
Legend of Zhishu.
...πππ...
Zhishu bertemu dengan Hongli dan Qiu Li di hutan perbatasan secara tersembunyi, mereka berencana akan menyelinap sebagai pengawal dari kerajaan Qin. Namun Zhishu ingin membantu mereka dan menyamar sebagai pelayan di istana.
''Aku tidak bisa diam saja, aku akan membantu kalian. Sekali ini saja percayalah padaku! Aku akan membantu kalian untuk membawa Kaisar Feng keluar.''
Awalnya Hongli tidak mengizinkan, namun Zhishu memaksa dan mengatakan jika dia akan baik-baik saja. Dengan berat hati, Hongli dan Qiu Li mengizinkan Zhishu untuk membantu mereka.
''Zhishu, jika aku dan Qiu tidak kembali nanti malam, kau harus segera cepat pergi dan mengabari Katua tentang hal ini.'' ujar Hongli, memegang bahu Zhishu.
Zhishu mengangguk dan menatap Hongli, lalu memegang tangan Hongli dan berkata. ''Aku tidak tau siapa itu Kaisar Feng JianYu, tapi jika tujuan kita menyelamatkan nya maka sebisa mungkin aku akan membantu menyelamatkan dia.''
Hongli mengangguk dan yakin jika Zhishu akan menjaga dirinya dirinya sendiri.
''Kau yakin dia akan berhasil?' Tanta Qiu Li.
''Kali ini kita harus percaya kepadanya, dan aku sangat yakin jika kali ini Zhishu tidak akan merepotkan apa lagi sampai tertangkap. Di lihat bagaimana dia bertarung membuat ku yakin jika dia bukan gadis biasa.''
Qiu mengagguk, lalu kedua nya pergi berpencar untuk melaksanakan rencana mereka.
β’
...β’...
^^^β’^^^
Sedangkan di istana ... tepatnya di ruang bawah tanahβ’
Seseorang yang dulu berbadan gagah kini nampak tidak terurus, berdiam diri sambil memejamkan kedua matanya.
Kaisar Feng JianYu. Duduk dan merasakan jika akhir-akhir ini hatinya menghangat, ia seperti merasakan kehadiran belahan jiwanya yang telah lama menghilang.
__ADS_1
Tak lama, ia mendengar langkah kaki menuju ke arahnya. Kaisar Feng JianYu perlahan membuka kedua matanya dan melihat jika Permaisuri SuLien berdiri tak jauh dari arahnya.
Permaisuri SuLien menyunggingkan bibirnya, ia merasa puas melihat orang yang dulu menolak kehadirannya kini menderita dan tidak berdaya.
''JianYu, aku masih ingat bagaimana kau mencampakkan aku demi dirinya.''
Feng diam memandang Permaisuri SuLien dengan dingin. Sebenarnya dia enggan untuk mendengarkan ocehan dari wanita yang sudah membuat hidupnya hancur. Jika saja dulu ia membereskan SuLien ... mungkin hidupnya tidak akan terpisah dari orang-orang yang ia cintai.
''Mau apa lagi, Kau?''
Permaisuri SuLien tertawa. ''Ha ha ha ... lihatlah sekarang di mana cinta sejatimu? ups ... aku lupa jika dia sudah mati.'' Permaisuri SuLien menutup mulutnya, sambil menahan tawa.
''Coba katakan yang sejujurnya, Feng JianYu. Apa keyakinan mu masih sama dan menyangka jika FuWei dan anak kalian masih hidup?''
Permaisuri SuLien melangkah dan meraba jeruji besi, lalu berkata. ''Pada malam yang gelap dan panjang, di saat kau putus asa ... dan di saat kau terkurung di sini, apa kau masih bermimpi jika anak dan istrimu masih hidup? Tapi sayangnya harus aku katakan. jika anak dan istrimu sudah tiada. Mengapa kau masih berharap?''
Feng JianYu hanya diam, ia tidak mau melayani perkataan Permaisuri SuLien.
''Dengarkan sekali lagi JianYu. Aku mempunyai pilihan untukmu. Lupakan mereka dan jadilah simpananku, maka hidupmu akan kembali seperti semula. Aku akan memberikan apapun yang kau mau JianYu, tapi kau harus berada di pihakku.''
Permaisuri SuLien mengepalkan kedua tangannya. ''Kau masih tidak mau menerima tawaran dariku! Kau masih ingin di sini menunggu kematian untukmu?''
''Lebih baik aku mati di bandingkan menerima tawaranmu.''
''Penjaga!'' Teriak Permaisuri SuLien.
''YangMulia, Permaisuri.'' Dua penjaga menghampiri dan menunduk hormat.
''Cambuk budak ini sampai dia tidak bisa berbicara! Biarkan dia hidup menderita. Dan jangan berikan dia makan selama dua hari.''
''Baik YangMulia.''
''Hm!'' Permaisuri SuLien mendengus kesal lalu pergi dari ruang bawah tanah dengan kesal. Sedangkan di ruang bawah tanah terdengar suara cambuk menggema, namun tidak ada suara rintihan terdengar ... seakan Kaisar Feng JianYu sudah terbiasa di cambuk layaknya hewan.
__ADS_1
Sampai saat ia dia tidak melawan karna dia yakin jika anak dan istrinya masih hidup! Karna sampai saat ini jasad anak dan istrinya tidak pernah di temukan oleh siapapun.
Sedangkan Permaisuri SuLien berjalan dengan rasa kekesalan. Ia benar-benar kesal karna Feng JianYu benar-benar tidak bisa melupakan FuWei dan anaknya, walau sudah lebih dari delapan belas tahun lamanya tapi Feng JianYu masih tetap pada pendiriannya.
Segala siksaan sudah ia lakukan agar Feng JianYu mau menerima tawarannya, namun hasilnya tetap sama di mana dia selalu di tolak.
''YangMulia ... mohon jangan tergesa-gesa.'' Sang dayang memperingatkan.
''Dia benar-benar tidak tau diri! Lihat saja, dia akan mati kali ini.'' gerutu Permaisuri SuLien.
Sedangkan dari arah jauh ... Nayang melihat dengan tatapan dingin. Mengepalkan tanganya penuh amarah.
''Nayang.''
''Ya.''
''Kau kenapa?''
''Tidak ada. Ohiya, YangMulia Permaisuri kenapa seperti itu?''
Pelayan itu melihat Permaisuri SuLien yang sedang menggerutu kesal. ''Ouhh ... biasanya jika dia kesal seperti itu, dia sudah mengunjungi seseorang di ruang bawah tanah.''
''Memangnya apa yang ada di ruang bawah tanah?'' Tanya Nayang pernasaran.
''Aku tidak tau pasti. Yang jelas aku mendengar jika ada seorang budak yang selalu di siksa di ruang bawah tanah itu.''
Nayang melihat ke arah ruang bawah tanah.
'Mungkinkah dia ada di dalam?' Cicit Nayang dalam hati.
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...