Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 11 : Siapa dia sebenarnya.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Istana selir dan para pelayan.


Semua budak yang di bawa kini tengah membersihkan tubuhnya di dalam bak mandi masing-masing. Semua orang sedang mengobrol satu sama lain, tidak terkecuali wanita yang bercadar yang diam membersihkan tubuhnya.


''Hei, Kau! Kenapa kau terus menggunakan cadar? Apa wajah mu begitu buruk rupa sehingg enggan membuka cadarmu?''


Wanita bercadar itu hanya diam tanpa memperdulikan.


''Sudah jangan di hiraukan. Heii, siapa nama mu?'' Tanya wanita yang lain.


''Nayang.'' Jawab wanita bercadar itu dengan acuh, membuat semua orang segan untuk bertanya.


Setelah selesai ... mereka semua di beri pakaian dan di kumpulkan di sebuah ruangan untuk si seleksi.


Tidak lama kasim Rui datang dengan rombongannya.


''Apa para budak ini sudah mandi dan berlakaian?''


''Sudah kasim, Rui.'' Jawab pera pelayan yang bertanggung jawab.


''Aku yang bertanggung jawab memilih budak mana yang pantas, jika tusuk konde berwarna perak akan melayani seorang selir. Dan tusuk konde berwarna emas akan di angkat menjadi pelayan istana.''


Kasim Rui pun perlahan memilih satu persatu dan memberikan tusuk konde itu sesuai dengan kemampuan dan wajahnya, dan kini bagian wanita bercadar yang bernama Nayang berhadapan langsung dengan Kasim Rui.


''Buka cadarmu.''


Wanita bercadar itu menelan ludahnya susah payah, namun perlahan ia membuka cadarnya dan memperlihatkan wajahnya.


DEG.


Kasim Rui merasakan familiar melihat wajah Nayang, namun ia tidak mengenalnya.


''Apa kita pernah bertemu?''


''Tentu saja tidak, kepala Kasim.''


Kasim Rui diam sejenak lalu memerintahkan untuk memberikan tusuk konde warna perak pada Nayang.


Nayang melihat tusuk konde di tangannya, lalu mencengkram tusuk konde itu dengan erat sambil menggertakkan giginya.


'Akhirnya.'


β€’


...β€’...


^^^β€’^^^


Sedangkan di tempat lain...


Hongli dan Qiu Li dalam perjalanan menuju Kekaisaran Yen Utara ... tidak lupa Zhishu berada di antara mereka.


Karna perjalanan dari markas ke Yen Utara sangatlah jauh, dan hari ini juga sudah larut malam membuat mereka bertiga berhenti untuk beristirahat di tengah hutan.


Ketika larut malam, Hongli terbangun dari tidurnya lalu melihat Zhishu yang sudah terlelap tidur di dekat api unggun.


Hongli pun dengan perlahan membangunkan Qiu Li.


''Li, bangunlah! Cepat bangun.'' Bisik Hongli tepat di telinga Qiu Li.

__ADS_1


''Hoammm ... mmpptt''


''Sssttt ... jangan berisik!'' Hongli membekap mulut Qiu Li agar tidak mebuat suara, yang mana bisa membangunkan Zhishu yang sedang tertidur lelap dekat api unggun.


''Ayo pergi dan jangan berisik.''


Qiu Li mengangguk tanda mengerti, lalu mereka berdua pun pergi dengan mengendap ngendap, meninggalkan Zhishu yang tidur sendirian.


Hongli terpaksa meninggalkan Zhishu disini, sebelum mereka pergi terlalu jauh ... karna Hongli tidak mau jika harus membawa Zhishu dengannya karna bagi Hongli, Zhishu sangat merepotkan dan tidak pantas ikut dengannya.


Kedua pria itu berjalan cukup jauh dari tempat Zhishu tidur, namun mereka tidak menyadari jika mereka berdua sedang di intai dari atas pohon oleh segerombolan orang.


Thak!


...Aahhkk......


''Heii lepasakan, siapa kalian.'' Teriak Qiu Li meronta-ronta begitu pun Hongli yang memberontak, karna jaring yang di lemparkan dari atas begitu berat.


TAP.


...TAP....


Beberapa orang dari atas pohon turun dan tersenyum karna berhasil mendapatkan mangsa baru.


''Lepas!'' Bentak Hongli, ia merutuki kebodohannya karna tidak waspada.


Tanpa banyak bicara, beberapa orang yang memakai topeng itu menggusur Hongli dan Qiu Li, membawanya ke markas mereka.


