
Legend of Zhishu.
...πππ...
Sudah tiga hari ini Zhishu mengikuti Hongli dari belakang kemana pun pria itu pergi, tanpa Zhishu sadari jika Hongli sudah menyadari jika dirinya tengah di ikuti oleh seseorang karna insting Hongli begitu kuat.
Seperti saat ini ... Hongli dan Qiu Li tengah berjalan di area danau, mereka akan pergi ke tempat yang mereka selalu datangi.
''Kakak, sepertinya akhir-akhir ini kau begitu waspada?'' Tanya Qiu Li.
Hongli menghela nafasnya lalu melihat ke arah danau, ''Semalam aku samar-samar melihat bayangan seseorang, aku yakin dia ada di sekitarku dan tengah memantau diriku dari jarak jauh.''
''Apa dia berbahaya?'' Qiu Li terkejut, karna dia tidak mengetahui jika ada seseorang yang mengintai mereka.
''Sepertinya tidak, auranya masih murni ... hanya saja aku penasaran mengapa dia mengintaiku.''
Qiu Li terdiam sejenak lalu tersenyum setelah ia memiliki ide, ''Kakak, aku memiliki ide.'' Qiu Li membisikan rencana yang akan membuat orang itu keluar, dan bisa menangkap orang yang mengintai mereka.
Hongli mendengarkan rencana Qiu Li dan mengangguk setuju, lalu mereka berganti pakaian untuk memancing orang itu untuk keluar dari persembunyian nya.
Qiu Li menyamar menjadi Hongli lalu duduk di gubuk yang biasa mereka gunakan untuk bercengkarama dan bersantai, sedangkan Hongli pun bersembunyi tak jauh dari arah Qiu Li.
Dan tidak butuh waktu lama, prediksi Hongli tidak lah salah, ia melihat seseorang yang baru saja datang tanpa suara dan menatapnya dari atas pohon. Membuat Hongli langsung mengeluarkan anak panah dan bersiap untuk melepaskan anak panah itu.
Sreett...
...Jleeb!...
Anak panah itu hampir saja menancab di kepala Zhishu, jika saja Zhishu tidak cepat menghindar. Zhishu melototkan kedua matanya sambil mengelus dadanya yang terkejut.
"Huuuh! Hampir saja kepalaku meledak.''
''Siapa kau?'' Teriak Hongli berlari ke arah Zhishu, sedangkan
Zhishu langsung turun dari atas pohon dan berlari menghindari Hongli yang akan mengejarnya.
''Gawat, aku ketahuan! Kaburrrrrr ...''
Hongli sangat geram melihat orang itu malah berlari cepat, membuat ia semakin curiga jika orang itu adalah mata mata musuhnya yang di kirim untuk mengintai mereka.
Hongli pun langsung mengeluarkan senjatanya dan menghujani Zhishu dengan anak panah.
Syuuutt..
...Jleb....
__ADS_1
Syuuutt..
...Syuuutt....
Zhishu menoleh kebelakang, lalu menghindari setiap anak panah yang menghujaninya dengan sangat lihai.
''Oh Dewa ... kenapa dia memanahku.''
Zhishu terus saja berlari dan sesekali melihat ke belakang, tanpa menyadari jika di depannya ada batang pohon dan...
BRUUGGHH.
...''Aoouuucchh.''...
Zhishu merasakan pusing saat kepalanya terbentur dahan pohon yang lumayan tebal, hingga di atas kepala Zhishu banyak burung sedang berputar putar di atas kepalanya.
DUGH!
Zhishu terkapar tak sadarkan diri, membuat Hongli tersenyum lalu membawa Zhishu pergi ... tidak lupa Hongli mengikat kencang tubuh Zhishu dan membawanya ke markas untuk di intrograsi.
''Kakak, apa dia baik-baik saja?''
''Siapa yang perduli, jika pun dia mati itu bukan urusanku.''
Hongli menyeret tubuh Zhishu dengan kasar seperti karung beras, tanpa tau jika Zhishu adalah seorang perempuan.
β’
Sedangkan di sisi lain di dalam bukit, ibu Xio sudah merasakan khawatir saat anaknya tak kunjung pulang selama lebih dari tiga hari.
Penduduk desa dan teman-teman Zhishu sudah mencarinya selama tiga hari terakhir ini namun tidak menemukan keberadaannya, membuat ibu Xio sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Putri semata wayangnya.
