mana sih??? "


" kamu nanti juga tahu. "


" kasih bocoran dong. "


" sejuk. "


" puncak?? "


" salah. "


" hijau. "


" padang rumput? Mana ada di Bandung?? "


" salah. "


" kasih bocoran lagi. "


" gunung. "


" kita mau mendaki?? "


" gak."


" terus kita mau kemana KAK LEO. "

__ADS_1


" kamu mau nyulik aku ya?? ?"


" Tina sayang.. Kamu diam saja,, kita hampir sampai. "


" hah" ucap Tina dengan melihat sekitar, ia bingung. Kenapa jalanannya seperti jalanan sawah?.


" kita lewat situ?? "


" iya, kita beradrenalin. "


" emang kamu bisa beb? Nyetir lewat jalan kayak gitu???"


" bisa dong. " ujar Leo sombong.


" tapi, aku takut beb. "


" gak papa beb, kan ada aku. "


" kamu tuh gak bisa di andalkan."


" astaga,, aku ini tampan, ahli berbagai bidang dan kuat. " kata Leo memamerkan otot lengan yang belum jadi.


" yayayaya. "


" udah, kamu tenang aja. "


" ayo kita mulai. "


Leo mulai melajukan mobilnya perlahan, dirinya terlihat lihai. Sebenarnya Leo juga sedikit takut, tapi demi kelihatan cool di depan Tina dia harus tahan. Mobil Leo bergoyang ke kanan dan ke kiri. Membuat Tina cemas,khawatir dan takut yang bercampur aduk.


" be-bbb eee-maa-ng gaaak aaddaa jjaa-laan laain??? " ucap tina tersendat sendat karena mengikuti arahan gerak mobil Leo.


" gak tahu beb, kayak nya gak ada.. Aku baru tahu wisata ini dari mbah g*ogle."


Tina tidak menjawab, karena dirinya terlalu panik. Ini adalah pengalaman pertamanya, ayah dan bunda nya jarang mengajak Tina pergi ke jalan yang rusak. Ayah dan bunda lebih sering mengajak dirinya pergi ke mall atau tempat wisata yang sudah di perkirakan aman.


Wajahnya sudah merah pucat, rasanya Tina ingin muntah. Tapi, ia tahan, karena melihat sepertinya mau sampai.

__ADS_1


__ADS_2