Lake Of Love

Lake Of Love
Lake of love: bab 5


__ADS_3

"*ibu... Jangan pergi bu, ibu bangun!!! " teriak anak laki laki umur 15 tahun.


Ia menangisi jenazah ibunya yang meninggal karena penyakit kanker otak stadium akhir. Rasa sakit, sedih teramat mendalam di rasakan bocah itu. Ketika seorang ibu meninggalkan kita untuk selama lamanya dan kembali ke sisi tuhan adalah hal yang paling menyakitkan.


Ibu yang telah merawat, mendidik, dan menjaga kita dari sendari bayi hingga remaja harus pergi? Sungguh, menanggis pun tak ada gunanya. Berdoalah dan berdoa, doa seorang anak untuk orangtuanya adalah doa paling mujarab.


" IBUUUU JANGAN PERGI!! Kau bohong bu, katanya kau akan menghadiri kelulusan SMP ku minggu depan dan kita akan berfoto,, ibu tahu? Sebenarnya aku juara satu lulusan tahun ini...aku ingin ibu senang, dan bangga melahirkan aku di dunia ini" ucap laki laki itu.


" ibu, aku mohon! Bangun!! Tuhan! Tolong bangunkan ibuku, beri tahu dia.. Bahwa aku juara satu lulusan tahun ini. Tuhan ku mohon, banyak janji yang telah ku lontarkan padanya, tapi aku? Satupun belum ku tepati, hiks hiks hiks" lanjut laki laki itu.


Sungguh, hal yang paling kejam adalah ketika ibu kita meninggal. Banyak janji terlontar, banyak mimpi di awan, banyak harapan di derasnya hujan ketika itu pun sirna dengan hilangnya sosok penguat. Bila bisa berbicara pada sang pencipta pasti ia akan meminta ibunya kembali, menemaninya dikala duka dan senang. Tapi nyatanya itu semua hanya lah anggan-anggan.


Para dokter dan perawat hanya bisa melihat betapa menyedihkan nya bocah itu. Ditinggal oleh orang terkasih, orang yang telah menyebabkan kita bisa merasakan keindahan dunia.

__ADS_1


" Nak, sudah jangan bersedih" ucap wanita seumuran ibunya yanng mempunyai wajah mirip sekali dengan ibunya. Wajahnya sangat lembut, sedu dan membawa sinar didalam ke gelapan.


"...." remaja laki laki itu berucap yang tak bisa di dengar.


Dan datanglah sosok laki laki dewasa seperti ayahnya menghampiri jenazah ibunya.


Apa yang di ucapkan semua orang di situ sangat tidak jelas. Membingungkan.


Cahaya di ruangan itu mati. Gelap!. Semua gelap! Bunyi serine penanda bahaya berbunyi dengan keras!... Dan tiba tiba ada mobil yang melaju cepat. Semua seakan berputar, berputar sangat cepat bagaikan tornado...


Wajah ibunya menangis, sangat jelas ada raut sedih dan khawatir di sana. Ibunya menangis histeris dengan mencoba menggapai bocah laki laki itu. Namun sayang ia terlambat.


Darah berceceran di mana mana, suara tangisan menjerit jerit dan*....

__ADS_1


" hah hah hah" nafas Prabu seperti orang yang telah melakukan lari maraton.


" mimpi apa itu? Kenapa aku terasa familiar dengan mimpi itu? Kenapa ibu ada dua? Lalu siapa laki laki menyerupai ayah itu? Remaja laki laki itu? Kenapa aku seperti pernah mengalami nya? "


" Tuhan, apakah ini petunjuk atau hanya bunga tidurku?"


Prabu bangkit dari tempat tidur dan duduk di balkon kamarnya. Rasanya ia pernah mengalami itu semua. Otaknya mencoba mengingat, bukan ingatan tapi sakit yang luar biasa yang ia dapatkan. Hatinya ikut berdenyut ketika menerawang mimpinya tadi, seakan hal itu benar benar nyata dan hal terpahit dalam hidupnya. Hingga tak terasa air matanya ikut mengalir, ini bukan keinginan hatinya. Mengapa ia menangis?


" air mata ku jatuh tak sesuai izinku, hatiku sakit. Ini seperti kisah nyata!! Tapi apa? "


" Tuhan, beri aku petunjukmu"


Akhirnya Prabu memutuskan tidur kembali, besok ia berencana pergi ke dokter.

__ADS_1


Rahasia apakah itu?


__ADS_2