Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 32 : Perdebatan Ayah dan Putrinya.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


''Calon suamiku, kau pasti lelah bukan? ini, aku Bawakan minuman yang segar untukmu.'' Zhishu memberikan segelas air dengan semangat.


Kaisar Feng mengerutkan keningnya, karna sang Putri tidak melihat keberadaannya. Sedangkan Hongli hanya diam menatap gelas yang di sodorkan oleh Zhishu.


''Aku tidak haus.'' Jawab Hongli acuh, terlebih ia tidak enak pada Kaisar Feng.


''Calon suamiku, tidak boleh seperti itu ... minumlah. Aku sudah susah payah membuatkan minuman ini untuk mu, eh tidak juga. Karna para pelayan yang membuatnya.'' Ucapnya dengan cengir kuda.


Wajah Kaisar Feng semakin cemberut melihat kelakuan putrinya yang dia pikir tidak punya harga diri karna mengejar seorang pria.


''KHEM!''


Kaisar Feng berdehem, membuat Hongli dan Zhishu langsung menoleh.


''Ayahanda, kau di sini? Ahh ... maafkan aku Ayahanda, karna aku tidak melihatmu.''


''Apa! Tidak melihatku ... dasar anak nakal! Badan ayahnya sebesar ini dia bilang tidak melihatnya." gerutu Kaisar Feng dalam hati.


''Putriku, kau sedang apa?'' tanya Kaisar Feng, pura-pura tidak tau.


Zhishu tersenyum dengan malu-malu, ''Anakmu ini sedang memperjuangkan cintanya, Ayahanda.'' Bisik Zhishu, yang membuat kedua mata Kaisar Feng melotot.


''Ayolah calon suamiku, diminum ... jika tidak di minum aku pasti kecewa.'' Zhishu pura-pura bersedih.


Hongli yang melihat Zhishu bersedih, ia tidak tega dan mengambil minuman dari tangan Zhishu. Namun Kaisar Feng yang gemas sendiri langsung menyeret putrinya.

__ADS_1


''Kemarilah!'' Kaisar Feng menyeret tangan Zhishu, hingga menjauh dari Hongli. Sedangkan Hongli menggidikkan bahunya dan melanjutkan pekerjaannya.


TAMAN BELAKANG ISTANAβ€’


''Ayahanda ...''


''Diamlah!''


Zhishu lansung cemberut. ''Apa ada yang salah, Ayahanda?''


Kaisar Feng melepaskan genggamannya lalu melihat putrinya, ia menghela nafas dengan kasar. ''Tentu saja ada yang salah, dan yang salah itu ada pada otakmu! Putriku.''


Zhishu terdiam.


''Bagaimana bisa seorang gadis mengejar seorang pria yang tidak memiliki perasaan untukmu! Dimana harga dirimu sebagai Putri Mahkota? Kau itu akan menjadi pewaris di kekaisaran ini.''


''Pewaris?''


''Aku? menjadi Kaisar ... benarkah?'' tanya Zhishu dengan antusias.


''Yaaa ... untuk itu, kau tidak boleh gegabah memilih suami.''


''Woaahh ... jika aku menjadi kaisar, maka aku boleh memiliki suami banyak dan membuat haremku sendiri.'' Zhishu langsung membayangkan bagaiaman dirinya di layani oleh para pria.


''Astaga!'' Kaisar Feng dengan refleks memegang dadanya.


TUINGGG ...


Kaisar Feng mentoyor kepala putrinya.

__ADS_1


''Bagaimana bisa seorang gadis memikirkan hal itu! Astaga ... kau itu sebenarnya keturunan siapa?''


''Tentu saja keturunan mu, di dalam darahku ada sembilan puluh sembilan persen darahmu. Yang satu persennya adalah darah dari Ibunda.'' Jawabnya dengan enteng.


''Yaa! Memang satu persen itu yang merusak otakmu!'' Sentak Kaisar Feng dengan gemas.


''Iyyy ...''


''Dengar! Ayahanda tidak mau kau terus mendekati pria itu! Mulai sekarang kau harus fokus belajar agar kelak bisa menggantikan ku.''


''Tidak mau! Kau saja dengan Ibunda bercocok tanam dan membuat adik untukku, siapa tau dia seorang lelaki.''


Kaisar Feng semakin gemas melihat putrinya yang terus menjawab.


''Ayah dan Ibunda sudah tua, tidak mungkin untuk memberikanmu adik!''


''Kenapa tidak bisa? Kalian bisa memproduksinya setiap mala--- Ahhh ...'' Teriak Zhishu saat telinganya di jewer oleh ayahnya.


''Ya Dewa ... otakmu benar-benar sudah tercemari! KASIM RUI ... '' Teriak Kaisar Feng.


''Saya YangMulia.''


''CARIKAN GURU TATAKRAMA UNTUK PUTRI MAHKOTA! JIKA BISA CARIKAN GURU UNTUK MELURUSKAN OTAKNYA KE JALAN YANG BENAR!''


Setelah mengatakan itu, Kaisar Feng pergi dengan kesal. Lama kelamaan dia bisa memiliki penyakit darah tinggi jika terus berdebat dengan putrinya.


β€’


...πŸƒπŸƒπŸƒ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2