
Jika mengingat lagi benar benar membuat emosinya memuncak. Besuk besuk dia sangat berharap tidak akan pernah bertemu dengan si ketos itu. Tina memilih duduk di halte dekan sekolah untuk menunggu jemputan Leo, bila mengingat Leo membuat wajahnya merah malu dan senyum terus terpancar di wajah mulusnya itu.
Suara klakson mobil membuat nya menghentikan lamunan wajah Leo. Saat di lihat mobil Leo sudah di depan nya persis, dan keluarlah sosok tercintanya. Hari ini panas, sama seperti hatinya panas dingin. Dengan riang Tina menghampiri Leo dan memeluknya mesra. Leo dengan lapang dada mengiyakan kemauan sang pujaan hati. Mereka berpelukan di pinggir jalan yang panas itu.
Seusai pelukan, Leo membawa mobilnya ke kedai es krim dekat danau buatan itu. Karena dia tahu kesukaan Tina adalah es krim, apalagi cuaca sangat mendukung. Di perjalanan mereka berdua sama sama tersenyum dan enggan membuka suara.
Hingga, tak terasa mereka sudah sampai ke tempat tujuan. Leo membukakan pintu mobil dan menggandeng tangan Tina erat, seakan menyalurkan sebuah cinta yang dalam. Bagi mereka yang melihat, pasti akan sangat iri dengan ke uwuan dua sejoli ini. Walaupun status mereka masih bisa di bilang gantung.
" Mau es krim rasa apa? "
" aku mau rasa stroberi, macha, dan Vanilla."
" semuanya? Habis?. "
" habis kak. "
" es krim rasa stroberi, macha, Vanilla, dan cokelat nya satu satu. "
__ADS_1
Setelah memesan menu, Leo dan Tina duduk di bangku yang menghadap ke danau itu. Mereka menikmati es krim sampai tidak sadar, matahari mulai bersembunyi dengan malu malu. Leo mengajak Tina duduk di depan danau itu sembari menatap semburat jingga dan kuning di awan cerah sore. Suasana yang indah.
" tina. " panggil Leo membuat fokus tina teralihkan.
" iya kak?. "
" aku tahu, mungkin ini sangat mendadak atau bahkan kamu akan bingung dengan keputusan mu nanti. Tapi, aku sangat serius tina. Aku ingin membawa sebuah hubungan dengan kepastian. Bila jujur, aku juga mencintai mu pada pandangan pertama. Kamu adalah wanita pertama dalam kisah cintaku. Dan aku sudah yakin dengan sebuah rasa cinta ini. "
" Tina, aku mempunyai sebuah rencana. Aku ingin melamar mu di saat kelulusan mu, ini bukan janji. Ini adalah keputusan, mungkin sebelum mengawali itu, aku ingin mengikat mu dengan sebuah pacar. Tina Will you be my lover?." akhirnya lega juga. Leo sangat lega, karena telah mengungkapkan cinta nya pada Tina. Dengan begini hubungan mereka tak akan seperti ini, menggantung dan dapat memberi sebuah kepastian pada cinta, harapan Tina.
" hah? Serius? Kak Leo nembak aku? Lulus? Lamar? " tanya Tina linglung. Leo hanya memberi jawaban anggukan dan senyum lebar di bibirnya.
Leo sangat panik, tangis Tina bukan mereda tapi menjadi jadi. Mereka menjadi pusat tontonan. Leo tentu saja sangat bersalah. Apalagi ketika mendengar ocehan orang di sekitar nya.
" di apain itu ya si cewek?... "
" anak muda kalau berantem gak lihat tempat."
__ADS_1
" kasihan banget ya pacarnya. "
" di putusin yak? Cemen amat. "
" cowok berengsek, bisa bisa membuat cewek nangis di tempat umum. "
Dan masih banyak lagi.
Leo mencoba memeluk tina, namun tiba tiba.. Haappp. Tina memeluk erat tubuh Leo, tangisnya mulai mereda. Dan ia mengucapkan suatu kalimat.
" aku mau kak Leo, terima kasih. Kakak udah gak buat perasaan ini menunggu jawaban tak pasti. Aku sangat mencintai kak Leo. Kakak adalah detak cinta ini. Semua akan ku lakukan untuk kak Leo. " ucap Tina semakin mengeratkan pelukan itu. Begitupun Leo, ia sangat senang. Dan di sematkannya cincin emas putih itu di jari manis Tina. Senyum lebar di wajah tina menambah kesan bahagia yang tak tertahan.
Itu semua tak luput dari pandangan orang orang di sekitar sana. Sungguh, romantis nya pasangan muda itu. Semua betepuk tangan, seakan juga bahagia dengan hubungan mereka. Dan mulai hari ini Leo dan Tina sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Leo dan Tina kembali memandang ke arah danau buatan itu. Danau itu adalah sebuah saksi bisu kisah mereka. Di danau itu juga Leo dan Tina sama sama terbuka. Mereka mengukir nama mereka di sebuah batang pohon besar rindang di tepi danau itu.
Tak hanya itu, bak pasangan bahagia mereka juga membuat sebuah kertas dengan tulisan cinta dan menggulungnya. Di masukkan kertas itu di sebuah botol kaca kecil dan di tutupnya rapat. Mereka memendam botol itu di tanah bawah pohon besar itu. Mereka membuat suatu janji, saat kelulusan Tina nanti, mereka akan membuka dan menulis sebuah harapan baru lagi. Seakan mereka berdoa, agar alam juga merestui hubungan mereka.
__ADS_1
Leo dan Tina pulang kembali ke rumah. Senyum itu tidak akan pudar. Jalan beriringan dan bergandengan tangan. Sungguh pasangan yang sangat uwuu.