
Jakarta, 06.00 WIB
Rumah keluarga kesuma
Pagi yang cerah tapi tidak secerah hati Rentina atau biasa di panggil Tina. Hari ini adalah hari yang menyedihkan karena hari ini sang pujaan hatinya akan lulus dan kuliah di luar negeri. Ia adalah Prabu fajar alwanta, kakak kelas Tina. Tina sudah menyukainya sejak pandangan pertama saat kelas 10 dan Prabu kelas 12.
Dengan lesu Tina menuruni satu persatu anak tangga. Seharusnya ini hari bahagia karena Tina naik ke kelas 11 dengan peringkat satu tapi, apa daya jika hati sudah mendapatkan sandaran nya maka semua akan terasa hampa.
" sayang, kenapa kok muka nya di tekuk gitu? " tanya sang bunda Tina
" Gak papa kok bun, cuman ada kekosongan hati aja,
Apalah daya ku yang hanya cinta sebelah tangan"
"berjuang dong sayang" sahut ayah Tina
" gak di suruh juga sudahlah yah"
"sudah sudah makan dulu, kalau memang jodoh tidak akan kemana kok sayang. Kita hanya bisa menikmati skenario Tuhan, selebihnya jalankan dengan baik dan ikhlas. Bila memang bukan jodoh mu ya sudah, rencana yang kuasa adalah yang terbaik" nasehat bunda
__ADS_1
" bila memang itu skenario tuhan, bukankah skenario itu sewaktu waktu bisa berubah bun? "
"Bisa, tergantung sutradara dan pemainnya. Tuhan hanya penulis dan selanjutnya tinggal bagaimana kita menjalankan nya" jawab bunda
" maka aku akan menjadi sutradara dalam skenario Tuhan ini, dan aku akan menjadi pemain yang baik agar film yang seharusnya tidak tertayangkan akan di tayangankan"
" ck! Gadis keras kepala" sahut ayah
" Apapun demi cinta ayah. Iya kan bun? "
"MAKAN!! " jawab bunda agak membentak
Auto langsung mincep.
Karena hari ini adalah hari kelulusan, maka banyak murid murid yang santai bercanda gurau, jajan di kantin, ada yang sedih, entah sedih karena nilai atau karena hati? Seperti di pojok kantin yang cukup sepi duduklah seorang gadis cantik dengan tinggi semampai, kulit putih susu dan mata bulatnya yang menambah kesan imut serta cantik. Dia adalah Tina. Entah apa yang sedang di lamunkan tapi, yang pasti ini tentang cinta pertama nya itu.
" tin, kenapa lo kok ngelamun aja.. Pintar pintar hobi melamun. Oh iya gue tadi denger denger lo jadi pembawa pidato pelepasan kakak kelas 12 ya? " kata Maya teman dekat Tina.
"...."
__ADS_1
"WOYYY TINAAAA, lo kenapa sih? " bentak Maya kesal.
" sakit telinga gue may, suara kayak toa. Huhh" menarik nafas kasar " iya, gue jadi orator.." jawab Tina.
" kalau lo gak mau kenapa gak di tolak,?" tanya Maya
"ihhhh may, lo gak pengertian banget sih, gue itu GALAU, lo tau ga-lau! Gak sih? Bebeb gue mau sekolah ke luar negeri.. Gimana gue mau lanjut hidup coba? Cahaya hati gue pergi, dan gue masih belum mengungkap cinta gue? " jawab Tina lesu.
" lo ternyata mikirin kak Prabu? Kalau saran gue mending lo gerak cepat deh " saran Maya.
"maksud lo? "tanya Tina
" Gini deh tin, sekarang itu zaman nya bukan zaman malu malu kucing, bukan zaman banyak gengsi.. Kalau lo gak cepet keburu di ambil tuh si Prabu. Lo itu cantik, pintar lagi, cowok mana sih yang gak mau? Lo harus ungkapin deh perasaan lo itu" saran Maya lebay.
" tapi may, lo gak tahu cinta itu bukan hanya hal fisik, materi tapi cinta itu dari hati. Mau gue cantik, pintar nya kebanget tan, tetep aja.. Cinta tidak pernah memandang itu semua. Kalau saran lo yang gue nembak Prabu? Hmmm boleh coba kali yak? " seru Tina semangat.
" iya juga ya lo, kalau lo nembak duluan emang agak gimana gitu sih, tapi lo tahu kan Prabu itu dingin jadi emang harus di lelehin deh sama cewek hot kayak lo. Hahahahahaha" Jawab Maya.
" sialan lo, "
__ADS_1
" udah yuk, lo harus siap siap, tampil yang bagus oke! " tungkas Maya.
" iya dong,kan cewek hot...wkwkwk" canda Tina