
Legend of Zhishu.
...πππ...
Zhishu duduk di samping Kaisar Feng dan Permaisuri FuWei, kedua orang itu terus memperhatikan Zhishu yang sangat lahap makan. Mereka tidak menyangka jika orang yang ada di depan mereka adalah keturunan mereka yang di rindukan, bahkan bisa menyelamatkan mereka setelah beberapa tahun tersiksa.
Terlebih ... FuWei sangat bangga karna Zhishu tumbuh besar dan di asuh oleh kedua orangtua angkatnya yang sangat menyayanginya, dan mengajarkan beladiri seperti yang ia inginkan.
FuWei ingin sekali bertemu dengan orang yang sudah membesarkan anaknya, namun sayang ... ia tidak bisa masuk ke dalam bukit Guantai untuk memastikan kebenarannya dan mengucapkan terima kasih.
Ketika rasa haru masih di rasa, seseorang dari luar berteriak memanggil Kaisar Feng. Sehingga membuat FuWei menoleh ke arah pintu.
''Masuklah,'' kata Kaisar Feng.
Ketua bulan dan penjaga markas masuk. Lalu beberapa orang menunggu di luar kediaman.
''YangMulia, ada seseorang yang ingin menemui anda,'' ujar Ketua bulan.
Kaisar Feng mengerutkan keningnya. ''Siapa?''
''Kasim Rui.''
Kaisar Feng diam sejenak lalu menyuruh penjaga untuk membawa Kasim Rui ke hadapannya.
β’ β’
''Bangunlah Rui, tidak baik berlutut seperti itu.''
''YangMulia ...'' Kasim Rui menatap haru Junjungannya yang jauh lebih baik di bandingkan sebelumnya, terlebih ia sangat senang melihat Junjungannya telah bersama dengan orang yang di cintai.
''Mengapa kau kemari? Apakah ada hal yang serius?''
__ADS_1
''YangMulia, ini sangat serius YangMulia ...''
''Ada apa?'' Tanya FuWei mengerutkan keningnya dan merasa penasaran.
Kasim Rui pun menceritakan di mana Kaisar SunTao memerintahkan prajurit untuk mengepung dan meratakan markas ini. Di mana malam ini semua prajurit sudah bersiap dan di pimpin oleh Pangeran Mahkota.
Kaisar Feng, FuWei dan yang lainnya terkejut. Mereka tidak menyangka jika musuh akan bergerak cepat.
''YangMulia, apa yang harus kita lakukan?'' Tanya Ketua bulan.
Belum sempat Kaisar Feng angkat bicara, seseorang berteriak di luar dengan sangat kencang ... di imbangi dengan beberapa anak panah yang meluncur ke arah markas.
''MARKAS TELAH DI SERANG ...''
Syuuutt.
...Syuuutt....
Syuuutt.
Sreeeng!
Titah Kaisar itu membuat semua orang langsung bersemangat dan berteriak sambil mengacungkan pedang mereka. Jiwa perang mereka tidak gentar walau musuh sudah mengepung markas, bahkan musuh bisa di bilang lebih banyak di bandingkan mereka. Tapi klen bulan seakan percaya jika mereka bisa menang karna Kaisar bersama mereka.
Sedangkan para wanita berlari untuk bersembunyi, termasuk FuWei yang menyeret Zhishu untuk ikut bersamanya. Tapi Zhishu yang mempunyai jiwa pejuang, ia menolak untuk bersembunyi.
''Tidak, YangMulia Permaisuri. Hamba akan ikut bertarung.''
''Jangan gegabah! Ini bukan pertarungan antara satu lawan satu! Ini akan lebih parah dari apa yang kamu pikirkan.'' bentak FuWei yang langsung menyeret Zhishu.
Sedangakan diluar ... pertarungan tidak terelakkan. Dua kubu sudah saling menyerang termasuk Hongli dan ketua bulan yang sudah berada di baris paling depan untuk menjaga Kaisar.
__ADS_1
Pangeran Mahkota SunZiu yang berada di atas kuda, memincingkan kedua matanya melihat musuh ayahnya ada di depan sana lalu menarik pedangnya.
''Akan aku bunuh kau!''
''Jangan gegabah Pangeran.'' Adipati Kin memperingati Pangeran Mahkota SunZiu.
''Persetan! Aku harus membunuhnya dan membawa kepalanya kehadapan Ayahanda.'' Teriak Pangeran Mahkota SunZiu, yang langsung turun dari kudanya dan berlari untuk menyerang Kaisar Feng.
''Lindungi Pangeran Mahkota.'' Teriak Adipati Kin.
Sreeet!
...Sreet!...
Jleb!
Pedang Pangeran Mahkota SunZiu membunuh siapa pun yang menghalanginya. Tangannya sudah gatal ingin memenggal kepala Kaisar Feng.
Sementara Kaisar Feng yang melihat Pangeran Mahkota SunZiu mendekat ke arahnya, ia merasa kasihan untuk melawan Pangeran Mahkota SunZiu yang tidak lain adalah keponakan nya sendiri. Ia melihat SunZiu seperti melihat adiknya sendiri di masa kecil dimana hati kecil sangat menyayangi adiknya walau sang adik sudah berkhianat padanya.
''Hiyaaaaa ...''
''YangMulia!'' Teriak Kasim Rui.
''Ahkkk!''
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1