
Legend of Zhishu.
...πππ...
Malam hari...
Pesta ulang tahun Putra Mahkota di laksanakan dengan meriah ... semua orang melonggarkan penjagaan karna merasa jika keamanan sudah terkendali dan aman.
Terlihat Zhishu menyelinap masuk kedalam istana bersamaan dengan rombongan para bangsawan lainnya. Ini kali pertama Zhishu menginjakkan kaki di istana yang megah dan mewah.
'Istana ini begitu mewah, enak sekali mereka yang tinggal di sini ... andai aku keturunan seorang Kaisar. Ha ha ha ... maka aku orang yang paling beruntung.' Gumam Zhishu dalam hati.
Di depan sana ketika akan masuk ke dalam Aula, beberapa penjaga memeriksa orang yang akan masuk. Zhishu langsung menutupi sebagian wajahnya dengan kain dan langsung berbelok secara sembunyi-sembunyi tanpa ada yang mengetahui.
'Aku tidak akan ke dalam, lebih baik aku mencari ruang bawah tanah yang di katakan oleh Hongli dan Qiu Li sebelum mereka yang menemukannya terlebih dahulu.'
Zhishu mengamati dari semak-semak bahwa para pelayan dan pengawal sedang sibuk mengurusi para tamu, namun netra matanya melihat salah satu pelayan yang sedang sendirian membuat Zhishu memiliki ide.
Thap..
...Thap.....
Bugh!
Zhishu berjalan dan memukul tengkuk pelayan itu hingga pingsan! Lalu ia menyeretnya masuk ke semak-semak dan menukarkan baju mereka.
Kini Zhishu berjalan sebagai pelayan, ia akan mencari tau dimana ruang bawah tanah berada dan bergegas pergi dari Istana ini sebelum ada yang menyadarinya.
β’
...β’...
^^^β’^^^
Di sisi lain ... FuWei yang masih menyamar sebagai Nayang tengah sibuk di area dapur, namun ia merasa jika hatinya tiba-tiba bimbang ... ia merasakan kehadiran seseorang yang dia tunggu.
''Nayang, kau kenapa?''
''Tidak ada. Apa kau perlu sesuatu?''
''Ya, makanan itu harus cepat di bawa ke Aula istana.''
__ADS_1
''Ah, Baiklah.''
Nayang pergi membawa nampan dan berjalan ke Aula istana, tanpa FuWei sadari jika tidak jauh dari arahnya ada Zhishu yang sedang menyamar sebagai pelayan.
FuWei berjalan lurus, namun Zhishu berbelok karna takut jika ada yang mengenalinya.
FuWei yang sedang berjalan tiba-tiba saja berhenti, ia merasa jika jantungnya berdetak kencang hingga ia bingung kenapa dia bisa merasakan hati yang bimbang untuk pertama kalinya.
'Ada apa denganku, kenapa aku merasa serah.'
FuWei menggelengkan kepalanya lalu berjalan kembali dan menyerahkan nampan yang dia bawa pada Dayang.
Sementara di ruang bawah tanah.
Kaisar Feng JianYu merasakan jika ada seseorang berjalan ke arahnya. dan benar saja, muncul lah sosok pria yang sebaya dengannya dan berdiri di depan jeruji besi yang tidak lain adalah Kasim Rui. Kasim setia yang masih bertahan dengan Kaisar Feng JianYu sampai saat ini.
''Rui ...''
Kasim Rui sering kali menjenguk Kaisar Feng jika penjagaan di longgarkan. Ia benar-benar sudah tidak tahan melihat keadaan junjungannya yang sangat memprihatinkan selama delapan belas tahun lamanya.
Kasim Rui melangkah dan memegang besi, memandang Kaisar Feng dengan dalam.
''Yang Mulia, apakah anda tidak bosan duduk terdiam disini? mengapa kau tidak pernah meminta Hamba untuk melepasakan dirimu? jika saja YangMulia berkata bebaskan aku, maka bawahan ini akan langsung membebaskan dirimu Yangmulia. Biarlah hamba yang menanggung hukuman karna telah lancang membebaskan mu Yang Mulia.'' ujar Kasim Rui dengan nada lirih.
__ADS_1
Sungguh, dia tidak kuasa menahan sesak saat melihat orang yang dia junjung tinggi harus berakhir seperti ini. Jika saja kejadian yang lalu tidak terjadi maka Kekaisaran ini tidak akan pernah hancur di tangan orang yang tamak..
Kaisar Feng JianYu mendongkakkan kepalanya, menatap kasim Rui yang setia dari jaman dirinya menjabat sebagai Kaisar.
Kaisar Feng JianYu tersenyum dan berkata. ''Tidak kasim Rui. Aku tidak akan pernah keluar dari sini, karna firasat ku mengatakan jika anak dan istriku sebentar lagi akan membebaskan diriku! Bukan hanya aku yang akan bebas, tapi seluruh Kekaisaran Yen Utara akan terbebas dari cengkraman SuLien dan SunTao.
''Tapi Yang Mu--''
''Pergilah kasim Rui, lakukan tugas mu dan jangan menggangguku. Aku tidak ingin kau mendapatkan hukuman karna menemui diriku disini.''
''YangMulia ... jika suatu saat anda ingin bangkit. Maka aku siap untuk bergabung dan menjadi temeng untuk Yangmulia.'' Kasim Rui menunduk sopan.
''Tentu saja, aku akan segera bangkit dan merebut kekuasaanku.'' Ucap Kaisar Feng JianYu, yang berdiri merenggangkan semua otot-ototnya.
''Belahan jiwaku sudah kembali dan membangkitkan emosiku! Maka berisaplah untuk memberantas mereka yang sudah menginjak kepalaku.''
Tutur Kaisar Feng JianYu yang membuat Kasim Rui mengerutkan keningnya.
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1