
Dan akhirnya sampai, Tina langsung turun dan memuntahkan semua makanan yang ia makan. Leo sangat panik ketika melihat Tina lemas tak berdaya, ia kelelahan karena semua makanan sudah di keluarkan. Leo menuntun Tina untuk duduk di warung kecil di sekitar area Kebun Teh Sukawana.
Leo memesan teh hangat untuk Tina dan memijat pundak Tina pelan.
" ini tehnya" ucap si pemilik warung.
" terima kasih bu. " jawab Leo sopan.
" dari jakarta? "
" iya bu. "
" teteh cantik itu kenapa? Hamil?"
" owh bukan bu, ini pacar saya muntah karena baru pertama kali lewat jalan lumayan rusak. "
" ohh,ya semoga cepat sembuh. "
" terima kasih bu. "
" ya. "
" beb kamu udah baikkan? "
" udah mendingan. "
" apa kita pulang aja?"
" gak usah beb, nanggung.. Sebentar lagi juga baikkan. "
" ya, kamu mau makan?? "
" jangan!! "
" kenapa??"
" habis muntah jangan makan dulu.. Nanti aku muntah lagi. "
" ya udah, sini aku pijettin. "
__ADS_1
" makasih beb. "
" sama sama beb. "
Setelah beberapa menit,kondisi Tina sudah baik kembali. Bahkan dia sudah bisa berdecak kagum dengan pemandangan di kebun teh sukawana. Hamparan teh yang hijau, rapi di tambah dengan birunya langit. Cocok sekali untuk ajang foto.
Udara yang sejuk, sangat menenangkan fikiran, terhindar dari kebisingan. Jalanan rusak bukan hal yang perlu di ungkit, pemandangan yang di suguhkan sangat indah dan asri. Udara nya masih sangat bersih, bebas dari polutan kota. Dari sini Tina bisa menikmati gunung Burangrang dan Tangkuban perahu yang seolah tepat berada didepan mata. Tempat ini cocok sekali jadi tempat wisata alam alternatif di Bandung.
Pantas saja Leo tadi bilang ada gunung. Benar benar menakjubkan. Di lihat banyak para buruh pemetik teh, disana Tina bisa mengobrol dengan bangak ibu ibu. Kebun teh Sukawana adalah kebun teh aktif produksi.
Leo yang melihat Tina sangat bahagia pun juga merasa bahagia, Leo memfoto Tina yang sedang bingung, tertawa dan hampir terjatuh.
Leo dan Tina juga berfoto berdua, menyuruh wisata lain untuk memfotonya. Mereka sangat bahagia, masa masa inilah yang akan menjadi sebuah kenangan terindah di nemori Leo dan Tina. Setelah cukup lelah, Leo mengajak Tina makan di warung kecik dekat situ. Mereka memesan mie rebus karena hawa nya sangat cocok untuk makan yang hangat hangat.
Mereka juga mencicipi teh asli produksi setempat, rasanya benar benar nikmat. Makan mie rebus di tempat itu akan menjadikan mie rebus biasa menjadi luar biasa. Tina makan dengan lahap, karena setelah muntah tadi ia cukup kekurangan bangak energi.
" besok saat aku sudah kerja dan menikah, kita akan berlibur ke Paris. "
" gak usah jauh jauh beb, di negara kita saja tempat wisatanya juga gak kalah bagus, malah udara nya sangat asri. "
" aku tadi hanya kaget,, maaf yaa. "
" iya beb Makasih banyak. "
" aku yang seharusnya terima kasih. "
" karena kamu hidup ku menjadi berwarna, hidup ku dulu yang gelap sedikit demi sedikit menjadi cerah.. Tina kamu adalah bintang di germelapnya malam di hati ku. "
" aaaa kak Leo sudah mulai romantis. "
" iya dong, biar kamu senang. "
" makasih kak Leo, karena mu aku menjadi yakin akan sebuah cinta pertama tak selamanya tidak sempurna.. Karena mu membuat hidup ku menuju ke arah kepastian. "
" iya Tina, maaf kan aku yang membuat mu menunggu pada hal yang tidak pasti. Sadari dulu aku memang menyukai mu tapi masalah keluarga membuat ku gelap akan perasaan ku sendiri. "
" bukan salah siapa siapa kak,, ini adalah garis asmara kita. "
__ADS_1
" terima kasih Tina. "
" sama sama kak Leo. "
Leo dan Tina sama sama sangat bahagia, di hari libur ini mereka habis kan bercanda, makan di pondok kecil area Kebun Teh Sukawana. Suasana yang sangat mendukung membuat mereka lupa dengan waktu.
Pukul 2.00 siang Leo dan Tina baru akan keluar dari area kebun teh, tina sangat bahagia. Di tengah perjalanan Tina pun tertidur, karena kelelahan. Leo yang melihat Tina tidur hanya tersenyum kecil. Tina memang sangat jago masalah tidur.
Perjalanan yang singkat bagi Tina, ia terbangun dan melihat Leo duduk di depan telaga buatan. Seperti nya sudah sampai kota, ia pun turun dan menyusul Leo. Dan segera duduk di samping Leo.
" sudah bangun beb??" tanya Leo lembut.
" sudah, kok sampai gak bilang??"
" kamu tidur terlalu nyenyak. "
" hehe maaf ya beb, aku kelelahan. "
" ya, aku ngerti. "
" senjanya sangat indah ya. "
" iya, namun sayang hanya sesaat. "
" aku harap cinta kita tak hanya sebuah lukisan di senja, yang memberi keindahan lalu pergi di telan malam yang gelap. "
" tapi, aku tak bisa selamanya ada di sisi mu. "
" apa maksud mu Tina?? "
" semua manusia kelak akan binasa. "
" itu masih lama.. Jangan bicarakan soal maut Tina. " lirih Leo.
" kita tidak akan bisa tahu kapan maut itu datang kak, semua milik sang pencipta.. Begitupun cinta ini,, kita hanya bisa berbuat baik dan senantiasa berdoa,, agar Tuhan memberi sebuah kesempatan untuk kita merubah semuanya. "
" tapi, aku tidak sanggup. " mata Leo sudah berkaca kaca, seakan peryataan Tina tadi adalah sebuah perpisahan. Tidak!! Dirinya bisa mati tanpa adanya Tina.
" kamu sanggup,, sudah lah. Ayo kita ukir cinta ini di senja indah itu,, senja itu seperti manusia, selalu berharap esok datang dengan sinar yang sama, tapi itu hanya sebuah harapan.. Tapi, saat senja itu datang, bukankah secuil harapan itu masih ada? Walau tak sama?? "
__ADS_1
" Tina,, i love you. "
" kak Leo,, I love you too. "