Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 12 : Telah sampai di jantung kota.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Ke-esokan paginya...


Hongli dan Qiu Li beserta Zhishu tengah mendayuh sampan untuk menyebrangi danau menuju Kekaisaran Yen Utara.



Mereka sudah cukup lama menyebrangi sungai yang panjang dan luas pembatas antara hutan dan kota. Sebenarnya mereka bisa melewati darat, namun perjalanannya cukup jauh, hingga mereka memutuskan untuk menyebrangi sungai saja.


'Kakak, apa Zhishu masih marah? Kenapa dia pendiam sejak tadi malam.'' bisik Qiu.


''Entahlah.'' Jawab Hongli, melihat Zhishu yang pendiam.


Sedangkan yang di gibahkan, ia masih merasa takjub jika dunia ini terasa luas dan indah untuk di pandang ... sesekali ia mensyukuri bisa keluar dari Bukit, namun sesekali ia menyesal karna sudah meninggalkan kedua Orangtuanya.


Dulu Zhishu berpikir jika di luar bukit tidak ada kehidupan semenyenangkan ini, namun kenyataan nya di luar bukit banyak kehidupan yang benar-benar Zhishu lewatkan..


Hongli sedari tadi mengamati gerak gerik Zhishu, jika di lihat-lihat dengan seksama ... Zhishu memiliki paras yang sangat canik dan manis. Bahkan Hongli berpikir jika Zhishu bukanlah penduduk asli dalam bukit, karna setau yang pernah ia dengar ... jika penduduk asli di dalam bukit memiliki wajah biasa saja.


''Apakah aku sebegitu cantik, hingga sedari tadi kau terus memandangku?'' Tahya Zhishu tanpa melihat Hongli.


Sedangkan Hongli yang mendengar itu langsung membuang muka. Ia malu sudah kepergok memandangi Zhishu.


''Cih, terlalu percaya diri sekali dirimu! Aku hanya sedang berpikir apakah kau benar-benar penduduk asli dalam bukit, jika aku perhatikan kau tidaklah sama dengan mereka.'' Tutur Hongli.


''Apa kau pernah melihat orang-orang dalam bukit?'' Tanya Zhishu yang di jawab gelengan oleh Hingli.


''Tidak, aku hanya menduga saja.'' Jawab Hongli acuh.


''Jika kau tidak tau maka lebih baik diam.'' Cetus Zhishu. Ia masih kesal dengan Hongli karna semalam meninggalkan dirinya di tengah hutan ketika dirinya tertidur lelap. Untung saja kupingnya memiliki ketajaman yang hakiki, sehingga Zhishu mendengar langkah kaki mereka dan mengikutinya dari belakang.


Hongli membuang mukanya, ia memang salah menilai Zhishu. Ia pikir Zhishu akan merepotkan, tapi nyatanya Zhishu sangat pandai beladiri. Hongli ingin minta maaf namun ia gengsi.


Sedangkan Qiu Li tidak memperdulikan dua orang yang ada di depannya, karna yang ada di benaknya saat ini adalah menyelamatkan Junjungannya dari cengkraman Kaisar brengsek itu.


β€’


...β€’...

__ADS_1


^^^β€’^^^


Cukup lama mereka mendayuh, kini akhirnya mereka menginjak daratan dan berjalan menuju jantung kota Kekaisaran yang bernama DONG ZUO.


Ketika mereka sampai, mereka sedikit melihat-lihat sekitar dan begitu terpesona karna di setiap rumah dan bangunan ternyata sudah di hias, karna semua rakyat akan menyambut ulang tahun Putra Mahkota Kekaisaran Yen Utara.


Walau sebenarnya rakyat merasa nggan untuk merayakan, tapi apa boleh buat di bandingkan mereka terkena hukuman yang akan menyiksa mereka seumur hidup.


''Kita akan kemana? aku sampai lupa dengan strategi yang Ketua katakan, karna terkesima melihat megah nya kota Kekaisaran ini.'' Tutur Qiu Li.


Hongli dan Zhishu saling pandang satu sama lain, sebenarnya mereka berdua pun lupa dengan strategi yang sudah di susun rapih oleh Ketua mereka. Seakan mereka terhipnotis akan megahnya kota Kekaisaran ini...


Heninggg...


Mereka bertiga terdiam seakan merutuki kebodohan mereka masing masing, apa lagi dengan Hongli yang sedang memaki dirinya sendiri dalam hati karna dia sudah teledor dan gegabah karna telah melupakan tujuan awalnya..


