
Legend of Zhishu.
...πππ...
Kediaman Naga.
''Suamiku, kenapa terlihat gelisah seperti itu?'' Tanya Permaisuri FuWei.
Kaisar Feng yang sedang berdiri di dekat jendela langsung menoleh dan menghela nafas.
''Kita baru saja berkumpul dengan anak kita, bahkan kita belum terlalu dekat. Bagaimana bisa bocah itu meminta dekrit pernikahan,'' ujar Kaisar Feng memijat keningnya yang terasa pening.
Permaisuri FuWei menyeruput teh dengan anggun dan menaruh cangkirnya di atas meja. ''Kenapa tidak? Biarkan dia bebas memilih pasangan yang dia suka.''
Raut wajah Kaisar Feng langsung muram mendengar penuturan istrinya, lalu melangkah dan duduk di depan Permaisuri FuWei.
''Bukan masalah itu, tapi yang dia tunjuk adalah pria yang tidak kita ketahui asal usulnya. Bagaimana bisa aku menyerahkan Putri ku satu satunya pada pria yang belum aku kenal.''
''Kau ini seorang Kaisar Bukan? Mengapa tidak kau cari tahu. Dengar, aku tidak mau jika kau sampai menentang keinginan putriku. Jangan pernah melukai perasaannya.''
Kaisar Feng JianYu terdiam sejenak lalu memanggil pengawalnya, ia membisikkan sesuatu pada pengawal itu yang langsung di angguki oleh pengawalnya.
''Apa kau mengerti?''
''Baik, YangMulia.''
Pengawal itu pergi, dan Permaisuri FuWei berdiri dari tempatnya.
''Kau ingin mau kemana?'' tanya Kaisar Feng.
''Menemui putriku.''
β’
...β’...
^^^β’^^^
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain ... Zhishu sedang melamun di dekat danau, ia seperti banyak pikiran yang sudah di pendam begitu berat.
''Huufftt...''
Zhishu mengela nafasnya dengan berat.
''Ada apa putriku?''
Zhishu menoleh dan langsung berdiri untuk memberikan salam.
''Ibunda.''
Permaisuri FuWei tersenyum lalu membawa Zhishu duduk. ''Apa yang sedang kau pikirkan hmm ...?'' Tanya Permaisuri FuWei membelai rambut anaknya.
''Tidak ada.'' Jawab Zhishu bimbang, namun kemudian dia berkata, ''Ummm ... Begini Ibunda, apa Ayahanda menyetujui dekrit pernikahan yang aku inginkan?'' Tanya Zhishu dengan mat berbinar.
Sedangkan Permaisuri FuWei menyunggingkan bibirnya, lalu melihat ke arah dayang dan pelayan nya. ''Kalian boleh pergi, aku ingin mengobrol dengan putriku secara pribadi.''
Para pelayan dan dayang mengangguk dan meninggalkan junjungannya.
Permaisuri FuWei tersenyum semrik melihat Zhishu. ''Masalah dekrit pernikahan itu masalah gampang. Ibunda bisa mengurusnya, tapi yang menjadi permasalahannya adalah ... apa pria yang kau tunjuk untuk menjadi suami mu itu bersedia?''
Zhishu terdiam lalu menggelengkan kepalanya. ''Katanya dia tidak menyukaiku. Ahh Ibunda, apa yang harus aku lakukan?''
Zhishu mendengarkan setiap perkataan Ibundanya, dia mengangguk tanda mengerti dan semangat untuk membuat Hongli menyukainya.
''Waahhh ... Ibunda, kau benar-benar hebat.'' Puji Zhishu mengacungkan dua jempolnya.
''Baiklah Ibunda, aku akan pergi untuk melakukan tugas negara.'' Ucap Zhishu penuh dengan semangat, lalu berlari bak anak kecil yang akan pergi membeli permen kapas.
''Baikalah, semangat berjuang putriku.'' Teriak Permaisuri FuWei menyemangati putrinya.
Permaisuri FuWei benar-benar merasa beruntung karna kehidupan yang ia jalani begitu sempurna, walau ada sedikit rintangan dan masalah ... tapi itu semua tidak sebanding ketika ia sudah berkumpul kembali bersama keluarga kecilnya.
''YangMulia Permaisuri.''
FuWei menoleh dan tersenyum. ''Kakak Xio, kemarilah ... kita minum teh bersama.
β’
__ADS_1
...β’...
^^^β’^^^
Sedangkan di sisi lain...
Kaisar Feng yang sudah mendapatkan informasi dari pengawalnya tentang asal usul Hongli, merasa kecewa karna ia sama sekali tidak menemukan celah untuk tidak merestui keinginan putrinya untuk menikahi Hongli.
''Pergilah!'' Usir Kaisar pada pengawalnya.
Kaisar Feng berdiri dari tempatnya lalu keluar dengan hati tak enak, namun netra matanya tidak sengaja melihat Hongli yang sedang melatih pelajurit di lapangan.
Ya ... Hongli sudah di lantik menjadi Jenderal kekaisaran, Sedangkan Qiu Li sudah di lantik menjadi Mentri dalam Kekaisaran. Bukan tanpa sebab meraka di lantik dengan jabatan tinggi, tapi itu semua sudah di pertimbangkan oleh Kaisar dan ketua bulan serta beberapa pejabat.
''Khem!''
Hongli menoleh ketika mendengar deheman seseorang.
''YangMulia Kaisar.'' Ucapnya sambil menunduk.
Kaisar Feng melihat kanan kiri, ia pun heran mengapa dia sampai menghampiri Hongli yang sedang melatih pelajurit. Tapi rasa penasaran akan Hongli begitu besar di hatinya.
"Apa yang membuat putriku bisa menyukainya?" Tanya Kaisar Feng dalam hati, sambil menyelidik Hongli dari atas sampai bawah.
"Dia ... eummm, dia cukup tampan. Postur tubuhnya pun tinggi semampai. Dia memiliki aura kepemimpinan. Aisshh, kenapa aku malah memujinya!"
Hongli merasa bingung kenapa seorang Kaisar menatapnya seperti itu.
''Dengar, aku tidak tau apa yang putriku sukai darimu. Tapi jangan pernah memanfaatkan keadaan agar kau bisa naik ke atas. Aku belum bisa merestui keinginan putriku karna dia masih kanak-kanak, jadi kau harus mengerti akan posisimu.''
''YangMulia Kaisar tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu, saya tidak memiliki perasaan apapun pada Putri Mahkota. Dan saya juga bukan orang yang serakah pada jabatan.'' Ucap Hongli dengan tegas.
''Baguslah, jika ka--''
''Hongli ... calon suamiku. Yuhuuuuu.'' Teriak Zhishu melambaikan tanganya dengan riang.
"Astaga Dewa! Ada apa dengan kelakuan putriku. Mengapa dia, Ahhh ... kepalaku sakit." Gerutu Kaisar Feng, saat melihat putrinya menghampiri Hongli seperti anak kecil.
β’
__ADS_1
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...