β€’


β€’


''Ketua, kami menangkap dua pria ini ketua.'' Ucap salah satu perampok dengan gembira, sedangkan ketua perampok tersenyum dan melangkah menghampiri Hongli dan Qiu Li.


''Kalian begitu tampan, jika aku menjual kalian maka keununganku akan bertambah.''


Hongli dan Qiu Li mencoba untuk melawan sekuat tenaga, namun apalah daya ... para perampok itu begitu banyak dan main keroyokan membuat Hongli dan Qiu Li kewalahan dan kalah.


PLAAKK!


Hongli mendapatkan tamparan yang sangat keras, membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.


''Kalian jangan mencoba melawan! Atau nyawa kalian akan melayang.''


''Persetan!''


salah satu perampok itu menyunggingkan bibirnya lalu...


BUUGH!


Pukulan mendarat di perut Hongli.


BUGH!


...BUGH!...


''AAHHKK.''


Qiu Li yang tidak tega langsung memohon unuk menghentikan itu, namun belum juga orang itu bicara ... seseorang dari kegelapan melemparkan batu ke arahnya hingga dia terpental jauh membentur pohon.


BUGH!


Semua terdiam karna terkejut.

__ADS_1


''Heiii ... siapa kau telah berani bermain-main dengan kami.'' Teriak si ketua perampok.


Zhishu keluar dari kegelapan lalu mengeluarkan dua buah belati di tangannya.


''Ha ha ha ha ... tikus kecil! Rupanya dia teman mu yang tertinggal.''


''Ja-Jangan, jangan sakiti dia.'' Qiu Li memohon untuk melepaskan Zhishu.


''Zhishu, kabur cepat!'' Teriak Qiu Li.


Sedangkan Zhishu menyunggingkan bibirnya. ''Kabur? Hah, itu bukan ke-ahlianku!'' Zhishu berlari menyerang dengan brutal dan menebas salah satu kaki perampok hingga terputus.


Yang mana aksi itu membuat Hongli terkejut bukan main, begitu pun dengan Qiu Li yang mulutnya sampai menganga tak percaya dengan apa yang dia lihat.


''Apakah itu benar dirinya? Zhishu ...'' Gumam Qiu Li dan Hongli secara bersamaan dalam hati.


Serangan yang di lakukan Zhishu membuat anggota perampok terdiam, lalu sang ketua perampok berteriak dan menyuruh semua anak buahnya menyerang Zhishu.


''Serang bocah tengik sialan itu, jika perlu penggal kepalanya.'' Teriiak Sang ketua perampok.


SREENG..


...SREENG......


Suara pedang saling beradu di tengah malam yang sunyi, Zhishu terus saja menyerang tanpa henti.


Tanpa di duga, salah satu perampok menarik hanfu belang Zhishu, sehingga Zhishu terjungkal kebelakang ... namun Zhishu langsung bersalto dan menimpa musuhnya hingga terjatuh ketanah..


BUGH!


...SREETT!...


Zhishu menebas salah satu orang yang ada di depannya, dan memulai pembantaian yang sangat mengerikan di malam hari...


Hongli dan Qiu Li saling pandang dan merasa heran, karna mereka merasa jika gadis di depannya ini bukanlah gadis biasa.


BUGH_ BUGH_ TRAAAKK..


Zhishu menekan kepala musuh ke dalam tanah dengan kakinya, kemudian menangkap kedua kaki musuh dan membalikkan dia hingga badan musuh berputar lalu membenturkannya ke batu, membuat kepalanya langsung pecah seketika..


TRAAAKK__


Sang ketua yang melihat anak buahnya di bantai, ia berteriak tidak terima lalu dia mengeluarkan belati dan langsung menyerang..


SREENG_ SREENG..


THAK_ BUGH..


Zhishu memegang pergelangan tangan musuh, lalu mendorongnya dengan sekuat tenaga dan berbalik menyerang dengan brutal hingga....


JLEEEBB.


...ARGH_...


Ketua perampok dan para antek-anteknya itu mati tak tersisa, lalu Zhishu berdiri dan membersihkan pedangnya.


Zhishu menoleh dan menatap tajam Hongli dan Qiu Li, lalu membuang muka dan beranjak pergi.


Sementara Hongli dan Qiu Li saling pandang lalu menyusul Zhishu dari belakang.


''Tunggu kamiiii.'' Teriak Qiu Li.


β€’

__ADS_1


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2