''Haahh ...'' Zhishu membuang nafas. Lalu melihat dua pria yang ada di depannya hanya diam saja sedari tadi. ''Begini saja, karna kita melupakan strategi awal, bagaimana jika kita tinggal beberapa hari di sini sambil mengntai istana?'' Tutur Zhishu.


Hongli dan Qiu Li saling pandang dan mengaguk secara bersamaan, mereka tidak punya pilihan lain selain mengikuti cara yang di katakan Zhishu.


''Ayo kita cari penginapan.''


Hongli dan Qiu Li menurut, lalu mengikuti Zhishu dari belakang dan mencari penginapan yang bisa mereka tempati selama satu minggu kedepan..


β€’


β€’


Di dalam kamar, Zhishu membolak balikan tubuhnya ke kanan dan ke kiri karna dia belum bisa tidur entah mengapa ... Ia pun bangun dari tidur lalu menyenderkan tubuhnya, entah mengapa dirinya merindukan ayah dan ibunya yang berada di dalam bukit.


Zhishu sangat tau, jika ayah dan ibunya pasti sedang mengkhawatirkan dirinya karna tidak kunjung pulang.


Tapi apa yang harus dia lakukan? ia juga tidak bisa kembali lagi ke dalam bukit karna jalannya pun sudah tidak terlihat lagi, hingga ia tidak bisa kembali kedalam bukit.


''Huufftt ... aku harus mendinginkan kepalaku sepertinya. Ayah, Ibu maafkan aku yang tidak bisa pulang untuk sekarang. Tapi aku janji akan pulang secepatnya jika pintu labirin itu terbuka lagi.'' Gumam Zhishu sambil turun dari peraduan dan keluar dari kamarnya.


Setelah keluar dari kamar. Zhishu ingin menghirup angin malam di luar, namun netra matanya melihat sosok pria tampan yang dia cap sebagai calon masa depannya sedang berlatih pedang.


Siapa lagi kalau bukan Hongli yang sedang berlatih.


''Butuh teman berlatih?'' Tawar Zhishu, yang sudah berada dekat dengan Hongli.

__ADS_1


Hongli menghentikan kegiatannya dan memasukkan pedang miliknya kedalam sarung lalu menoleh ke arah belakang. ''Tidak terima kasih, aku pun sudah selesai dengan latihan ku.'' Jawab Hongli.


Hongli duduk di bangku, lalu meminum botol berisi air dan meneguknya. Sementara Zhishu duduk di sebelah Hongli dan memandanginya.


''Ada yang ingin kau bicarakan? Mengapa kau duduk di sebelahku.'' Hongli menggeserkan tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan Zhishu.


''Memangnya ada larangan jika aku tidak boleh duduk di sini?''


''Tidak ada, tapi jangan dekat dekat denganku!''


''Mengapa seperti itu? aku tidak mempunyai penyakit menular,'' kata Zhishu menggeserkan tubuhnya, namun dia tidak sengaja menyenggel tubuh Hongli yang tidak seimbang hingga...


DHUUK!


''Auuu ...''


Zhishu melototkan kedua matanya. ''Hongli, apa kau baik-baik saja?'' Zhishu mencoba menolong namun di tangkis oleh Hongli dengan kasar..


''Dasar wanita ceroboh! Kau itu menyebalkan.'' Gerutu Hongli mencoba untuk berdiri, namun hal yang tidak terduga terjadi ketika dia akan berdiri ... kening miliknya dan kening milik Zhishu yang sedang berjingkok bertubrukan dan...


THAKK!


''Ahhh.''


Zhishu jatuh di atas tubuh Hongli, yang mana membuat mereka saling pandang satu sama lain..


''Cantik.''


Itulah kata pertama yang keluar dari mulut Hongli saat pandangan mata mereka bertemu satu sama lain, sedangkan Zhishu tersenyum senang ketika pria yang cuek dan bersikap acuh memuji dirinya cantik.


''Benarkah aku cantik?''


''Hah?'' Hongli tersadar lalu mendorong tubuh Zhishu ke samping, sedangkan dirinya langsung berdiri dan menatap tajam Zhishu.


''Siapa bilang? Kau adalah wanita menyebalkan yang pernah aku temui.'' Ucap Hongli melangkah pergi, meninggalkan Zhishu yang sedang menyunggingkan bibirnya..


Zhishu melihat langit yang terang, dia tersenyum senang. ''Aahhh ... akan aku pastikan kau akan menjadi milikku.'' Ucap Zhishu.


β€’


...πŸƒπŸƒπŸƒ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2