
Legend of Zhishu.
...πππ...
Sekelompok tawanan perempuan tengah di ikat dan di garing menuju istana, lalu di sambut oleh Kasim Rui dan rombongannya.
''Adipati Kin, anda kembali setelah perjalanan panjang.'' Kasim Rui membungkuk.
Adipati Kin turun dari kudanya.
''Lama tidak berjumpa, Kasim Rui ... bagaimana kabar mu?''
''Hamba baik-baik saja Adipati.'' Jawab Kasim Rui, lalu melihat ke arah para tawanan. ''Mereka ...''
''Jadikan mereka pelayan istana.''
Kasim Rui membungkuk, lalu membawa para tawanan bersamanya.
Salah satu tawanan yang memakai cadar tengah memandangi setiap penjuru istana dengan tatapan tajam, mata itu memandang penuh kebencian dan amarah yang menggebu.
'Banyak perubahan yang ada setelah delapan belas tahun lamanya.' Gumam wanita yang memakai cadar.
''YangMulia Permaisuri telah tiba ...'' Teriak penjaga
Kasim Rui menghampiri para tawanan dan berkata, ''Cepat berlutut, sampai YangMulia Permaisuri lewat! Jangan ada yang boleh mengangkat kepala kalian.''
Semua orang berlutut kecuali wanita bercadar, yang mana membuat Kasim Rui menggigit bibir bawahnya dan memaksa wanita bercadar itu untuk berlutut.
''Apa yang kau lakukan! Berlutut sebelum nyawa mu melayang.''
Wanita bercadar itu terpaksa berlutut namun ia tidak sepenuhnya menunduk, ia menatap langsung pada Permaisuri SuLien yang akan lewat dari arah berlawanan.
Sedangkan dari arah berlawanan, tandu yang membawa Permaisuri SuLien berhenti dan melihat ke arah para tawanan.
''Dari mana mereka?''
Dayang Moo membungkuk. ''Saya dengar bahwa mereka adalah pelayan istana kiriman dari kerajaan Zhao.''
Permaisuri SuLien mendecih, ''Hanya para pelayan rendahan. Ayo pergi.''
Tandu Permaisuri SuLien pun pergi melewati para tahanan, membuat wanita bercadar itu mengepalkan kedua tanganya.
'Benar-benar haus akan tahta.'
β’
...β’...
^^^β’^^^
Di sin lain...
Siang ini seperti biasa, setelah Zhishu membantu ibu dan ayahnya bekerja, Zhishu selalu datang hanya sekedar untuk memandang pintu labirin yang ingin sekali dia jelajahi.
__ADS_1
Semakin Zhishu menyerah, semakin besar pula tekad Zhishu yang ingin tau kehidupan seperti apa di balik bukit Guantai yang selama ini dia lihat dari atas pohon.
''Huftt ... sihir apa yang di gunakan oleh ketua desa hingga siapapun tidak bisa melewati pintu itu.'' Ucap Zhishu, duduk bersender di pohon dengan satu kaki di tekuk untuk menopang tangannya.
Mata tajamnya terus saja melihat ke dalam labirin, hingga Zhishu tidak sengaja melihat jika di dalam labirin seperti ada bayangan hitam dengan mata biru sedang mengintip dirinya dari dalam.
''Heh!''
Zhishu membenarkan duduknya hingga tegak, mempertajam penglihatannya dan mengucek kedua matanya dengan pelan ... ia takut jika dia salah melihat.
Namun bayangan hitam itu tidak pergi sama sekali, bayangan itu masih ada di sana dan melihat dirinya dengan tajam! Membuat Zhishu penasaran, lalu berdiri dan melangkah dengan perlahan menghampiri bayangan itu.
''Heii ... siapa di sana?'' Teriak Zhishu.
Bayangan itu tak memjawab, yang mana membuat Zhishu semakin penasaran dan terus mendekat. ''Siapa di sana?''
Zhishu perlahan mendekati bayangan itu, namun semakin ia mendekat ... bayangan itu perlahan menjauhinya yang mana membuat Zhishu terdiam di tempatnya dengan heran.
'Zhiiiisshuu ...' Bisiknya.
Zhishu mengerutkan keningnya lalu berlari kencang ingin menangkap bayangan itu yang perlahan pergi, namun bayangan itu menoleh kebelakang seakan bayangan itu meminta Zhishu untuk mengikutinya.
''Berhentii ... Kau mau kemana?''
''Heyyyy.''
''Aku bilang berhentiiii.''
Zhishu terus mengikuti bayangan itu, berlari sekuat tenaga ingin meraihnya ... hingga tanpa Zhishu sadari jika dia berlari semakin dalam dan dalam, bahkan Zhishu bisa melewati semua jebakkan yang sudah di buat oleh leluhur bukit Guantai.
''Berhenti!'' Teriak Zhishu terus berlari, ia tidak memperhatikan sekitar betapa bahayanya karna banyak jebakkan. Tapi yang ada di benak Zhishu saat ini, dia harus menangkap bayangan hitam yang sangat misterius menurutnya.
