Legend Of Zhishu

Legend Of Zhishu
Bab 15 : Setelah sekian lama.


__ADS_3

Legend of Zhishu.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Nayang berjalan dengan sangat hati-hati, melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya.


Berjalan ke arah ruang bawah tanah sambil membawa sesuatu di tanganya.


''Masuri! Untuk apa kau disini.''


Nayang menunuk. ''Tuan, saya di perintahkan oleh pelayan kasim untuk memberikan ini.''


Salah satu dari dua penjaga itu melangkah ke arah Nayang lalu mengambil bingkisan yang ada di tangan Nayang dan melihatnya.


''Waahh ... ternyata makanan enak.''


Dua penjaga ruang bawah tanah bergegas ke pinggir untuk memakan makanan yang sudah Nayang bawa, tanpa menurigai jika Nayang sudah menaruh pil tidur di dalamnya.


Nayang yang melihat itu menyunggingkan bibirnya, ia senang dengan kerakusan dua penjaga di depannya ... hingga tidak berapa lama pil itu bekerja sesuai yang di harapkan.


Dua penjaga itu tertidur hingga Nayang langsung masuk untuk memeriksa rasa penasarannya.


Uhuk.


...Uhuk....


Nayang mendengar seseorang batuk, membuat ia menghentikan langkahnya sejenak. Nayang melihat sekeliling di mana ruang bawah tanah ini berbau amis dan gelap, minim pencahayaan dan tidak ada udara yang masuk.


Kedua mata Nayang melihat sosok pria yang sedang meringkuk kesakitan, dengan rambut dan pakaian yang acak acakan. Nayang melangkah dengan kaki berat hingga berdiri di depan Kaisar Feng JianYu.

__ADS_1


Uhuk.


...Uhuk....


''YangMulia ...'' Panggil Nayang, yang mana membuat Kaisar Feng JianYu meliriknya.


Kaisar Feng JianYu hanya diam memandang Nayang.


''YangMulia ...'' Panggil Nayang lagi.


''Siapa?''


Terlihat kedua mata Nayang berlinang ingin menangis, yang mana membuat Kaisar Feng JianYu berdiri dan melangkah ke arah Nayang.


''Apa aku mengenalmu?''


''Suamiku ...''


Waktu seakan berhenti, dimana Kaisar Feng JianYu tuli seketika saat mendengar seseorang memanggil dirinya dengan sebutan suamiku. Sedangkan Nayang sudah menangis namun sebisa mungkin ia tahan agar tidak bersuara.


''Suamiku ... ini aku. FuWei mu.'' lirih Nayang yang membuka topeng yang dia pakai untuk menyamar sebagai Nayang.


''F-FuWei ... I-is-istriku? Kau masih hidup. Kau kembali setelah sekian lama?'' Kaisar Feng JianYu seolah tidak percaya bahwa istrinya masih hidup.


''Yaa ... aku kembali untuk membawamu bersamaku. Maafkan aku karna datang terlambat.''


Keduanya berpelukan namun terhalang oleh jeruji besi, menangis dan meluapkan rasa rindu yang mereka tahan setelah delapan belas tahun berpisah.


Kaisar Feng JianYu tidak bisa menahan tangis hingga lututnya sampai lemas, karna masih tidak menyangka jika istrinya masih hidup.

__ADS_1


Cup.


...Cup....


''Terima kasih karna kau masih mau bertahan sampai sekarang.'' FuWei mencium kening Kaisar Feng.


''Tidak. Aku yang seharusnya berterima kasih karna dirimu kembali kesini.'' Ucap Kaisar Feng mengelus pipi FuWei. ''Semua orang menyangka jika dirimu dan anak kita sudah mati, tapi aku tetap percaya jika dirimu masih hidup.''


''Ceritanya panjang, akan aku ceritakan jika kita sudah keluar dari sini ... tapi yang terpenting sekarang adalah kesehatan mu yang harus pulih terlebih dahulu.''


''Aku sudah sehat. Melihat jika dirimu masih sehat-sehat saja aku sudah merasa baik. Dimana anak kita?''


FuWei terdiam ... ia tidak tau harus menjelaskan dari mana, karna ia pun sudah mencari anaknya selama delapan belas tahun namun tidak pernah bertemu ... FuWei mencari anaknya dari kerajaan satu hingga yang lainnya. Bahkan FuWei mencari dari desa ke desa terpencil namun ia tidak menemukan jejak tentang anaknya.


Delapan belas tahun yang lalu, dimana dirinya di kejar oleh para pembunuh di kuil itu dan berhasil mengalahkan mereka. Jiwanya di bawa oleh sang Dewa dan di adili, di mana dirinya menolak keras untuk berreinkarnasi dan memohon agar dirinya kembali untuk terakhir kalinya karna urusan di dunia yang belum tuntas.


Hingga pada akhirnya Dewa mengembalikan jiwa FuWei kedalam raganya. Ketika FuWei membuka kedua matanya, ia melihat sekeliling sudah di penuhi dengan kobaran api yang besar ... membuat FuWei bergegas menyelamatkan diri dan keluar dari kuil yang hampir saja hangus terbakar.


FuWei yang sadar dan sudah selamat, ia mencari jejak putrinya yang dia berikan pada seseorang ... namun sepertinya pasutri itu sudah pergi jauh. Membuat FuWei bertekad akan mencari putrinya, dan akan menyelamatkan suaminya yang masih di dalam istana.


''Istriku ...'' Kaisar Feng mengelus bahu FuWei.


FuWei tersadar. ''Aku akan memberitahu segalanya, tapi yang terpenting sekarang adalah kesehatan mu ... jika kau sudah sehat, kita akan pergi dari sini.''


FuWei memberikan bungkusan obat obatan dan makanan untuk suaminya. FuWei ingin keluar dari sini setelah Kaisar Feng sehat dan bugar kembali agar mereka memiliki rencana untuk membalas orang-orang yang sudah berkhianat pada mereka.


β€’


...πŸƒπŸƒπŸƒ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2