''Ibu, aku rasa Zhishu berhasil melewati pintu labirin.'' Ucap KimLee yang membuat semua orang menoleh padanya.
''Apa maksudmu?'' Tanya Ibu Xio tidak mengerti.
KimLee pun menceritakan jika sedari kecil Zhishu sangat terobsesi untuk keluar dari bukit ini, namun Zhishu selalu gagal dan gagal. Tapi kali ini pirasatnya mengatakan jika Zhishu berhasil keluar dari bukit ini dan melewati pintu labirin yang sudah di buat oleh leluhur desa.
Ibu dan Ayah Zhishu langsung berdiri saat mendengarkan penjelasan dari teman anaknya, mereka pun membubarkan semua penduduk desa dan hanya menyisahkan mereka dan tetua desa untuk membicarakan sesuatu.
''Bagaimana ini, tetua ... Bagaimana anakku bisa melewati pintu labirin? Itu sangat mustahil karna selama ini tidak ada yang bisa melewati pintu itu.''
''Sepertinya ini sudah waktunya, dia adalah anak yang lahir dari luar bukit ini ... kita tidak tau asal usul keluarga Zhishu! Cepat pergi dan cari anak kalian, aku takut dia dalam bahaya karna hidup di luar bukit ini sangat kejam.''
Ibu dan Ayah Zhishu mengangguk dan pergi ke rumah mereka, karna nanti malam mereka akan pergi dari bukit ini melalui jalan rahasia yang hanya para tetua dan orang-orang tertentu yang boleh melewati jalan rahasia menuju luar bukit.
__ADS_1
β’
β’
Sementara di markas, mata Zhishu perlahan terbuka, matanya sedikit buram dan tidak bisa melihat dengan jelas karna kepalanya masih pening.
''Uhhh ... dimana aku.''
Zhishu melihat kanan kiri lalu, melihat tubuhnya yang terikat dengan kuat. Zhishu pun mencoba melepaskan ikatan di tubuhnya namun sia sia, karna ikatan ini begitu kuat hingga ia tidak bisa bergerak sedikit pun.
''Heiii ... ada orang di sini?'' Teriak Zhishu.
''Hallooooo..''
''Ishh, apa calon suamiku menyandra ku?'' tebak Zhishu, tidak tau malu meng-kleim jika Hongli adalah calon suaminya.
Tidak berapa lama, Hongli dan Qiu Li datang, namun mereka sedikit terkejut ketika orang yang mereka sandra ternyata sudah bangun.
''Heii, kau sudah bangun? Mengapa kau bangun terlebih dahulu. Jika kau bangun tidak ada gunanya aku membawa air satu ember ini.'' Gerutu Qiu Li tak terima jika Zhishu sudah bangun lebih awal.
''Mana aku tau! Kau yang telat datang, kenapa aku yang di salahkan? Kenapa tidak dari tadi kau datang dan menyiramku.'' Omel Zhishu, yang mana membuat Hongli dan Qiu Li saling pandang.
'Kakak, kenapa suaranya mirip perempuan?'
'Jangan tertipu, musuh selalu ada cara agar mereka bisa bebas! Bahkan aku yakin ini salah satu trik mereka.'
''Heh! Kenapa kalian malah berbisik-bisik! Bukannya melepaskan ikatanku malah bergosip! Cepat lepaskan.''
SREEENG...
Hongli mengeluarkan pedang dan menodongkan pedang itu pada Zhishu.
''Siapa orang yang menyuruhmu memata-matai kami.''
Zhishu mengerutkan keningnya.
''Apa yang kau maksud? Tidak ada yang memata-mataimu. Aku hanya tidak punya tempat tinggal. Dan lagi aku ini seorang gadis, kau sangat tidak sopan.'' omel Zhishu.
Bukannya percaya, Hongli semakin menekan pedangnya di leher Zhishu.
''Aku tidak akan tertipu oleh mu! Cepat katakan siapa yang menyuruhmu.''
Zhishu berdecak, ''Sudah aku katakan jika tidak ada yang menyuruh ku! Kalau kau tidak percaya aku ini seorang perempuan, kau boleh memengang dua gundukan kembarku. Gratis, tidak di pungut biaya apapun.''
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...