Zhishu meloncat dan menghindari setiap lubang dan anak panah yang kapan saja akan menancab di tubuhnya, bahkan saat Zhishu terpojok ke dasar lubang yang lumayan dalam ... Zhishu langsung memegang akar pohon yang ada di depannya.
Dengan susah payah Zhishu naik ke atas, lalu berlari mengejar bayangan itu hingga tanpa terasa ia bisa keluar dari labirin namun Zhishu belum menyadari nya.
Bayangan hitam itu berhenti secara tiba-tiba dan menoleh menatap Zhishu, membuat sang mpu terkejut hingga kebablasan melewati bayangan itu.
''Aaaaaaahhhhhh.''
...Gubraaakk!!...
''Aiiiii ...''
Zhishu mengelus keningnya yang merasa sakit, karna terbentur dengan tanah yang terlalu keras. ''Kenapa dia berhenti mendadak! Apa dia tidak bisa memberikan aba-aba jika dia ingin berhenti.'' Gerutu Zhishu yang masih tengkurap di tanah.
Zhishu menoleh dan mencari bayangan itu, ''Heii, dimana dia?''
Zhishu langsung duduk melihat kanan kiri dan sekitarnya, dia merasa heran kemana bayangan itu sudan pergi. Namun yang lebih mengherankan lagi, ketika ia sadar jika dirinya sudah keluar dari bukit Guantai.
''Heii, aku keluar?'' Zhishu diam sejenak, ia tidak percaya jika dirinya bisa keluar dari dalam bukit.
''Aha ha ha ha ... akhirnya aku keluar?'' Teriak Zhishu, berdiri dan meloncat loncat bahagia seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen kapas..
__ADS_1
''Heiii ... teman-teman, lihatlah aku yang sudah bisa keluar dari dalam bukit.'' Teriak Zhishu senang bukan kepalang, lalu terdiam karna ia teringat akan sesuatu.
''Aku bisa keluaaaaarrrrr, tapi aku tidak bisa kembali, HAH! Tidak bisa kembali? Ya dewa, aku tidak bisa kembali?''
Zhishu ketar ketir melangkah kesana kemari dan ingin masuk kembali kedalam labirin. Namun seberapa pun dia mencoba untuk kembali, hasilnya pasti akan sama saja seperti yang dia lakukan selama delapan belas tahun terakhir ini.
''Gagal.''
Dugh!
Zhishu duduk dan memandang pintu labirin kembali, dan berharap bayangan itu muncul kembali lalu membawanya masuk karna ia sudah merasa lelah, lemah, letih, lesu menjadi satu.
Zhishu merasa prustasi dan mengacak-ngacak rambut panjangnya.
''Bagaimana bisa aku seceroboh ini! Aku yakin jika Ayah akan mencariku.''
Zhishu menggigit kukunya dengan panik, apa lagi saat ia menoleh kebelakang, dimaan ia melihat hutan lebat dan lumayan gelap menakutkan.
''Kenapa bulu kudukku merinding yaaa? perasaan aku tipe wanita pemberani, tapi kenapa melihat hutan di sana begitu menakutkan.''
Cukup lama Zhishu berdiam diri seperti orang bodoh, ia akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam hutan itu dan memeriksa keadaan dan situasinya.
Ketika Zhishu melangkah kedalam hutan, pintu labirin itu menutup secara misterius dan berganti menjadi pohon bambu hijau nan lebat. Pantas saja siapapun tidak ada yang bisa masuk atau keluar kedalam bukit Guantai, rupanya tetua menggunakan sihir agar orang luar tidak bisa masuk se-enaknya.
β’
...β’...
^^^β’^^^
Cukup lama Zhishu berjalan semakin dalam, dia bisa bernafas lega karna di dalam hutan ini ternyata tidak segelap yang di lihat tadi ... Bahkan bisa di katakan jika pemandangan di sini sangat indah.
Zhishu belum melihat adanya binatang buas di hutan ini, namun ketika Zhishu terus berjalan ... indra pendengarannya yang tajam mendengar perkelahian di depan sana, yang membuat Zhishu melangkah lebar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Zhishu secara perlahan mengintip dari semak semak, dan benar saja di sana ada sekelompok orang yang sedang berkelahi.
Trang__
...Trang__...
Zhishu terkejut saat dirinya melihat seorang pria tampan sedang bertarung melawan beberapa pria berbadan besar, bahkan Zhishu mengucek matanya karna takut jika matanya bermasalah.
'Siapa pria tampan itu? dari mana asalnya.'
Zhishu pun membedakan Pria di depannya dengan para pria di desanya, yang berpenampilan dekil dan ahhh tidak bisa berkata kata.
Zhishu merasa kagum dengan pria tampan itu, sampai-sampai ia tidak bisa melepasakn pandangannya ke arah lain, selain ke arah pria yang sedang berkelahi di depan sana.
'Aku harus memilikinya, Ibu pasti bangga jika aku membawanya dan memperkenalkan dia sebagai calon suamiku. He he he ...'
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE...